Saturday, March 31, 2018

Hidup Tapi Seperti Mayat

Rate this posting:
{[['']]}

HIDUP TAPI SEPERTI MAYAT

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

:السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Bertamu, main HP…
Ngaji, main HP…
Terima tamu, main HP...
Bekerja, main HP…
Belajar, main HP…
Sambil makan, main HP…
Di tengah keluarga, main HP…
Kiamatlah duniamu tanpa HP…

Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan, 
Tapi tidak berbicara sama sekali, 
karena salah satu atau keduanya sibuk main HP. 
Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan 
muncul sikap tidak lagi peduli.

Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, 
tetapi membahas di sosmed rasanya lebih 'afdhal'.

Manusia menjadi 'ada tapi tiada' sahabat.. 
Jasad-jasad yang telah menjadi zombie berkeliaran. 
Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya.

Basahnya embun pagi…
Hangatnya matahari pagi. 
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan 
diganti dengan gambar2 mati pada ponsel…

Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya 
dengan gerakan telunjuk dan jempol.. 
Wajah-wajah mulai pucat, tubuh mulai ringkih, 
pahala-pahala berterbangan sia-sia sebagai resiko terburuk yang mungkin dimiliki.

Sedangkan engkau tidak kemana-mana dan belum melakukan apapun selain 
menggerakkan jempol dan jarimu pada layar kecil yang penuh sihir ini.

Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, 
tapi mati dalam kehidupan itu pilihan. 
Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup.

Saat suami/istri datang, simpan HPmu!
Saat anak bercerita, simpan HPmu!
Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu!
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu!
Saat rumah berantakan, simpan HPmu!
Saat matahari merekah, udara sejuk, angin semilir, anak2 tertawa riang, simpan HP mu!

Perhatikan duniamu dengan seksama. 
Sebab nikmat Ilaahi ada di sana. 
Hiduplah!! 
Engkau belum mati tapi sudah bertingkah seperti mayat.

Dari al-Bara’ bin ‘Azib رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, 
kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
[HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289)]

Orang-orang yang menjulurkan tangan untuk berjabatan tangan 
kepada saudara2nya sesama muslim, 
maka berguguranlah dosa2nya sebagaimana bergugurannya daun2 dari pohon.

Hal ini disebutkan dalam hadits hadits Rasullullah ﷺ :

:إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا لَقِيَ الْمُؤْمِنَ وَأَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرُ.

“Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan seorang mukmin, 
dan mengambil tangannya, lalu ia menjabatinya, 
maka akan berguguran dosa-dosanya sebagaimana daun pohon berguguran”. 
[HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath 245]

Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan pergaulannya 
sehari-hari memerlukan interaksi dengan sesama manusia lainnya. 
Sebagai umat islam yang menganggap sesama muslim lainnya sebagai saudara 
mempunyai aturan yang mutlak untuk dita’ati berupa larangan dan 
perintah berupa adab yang telah digariskan oleh syari’at islam.

Wallahu a'lam Bishowab

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.


Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment