Kisah Kiyai di Jawa Tengah menendang keturunan Rasulullah SAW



" Disebutkan ada salah satu kiyai dijawa tengah, pernah sesekali dia mempunyai salah satu murid. muridnya ini adalah cucunya Rasulullah, Dzurriyatnya rasulullah, keluarganya rasulullah.

Kiyai ini setiap malam mimpi jumpa dengan rasulullah, tapi suatu saat setelah menendang putranya, putranya artinya cucunya rasulullah saw ini , ga mimpi lagi rasulullah saw.

sadar sadar kenapa dia ga mimpi rasulullah, karena dia pernah menghukum cucunya rasulullah saw, ditendang oleh kiyai tersebut. ini kisah nyata dijawa tengah.

makannya jangan sampai kita berbuat sesuatu yang buruk kepada keluarga rasulullah saw. "
  
( Kutipan Ceramah AlHabib Muhammad Al bagir bin alwi bin yahya di Majelis Rutinan MR Di gedung dalail khairot cidodol kamis, 12 oktober 2017 )
  
=====

Tambahan dari admin : 

Jikalah kita melihat Dzurriyat Rasulullah SAW dari akhlaknya dan sifatnya tidak seperti datuknya SAW, mungkin sifatnya keras atau berbeda dari cara dakwahnya Rasulullah SAW.

Maka jangan pernah kita mencaci makinya, menghinanya, merendahkannya dan mengejeknya. dengan melakukan hal demikian, itu sama saja sudah menyakiti hatinya Rasulullah SAW.

Didalam diri seorang Dzurriyat Rasulullah SAW itu mengalir darah Nabi SAW. jangan pernah sampai kita su'ul adab dan khuluq karena ketidaksukaan kita kepada seorang dzurriyat Rasulullah SAW.

Takutlah bahwa Rasulullah SAW akan mempalingkan wajahnya dihadapan kita diyaumil akhir kelak karena prilaku buruk kita kepada keturunanNya.

Jika ada seorang Dzurriyat yang salah, maka tegurlah dan nasihatlah. jika telah berusaha semaksimal mungkin dalam menasehati, maka doakanlah dan tetap hormati akan Kedzurriyatannya, karena kita sudah menjalankan tugas kita yaitu mengingatkannya,  bukan malah lanjut dengan mengejek, menghina, mencaci maki dan merendahkannya.  
  
Ingat sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam jika menyakiti keturunannya :


إن النبي صلى الله عليه وسلم قال وهو على المنبر ما بال اقوام يؤذوننى فى نسبى وذوى رحمى الا من آذى نسبى وذوى رحمى فقد آذانى ومن آذانى فقد آذى الله تعالى.

Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda sedangkan beliau di atas mimbar: “Apa keadaan kaum yang menyakiti aku dalam nasab dan kerabatku. Ingat, barangsiapa yang menyakiti keturunanku dan orang-orang yang mempunyai hubungan denganku, berarti ia menyakiti aku, dan barangsiapa me­nyakiti aku, maka ia benar-benar menyakiti Allah Ta’ala.” 

(HR. at-Thabrani dan al-Baihaqi)

انا حرب لمن حاربهم وسلم لمن سالمهم

“Sesungguhnya saya memerangi orang-orang yang memerangi ahlulbait saya, dan saya memberi jaminan selamat kepada orang-orang yang berdamai dengan ahlulbait saya.”

(HR. at-Turmudzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

إن الله حرم الجنة على من ظلم اهل بيتى او قاتلهم او اعان عليهم او سبهم

“Sesungguhnya Allah melarang masuk surga terhadap orang yang menganiaya ahlulbaitku, atau orang yang memerangi mereka, atau orang yang membantu orang yang memerangi mereka, atau orang yang memaki-maki mereka.”

 (HR. Imam Ahmad)

إن النبي صلى الله عليه و سلم قال لو ان رجلا صفن بين الركن والمقام و صلى وصام ثم مات وهو مبغض لأهل بيت محمد صلى الله عليه وسلم دخل النار

Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Andaikata seorang laki-laki berdiri antara hajar aswad dan maqam Ibrahim me­lakukan shalat dan puasa, kemudian meninggal dunia sedangkan ia membenci ahlulbait Muhammad SAW, maka ia masuk neraka.” 

(HR at-Thabrani dan al-Hakim)

قال عليه الصلاة والسلام اشتد غضب الله على من آذانى فى عترتى
Rasulullah SAW telah bersabda: “Murka Allah menjadi sangat terhadap orang yang menyakiti aku tentang keluargaku.”

(HR. Ad-Dailami)


Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama