Kisah Shabat Nabi SAW Meminum Darah Rasulullah Saw


Kisah Shabat Nabi SAW Meminum Darah Rasulullah Saw

DAHSYATNYA CINTA

Oleh : Alhabib Quraisy Baharun

Dalam perang Uhud, dua mata rantai topi besi telah menancap di wajah dan bagian kepala Rasulullah Saw. Melihat hal itu, Abu Bakar r.a. dan .Abu Ubaidah bin Jarrah r.a. mencabut dua mata rantai topi besi yang melukai kepala Rasulullah saw. dengan giginya. Satu mata rantai itu tercabut, akibatnya sebuah gigi Abu Ubaidah r.a. tanggal. tapi ia tidak perduli, maka ia mencabut mata rantai yang kedua dengan giginya lagi, sehingga sebuah giginya tanggal. Mata rantai itu dapat dicabut dari tempatnya, lalu mengalirlah darah RasulullahSaw. Kemudian darah itu dihisap oleh Malik bin Sinan r.a. ayah Abu Sa’id Al-Khudri r.a. dengan bibirnya dan ditelannya.

APAKAH sahabat Nabi Malik bin Sinan yang menjilat luka pada kepala Nabi صلى الله عليه و سلم dan meminum darah yang mengucur itu, sampai darah tidak keluar lagi adalah seorang yang bodoh dan tidak mengerti hukum ?

Tidak ! Beliau adalah sahabat generasi terbaik yang bertemu langsung dan mendapat didikan dari Nabi, Jadi sangat jauh skala keilmuan, ibadah dan ilmu adabnya dibanding generasi setelah mereka.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

 “Barangsiapa hendak mengambil teladan maka teladanilah orang-orang yang telah meninggal. Mereka itu adalah para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di kalangan umat ini. Ilmu mereka paling dalam serta paling tidak suka membeban-bebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah guna menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menyampaikan ajaran agama-Nya. Oleh karena itu tirulah akhlak mereka dan tempuhlah jalan-jalan mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus.” (fadhailus shahabaah).

Lantas, Apakah pelanggaran etika dan estetika Malik bin Sinan yang di suruh Nabi untuk meludahkan (membuang) darah yang ada didalam mulutnya, sungguh secara syari'at, sempat para sahabat ketakutan dan menilai itu adalah pelanggaran dan dosa terbesar, karena Ibnu Sinan tidak patuh akan perintah Nabi.

Lantas apa jawaban Nabi kita Melihat apa yang dilakukan Malik bin Sinan, beliau bersabda, 
 "Seseorang yang darahnya menyatu dengan darahku, maka api neraka tidak akan menyentuhnya."

Dalam riwayat lain Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: 

"Muntahkan darah itu!"  Malik رضي الله عنه menjawab: "Aku tidak akan memuntahkannya selama-lamanya." Bahkan, dia menelannya.

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Barang siapa ingin melihat seorang dari ahli syurga, maka lihatlah kepada orang ini."

Sungguh suatu keberuntungan besar bagi engkau wahai sahabat kekasih Allah..Malik bin Sinan....

********

APAKAH Abdullah ibn Zubair seorang yang celaka dan neraka tempatnya karena melanggar kesetiaannya pada Nabi, dikala Setelah selesai dibekam, Baginda SAW bersabda: "Wahai Abdullah (ibn Zubair)! Pergilah kamu dengan membawa darah ini dan buanglah ia di tempat yang tidak seorang pun dapat melihat kamu."

Setelah meninggalkan Rasulullah SAW, dia mengambil darah itu, lalu meminumnya. saat kembali Rasulullah SAW bertanya: "Apakah yang telah kamu lakukan dengan darah itu?" Dia menjawab: "Aku telah menempatkannya di tempat yang sangat tersembunyi, yang aku tahu ia sangat tersembunyi daripada orang ramai."

Baginda SAW bersabda: "Boleh jadi engkau telah meminumnya?" Dia menjawab: "Ya".

Nabi SAW bersabda: "Kenapa kamu minum darah itu? Celakalah manusia daripada kamu dan terselamatlah kamu daripada manusia." (riwayat Al-Hakim).

Setelah kejadian itu sahabat Ibnu Zubair, memiliki banyak kelebihan, dan Ulama Ahli hadits "Mereka (para sahabat) berpendapat bahwa kekuatan yang terdapat pada Abdullah ibn Zubair itu disebabkan keberkatan darah tersebut."

Inilah bahasa cinta Saudara-saudariku,
Sedikit pun kita tidak bakal pernah memahami seutuhnya tentang cinta yang hebat ini.
Nyawa akan jadi murah ketika berhadapan dengan cinta,
Nyawa tidak ada harganya ketika cinta membara,
Tidak ada sejarah cinta, seseorang takut akan kematian.
Semua pandangan hukum agama (bahkan syar'iat) sekalipun akan terbentur dengan kata cinta.

Mereka para sahabat nabi adalah generasi terbaik dan terhebat dalam cinta bahkan terkesan ekstrim, apakah mereka tidak tahu hadits larangan berlebihan dalam mencintai?
Tidak..!! mereka para sahabat sangat tahu soal hukum, tidak pernah ada sejarah mereka (sahabat nabi Muhammad) yang menjadikan Nabi Muhammad sebagai Tuhan untuk disembah.!
Lagi-lagi inilah bahasa cinta dan keagungan.
Hanya rahmat dan cinta Allah-lah yang membuat hati mereka penuh dengan cinta kepada Rasulullah.

Di akhir ini, simaklah firman suci dan menjadikan renungan kita semua:

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Allah telah ridha kepada orang-orang yang beriman (para sahabat Nabi) ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon (Bai’atu Ridwan). Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada mereka dan membalas mereka dengan kemenangan yang dekat.” (QS. Al Fath : 18).

Ingatlah..kelak kita akan dikumpulkan bersama seseorang yang kita cintai saat didunia..!
Tidak akan pernah ada orang-orang mencapai hubungan baik kepada al-khaliq (Allah Ta'ala) tanpa menanamkan cinta mereka kepada kekasih Allah ini, shalawatullah wa salamuhu 'alaihi wa alihi wa shahbih.

Sumber : ahlulbaitrasulullah.blogspot.com

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama