ADAB SEORANG MURID KEPADA GURUNYA


ADAB SEORANG MURID KEPADA GURUNYA

Habib Nabiel bin Fuad Al Musawa :

“Sesungguhnya di antara hamba2 ALLAAH yg takut kepada-NYA hanyalah para Ulama, sesungguhnya ALLAAH Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [QS Fathir, 35:28]

ALLAAH mengangkat derajat para ulama yg benar2 beriman, firman-NYA: "Sesungguhnya ALLAAH meninggikan orang2 yg beriman & berilmu beberapa derajat." [QS Al-Mujadilah, 58:11]

Di zaman Nabi SAW demikian hormat dan adab nya para sahabat RA, hingga mereka tdk berani mengangkat wajah & berbicara sb menghormati Nabi SAW; kata mereka; “Saat kami sedang duduk2 (ngobrol) di masjid, maka keluarlah Rasulullah SAW kemudian duduk dihadapan kami. Maka seakan2 diatas kepala kami terdapat burung. Tak satupun dari kami yg berbicara.” (HR. Bukhari)

Dimasa para Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in mereka juga bersikap demikian pd guru2 mereka. Ar Rabi' bin Sulaiman berkata; “Demi ALLAAH, aku tidak berani meminum air dlm keadaan Imam Asy-Syafi’i sedang memandangku karena ta'zhim kepadanya.”

Saat acara majelis Imam Ahmad Ibin Hanbal dihadiri lima ribu orang. Lima ratus orang menulis, sedangkan selainnya hanya ingin melihat dan meniru adab dan akhlak nya Imam Ahmad.

Saat menafsirkan ayat : “Jika sekiranya mereka bersabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik bagi mereka.” [QS Al Hujurat, 49:5]. Abu ‘Ubaid Al Qosim bin Salam berkata, “Aku tidak pernah sekalipun mengetuk pintu rumah seorang dari guruku, karena ayat tsb

Sebagian mereka saat melihat aib gurunya, alih2 mereka berani menggunjingkannya, malah mereka segera berdoa ; “Ya ALLAAH tutupilah aib guruku dariku, & janganlah kau hilangkan keberkahan ilmunya atasku karenanya.”


Lihatlah bgm adab Al Habib Ali Zainal Abidin Al Juffry di video tsb, saat gurunya Syaikh DR Muhammad Said Ramadhan Al Buthy rahimahuLLAAH datang ke majlisnya.. Beliau langsung menghentikan ceramah dan tdk mau berbicara sebelum Gurunya duduk disampingnya.. Dan saat sang guru sudah duduk disampingnya pun beliau meminta gurunya untuk berbicara lebih dahulu untuk bertabarruk dg ilmu dan doa dari Gurunya

Masya ALLAAH.. Lalu bgm kita pd Guru2 kita..? Apakah kita selalu menyulitkan mereka..? Selalu mengganggu mereka..? Selalu minta diperhatikan oleh mereka..? Dan bukannya kita yg beradab pd mereka..?

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama