Membenci Ahlul Bait


Membenci Ahlul Bait 

Segelintir dari mereka ternyata membenci Ahlul Bait
Mereka mengingatkan dan menyampaikan pendapat mereka dengan mengutip firman Allah ta’ala yang artinya “Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa” (QS. Al Hujurat:13)  

kemudian mereka  mengikutinya dengan pendapat mereka bahwa “bukan dari keturunan yang mulia” maksud mereka adalah bukan dari kalangan ahlul bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Apa maksud mereka  ?

Apakah ulama yang sholeh dari kalangan Ahlul Bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mustahil termasuk orang yang paling mulia di sisi Allah ?

Apakah ulama yang sholeh dari kalangan Ahlul Bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mustahil termasuk orang paling bertaqwa ?

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Ulama yang sholeh dari kalangan Ahlul Bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendapatkan pengajaran agama dari orang tua-orang tua mereka terdahulu yang tersambung kepada Imam Sayyidina Ali ra yang mendapatkan pengajaran agama langsung dari lisannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sehingga terjaga kemutawatiran sanad, kemurnian agama dan akidahnya. Tidak bercampur dengan akal pikiran manusia yang di dalamnya berunsurkan hawa nafsu atau kepentingan atau tidak bercampur dengan hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi

Jadi dengan terjaga kemutawatiran sanad, kemurnian agama dan akidahnya maka ulama yang sholeh dari kalangan Ahlul Bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lebih besar kemungkinannya untuk termasuk orang yang paling mulia di sisi Allah atau termasuk orang yang paling bertaqwa

Mereka tampak berupaya bahwa yang akan masuk surga hanyalah di kalangan mereka semata. Selain mereka termasuk Ahlul Bait akan masuk neraka.

Semakin jelas ada dikalangan mereka yang memusuhi atau membenci Ahlul Bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dengan sendirinya mereka berdusta ketika bersholawat mengatakan “wa ala ali Muhammad”

Imam Syafi’i ~rahimahullah bersyair, 
“Wahai Ahlul-Bait Rasulallah, mencintai kalian adalah kewajiban dari Allah diturunkan dalam al-Quran cukuplah bukti betapa tinggi martabat kalian tiada sholat tanpa shalawat bagi kalian.”

Hal yang harus kita ingat selalu adalah mereka menjadi keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah atas kehendak Allah ta’ala. Jadi jika membenci atau memusuhi mereka maka berarti membenci kehendakNya.

Kebencian atau permusuhan mereka terhadap ahlul bait karena mereka tidak dapat mengelola kebencian terhadap sekte atau firqoh syiah.  Mereka tidak dapat membedakan antara orang-orang yang sekedar mengaku-aku  mengikuti Ahlul Bait dengan ulama yang sholeh dari kalangan Ahlul Bait.

Syiah artinya pengikut, salaf artinya terdahulu.

Kedua-dua kata ini disalah gunakan oleh dua buah sekte atau firqoh yang saling bermusuhan dan sama-sama korban hasutan atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi

Kedua-dua sekte atau firqoh tersebut sama-sama tidak mengikuti Imam Mazhab yang empat.Kedua-duanya terhasut oleh kaum Zionis Yahudi bahwa pintu ijtihad masih terbuka luas sehingga bagi mereka tidak patut mengikuti Imam Mazhab yang empat dan mereka disibukkan dengan mengulang kembali apa yang telah dilakukan oleh Imam Mazhab yang empat namun mereka belum berkompetensi sebagai Imam Mujtahid Mutlak.

Kaum Wahabi (salafi) merasa telah mengikuti Salafush Sholeh namun kenyataannya mereka hanyalah mengikuti para ulama yang mengaku-aku mengikuti Salafush Sholeh namun tidak bertemu atau bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh. Mereka tidak sejalan dengan Imam Mazhab yang empat yang bertemu dan bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh

Kaum Syiah merasa telah mengikuti Imam Ahlul Bait namun kenyataannya mereka hanyalah mengikuti para ulama yang mengaku-aku mengikuti Imam Ahlul Bait namun mereka tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Imam Ahmad Al Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al Uraidhi bin Ja’far Ash Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain ra bin Sayyidina Ali ra untuk mengikuti Imam Mazhab yang empat yang bertemu dan bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh

Sejak abad 7 H di Hadramaut (Yaman), dengan keluasan ilmu, akhlak yang lembut, dan keberanian, Imam Ahmad Al Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al Uraidhi bin Ja’far Ash Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain ra beliau berhasil mengajak para pengikut Khawarij untuk menganut madzhab Syafi’i dalam fiqih , Ahlus Sunnah wal jama’ah dalam akidah (i’tiqod) mengikuti Imam Asy’ari (bermazhab Imam Syafi’i) dan Imam Maturidi (bermazhab Imam Hanafi) serta tentang akhlak atau tentang ihsan mengikuti ulama-ulama tasawuf yang mutakbaroh dan bermazhab dengan Imam Mazhab yang empat.

Di Hadramaut kini, akidah dan madzhab Imam Al Muhajir yang adalah Sunni Syafi’i, terus berkembang sampai sekarang, dan Hadramaut menjadi kiblat kaum sunni yang “ideal” karena kemutawatiran sanad serta kemurnian agama dan aqidahnya.

Dari Hadramaut (Yaman), anak cucu Imam Al Muhajir menjadi pelopor dakwah Islam sampai ke “ufuk Timur”, seperti di daratan India, kepulauan Melayu dan Indonesia. Mereka rela berdakwah dengan memainkan wayang mengenalkan kalimat syahadah , mereka berjuang dan berdakwah dengan kelembutan tanpa senjata , tanpa kekerasan, tanpa pasukan , tetapi mereka datang dengan kedamaian dan kebaikan. Juga ada yang ke daerah Afrika seperti Ethopia, sampai kepulauan Madagaskar. Dalam berdakwah, mereka tidak pernah bergeser dari asas keyakinannya yang berdasar Al Qur’an, As Sunnah, Ijma dan Qiyas

Prof.Dr.H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dalam majalah tengah bulanan “Panji Masyarakat” No.169/ tahun ke XV11 15 februari 1975 (4 Shafar 1395 H) halaman 37-38 menjelaskan bahwa pengajaran agama Islam di negeri kita diajarkan langsung oleh para ulama keturunan cucu Rasulullah.


Berikut kutipan penjelasan Buya Hamka

***** awal kutipan ****

“Rasulallah shallallahu alaihi wasallam  mempunyai empat anak-anak lelaki yang semuanya wafat waktu kecil dan mempunyai empat anak wanita. Dari empat anak wanita ini hanya satu saja yaitu (Siti) Fathimah yang memberikan beliau shallallahu alaihi wasallam dua cucu lelaki dari perkawinannya dengan Ali bin Abi Thalib. Dua anak ini bernama Al-Hasan dan Al-Husain dan keturunan dari dua anak ini disebut orang Sayyid jamaknya ialah Sadat. Sebab Nabi sendiri mengatakan, ‘kedua anakku ini menjadi Sayyid (Tuan) dari pemuda-pemuda di Syurga’. Dan sebagian negeri lainnya memanggil keturunan Al-Hasan dan Al-Husain Syarif yang berarti orang mulia dan jamaknya adalah Asyraf.

Sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan Al-Hasan dan Al-Husain itu datang ketanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu, kepulauan Indonesia dan Pilipina.

Harus diakui banyak jasa mereka dalam penyebaran Islam diseluruh Nusantara ini. Diantaranya Penyebar Islam dan pembangunan kerajaan Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang diperanakkan di Aceh. Syarif kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam ke Mindanao dan Sulu. Yang pernah jadi raja di Aceh adalah bangsa Sayid dari keluarga Jamalullail, di Pontianak pernah diperintah bangsa Sayyid Al-Qadri. Di Siak oleh keluaga Sayyid bin Syahab, Perlis (Malaysia) dirajai oleh bangsa Sayyid Jamalullail. Yang dipertuan Agung 111 Malaysia Sayyid Putera adalah Raja Perlis. Gubernur Serawak yang ketiga, Tun Tuanku Haji Bujang dari keluarga Alaydrus.  

Kedudukan mereka dinegeri ini yang turun temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri dimana mereka berdiam. Kebanyakan mereka jadi Ulama. Mereka datang dari hadramaut dari keturunan Isa Al-Muhajir dan Fagih Al-Muqaddam. Yang banyak kita kenal dinegeri kita yaitu keluarga Alatas, Assegaf, Alkaff, Bafaqih, Balfaqih, Alaydrus, bin Syekh Abubakar, Alhabsyi, Alhaddad, Al Jufri, Albar, Almusawa, bin Smith, bin Syahab, bin Yahya …..dan seterusnya.

Yang terbanyak dari mereka adalah keturunan dari Al-Husain dari Hadramaut (Yaman selatan), ada juga yang keturunan Al-Hasan yang datang dari Hejaz, keturunan syarif-syarif Makkah Abi Numay, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut. Selain dipanggil Tuan Sayid mereka juga dipanggil Habib. Mereka ini telah tersebar didunia. Di negeri-negeri besar seperti Mesir, Baqdad, Syam dan lain-lain mereka adakan NAQIB, yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan Sadat tersebut. Disaat sekarang umum- nya mencapai 36-37-38 silsilah sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidati Fathimah Az-Zahra ra.

****** akhir kutipan ******

Lembaga yang dapat memverifikasi nasab Ahlul Bait  salah satunya adalah Rabithah Alawiyah linknya http://www.rabithah-alawiyah.org/id/urusan-nasabmaktab-daimi/persyaratan-pembuatan-buku-nasab/



Tambahan :

Al Imam Al Habib Muhammad Bin Ali Bin Alawi Khird Ba'alawi dalam kitabnya AL GHURAR bahwa Rasulullah saw bersabda :

حبي وحب أهل بيتي نافع في سبعة ﻣﻮﺍﻃﻦ أهوالهن عظيمة...
عند الوفاة
وعند القبر
وعند ﺍﻟﻨﺸﺮ
وعند ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ
وعند الحساب
وعند الميزان
وعند ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ

Mencintaiku dan mencintai keluargaku bermanfaat di 7 tempat2 mulia :
1. Ketika wafat.
2. Ketika di qubur.
3. Ketika di bangkitkan.
4. Ketika pencatatan.
5. Ketika penghisaban.
6. Ketika di timbangan Mizan. 
7. Ketika di jembatan shirath.

- diriwayatkan oleh Sayyidina Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib bahwa Rasulullah saw bersabda :
لكل شيء أساس ، وأساس الإسلام حب أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وحب أهل بيته.
Setiap sesuatu memiliki asas dan asas islam adalah mencintai sahabat dan keluarga rasulullah saw. 

- Diriwayatkan oleh AL IMAM AT TABRANI DARI SAYYIDINA ALI R.A. Bahwa Rasulullah saw bersabda:
أول من يرد الحوض أهل بيتي ومن أحبني من أمتي.
Pertama yang sampai di telaga haudh adalah keluargaku dan mereka yang mencitaiku dari golongan umatku. 

-لايبغضنا ولايحسدنا أحد إلا ذيد عن الحوض يوم القيامة بسياط من النار.
Tidaklah yang membenci kami ( nabi saw dan keluarganya ) dan tidak pula menhasud kami kecuali dia terusir dari telaga haudh pada hari kiamat

- di riwayatkan dalam kitab AL GHURAR: 
من مات على بغض آل محمد جاء يوم القيامة مكتوبا بين عينيه آيس من رحمة الله.
Siapa yang mati dalam keadaan benci keluarga rasulullah saw, dia akan datang pada hari kiamat , tertulis diantara kedua matanya orang yang tidak mendapat rahmat Allah swt. 

- حرمت الجنة على من ظلم أهل بيتي أو قتلهم أو أعان عليهم أو سبهم.
Diharamkan syurga atas siapa yang mengdzolimi keluargaku.
  
Wassalam

Wallahu a'lam Bishowab
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama