Kenangan Akan Cinta



Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs:

--Kenangan Akan Cinta--

Suatu ketika seorang anak muda datang kepada Syaikh, “Wahai Syaikh, saya sangat bingung berilah kedamaian dalam hatiku. Beberapa waktu yang lalu, saya jatuh cinta kepada seorang gadis, dan kami sempat memutuskan untuk menikah. Tetapi tiba-tiba dia memutuskan hubungan ini dan menemukan pria lain yang dia suka dan akhirnya merekalah yang menikah!”.

Saya sangat menderita akibat putus cinta ini, saya tak tahan lagi menanggung beban rasa sakitnya.” Lalu Syaikh menjawab, “Wahai anakku, tak ada yang perlu kau khawatirkan. Carilah gadis lain dan nikahi dia.”

Anak muda itu menjawab, “Usul yang baik, Syaikh, tetapi pikiran saya selalu terbersit oleh kenangan dan kecintaan akan gadis itu. Saya telah mencoba jutaan kali untuk melupakannya, tetapi sampai hari ini saya tidak bisa melupakannya.”

Syaikh bertanya, “Mengapa kamu sampai mengingatnya seperti demikian?” Anak muda itu menjawab, “Sebenarnya bukan saya sengaja melakukannya, tetapi selalu saja rasa cintaku kepadanya datang kedalam ingatanku, dan selalu saja bayangannya melewati nuansa pikiranku ini.

Mawlana Syaikh Nazim qs menjawab, "Lihatlah bukankah hal ini sangat luar biasa? Lihatlah cinta anak muda ini, ia tidaklah sampai menyembah gadis itu; dia tidak pernah menerima formulasi dzikir atau wirid dari gadis itu yang memuat nama-nama dan sifat sang gadis. Inilah konsekuensi dari Cinta dan kebersamaan. Ketika kalian meletakkan seseorang di kalbu dengan rasa cinta yang dalam, mahabbah, maka kita tidak akan mampu untuk menghilangkannya. Inilah buahnya cinta yang selalu hadir dalam bayangannya setiap saat. Inilah yang disebut muraqabah".

Lalu mengapa kita tidak melakukan hal tersebut terhadap Syaikh atau guru kita? Maka jatuh cintalah kepada kekasih-Nya. Syaikh hanya memerlukan satu moment saja untuk memasuki kalbu dan pikiran kita, lalu beliau akan terus bersemayam dengan cinta didalamnya, terutama setelah kecintaan kepada Syaikh masuk kedalam hatimu, dan kalianpun menyatu dengannya.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama