Thursday, March 29, 2018

AlHabib Husein Luar Batang adalah Pakunya Tanah Betawi

Rate this posting:
{[['']]}


AlHabib Husein Luar Batang adalah Pakunya Tanah Betawi

Pendeta Adolf Heuken SJ menulis dalam Bukunya,dulu Masjid Luar Batang terletak di sebelah utara tembok kota lama,lokasi tersebut sesudah pertengahan abad ke 17 diuruk,dan mulai dihuni orang orang Cirebon pada tahun 1730.Mereka bertugas membersihkan mulut kali Ciliwung dari lumpur,supaya kapal bisa sampai ke Pasar Ikan yang letaknya tidak Jauh dari Masjid Luar Batang

Dalam Masjid Luar Batang terdapat Makam AlHabib Husein bin Abubakar AlAidrus,gema ketokohan Habib Husein tak bisa di ingkari,Luar biasa
Dalam buku L.W.C. Van den Berg pada tahun 1886 menunjukan betapa populernya Habib Husein,ia menuliskan dalam bukunya " Tidak hanya golongan Pribumi,tapi juga orang Cina campuran dan kaum Indo ber Ziarah memohon keberhasilan dalam Usaha dan urusannya masing masing,penjualan di sekitar daerah Masjid Kramat Luar Batang saat itu mencapai 8.000 Gulden setahun

Dan pernah kami tuliskan dalam tulisan kami sebelumnya di bulan Ramadhan yang lalu,bahwa nama Luar Batang merupakan Kampung Baru yang karna Habib Husein meminta kepada pemerintah Belanda Pada waktu itu yang sangat ingin memberikan hadiah pada Habib karna ingin berterimakasih,lalu Habib mengatakan " bila ingin menghadiahkannya cukup menghadiahkan Tanah yang di tancapi batang batang pohon " karna memang tanah tersebut merupakan tempat Laut pasang
Dan setelah itu Mashur adanya Kampung Baru Luar Batang,lebih lebih ketokohan AlHabib Husein bin Abubakar AlAidrus yang merupakan Ulama dan Auliya illah yang memiliki Dzuhuril Karomah,dan banyak kalangan Auliya Illah menyatakan bahwa AlHabib Husein adalah Qutbul Aqthob ( Pimpinan Para Auliya Illah )


AlHabib Husein bin Abibakar AlAidrus wafat di Bulan Rhamadhan tahun 1169 berbetulan 24 Juni 1756 M,dan dulu banyak masyarakat Betawi meminta kepada Mufti Batavia yaitu AlHabib Ustman bin Yahya untuk mengadakan Houl AlHabib Husein Luar Batang di Bulan Rhamadhan,tapi Habib Ustman bilang kepada Masyarakat pada waktu itu

" Jangan di Bulan puasa .... kasihan yang jauh jauh,baiknya nanti di waktu Lebaran sekalian berlebaran satu sama lain "

Dan di sepakati Houl diadakan pada hari Ahad ke Tiga bulan Syawal,hal tersebut setelah wafatnya Habib Ustman di teruskan oleh AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi dari kampung Kwitang



Dulu Habib Ali bila ingin menghadiri Houl Habib Husein Luar Batang setelah mengajar terlebih dulu di Majlisnya di Kwitang dengan mempercepat waktu dari biasa mengajar di Majlisnya,dan pada waktu itu peringtan Houl menunggu rombongannya Habib Ali Kwitang
Hal kebiasaan tersebut di teruskan oleh Habib Muhammad dan juga hingga saat ini,hanya bedanya acara tidak lagi menunggu rombongan dari Kwitang mengingat Jamaah yang datang dari tempat yang Jauh

Semua AlHabaib Jakarta dan sekitarnya juga yang datang dari dalam serta luar Negri,bila datang ke Jakarta akan menyempatkan Ziarah ke Luar Batang,karna AlHabib Ali bin Husein AlAthas mengatakan 
" AlHabib Husein bin Abibkar AlAidrus merupakan Pintu gerbangnya Kota Jakarta "

AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi Kwitang mengatakan
" AlHabib Husein Luar Batang adalah Pakunya Tanah Betawi "

AlHabib Sholeh bin Muchsin AlHamid Tanggul mengatakan
" siapa yang berziarah ke Habibana Husein segala Urusannya Qabul,Habib Husein adalah Sulthannya Para Auliya "

Demikian kami tuliskan menyambut datangnya Houl Al Imam AlArifbillah Qutbul Aqthob Addai illohi Warrosulih Bi Qauli wa Fi'li AlBahrul Karomah AlHabib Husein bin Abubakar AlAidrus Kramat Luar Batang

Salam Ta'dzim dari Alfaqier

Sumber : Anto Djibril

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment