Monday, April 16, 2018

Akhlak Shalahuddin Al Ayubi Mengikuti Rasulullah SAW

Rate this posting:
{[['']]}

Habib Ali Al Jufri:

-- Akhlak Shalahuddin Al Ayubi Mengikti Rasulullah Saw --

Dalam salah satu pertempuran (perang salib) tentara Shalahuddin Al Ayubi telah menangkap dan menawan lebih dari 5000 musuh, Sementara Musim dingin akan datang. Saat tersebut merupakan moment yang tepat untuk menyiksa musuh dengan cara membiarkan mereka mati kedinginan, tapi apa yang dilakukan Salahuddin Al Ayubi ?.

Saat itu Shalahuddin Al Ayubi- bertanya kepada para jenderalnya "apakah kita memiliki stok pakaian musim dingin dan selimut untuk para Tahanan perang saat musim dingin tiba ? "

Dan para jenderal menjawab, 'tidak,kita tidak memiliki cukup pakaian musim dingin dan selimut bagi mereka'

sehingga Shalahuddin Al Ayubi-mengatakan kepada para jendralnya untuk membebaskan para tahanan. Dan kemudian para jenderal perotes dan mengatakan "apabila dilepaskan mereka akan kembali dengan pedang mereka untuk memerangi kita".

Dan Shalahuddin Al Ayubi-menjawab "jika mereka datang kembali dengan pedang maka kita bunuh mereka dengan pedang, dan membunuh mereka dengan pedang lebih baik bagi kita daripada menghadap ke hadirat Allah pada hari kiamat, 
dan kita akan dipertanyakan tentang mengapa kita membunuh mereka para tahanan dengan cara membiarkan mereka mati kedinginan".

Apakah Anda tahu dari mana ajaran seperti ini di ambil ? 
Dari Sabda Nabi Muhammad SAW. setelah perang Badar, para tawanan perang digring, dan mereka adalah orang-orang yang memerangi Nabi Saw dan para sahabat, saat itu Nabi Saw melihat mereka dalam keadaan di rantai, melihat hal tersebut Nabi SAW besabda kepada para sahabat "Bermurah hati lah pada tawananmu".

"Apakah Anda tahu apa yang terjadi setelah sahabat mendengar itu? 
saat itu Rasulullah memerintahkan kepada para sahabat agar setiap orang tidak boleh memiliki lebih dari dua potong roti.

2 roti tersebut terdiri dari Satu roti yang terbuat dari gandum kualitas baik sedangkan yang lainnya terbuat dari gandum kualitas rendah.

dan mereka para sahabat memberi roti dengan kualitas baik tersebut kepada para tawanan perang. sedangkan roti kualitas buruk diperuntukan tuk diri mereka sendiri dan istri-istri mereka.

Jadi ini adalah contoh dari rahmat-Beliau Nabi S.A.W mereka semua berkumpul dalam satu cinta dan belas kasihan terhadap setiap makhluk bahkan terhadap musuh sekalipun

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment