Cara Jitu Menjauhkan Anak Dari Sisi Kita Atau Menjadikannya Munafik


Cara jitu menjauhkan anak dari sisi kita ATAU menjadikannya munafik.

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun." 
(QS Al-Baqarah Ayat 263)

Apa yang menyakitkan seorang anak? Baik yang masih kecil ataupun yang telah besar?

Jawabannya adalah apapun yang menyakitkan seorang manusia. Dan yang paling menyakitkan bagi seorang manusia adalah saat dia tidak dperlakukan sebagai manusia seutuhnya (dianggap kurang manusia dari diri kita).

Saat perasaan, kehendak seseorang tidak kita terima Jika tidak sesuai dengan keinginan kita, Maka kita telah memperlakukannya dengan merendahkan.

Jiwa orang yang tidak menerima perasaan dan kehendak serta pilihan orang lain seutuhnya adalah jiwa yang ujub dan meremehkan. .Jiwa yang hanya mengakui dirinya seorang yang manusia(sehingga satu2nya yg punya hak merasakan dan memilih) sementara orang yg dia tolak hak2 kemanusiaanya hanyalah perpanjangan anggota tubuhnya. Yang bertugas mengabdi kepada keinginannya(hawa nafsunya).

Bagaimana kita menyakiti (kehormatan) anak kita dengan pemberian kita?

Pada anak2 kita memberikan hanya saat dia mau melakukan yg kita inginkan dan memberi hukuman(menarik pemberian) saat dia memilih selain yang kita mau.

Dengan pemberian hadiah dan hukuman begini kita memberi pesan pada anak kita Bahwa kau hanya diterima sebagai manusia, diberikan hak2nya saat kau mengikuti kemauan ku. Saat kau makan sesuai banyak dan waktu yg ku inginkan, saat kau mandi sesuai waktu yang kuinginkan, saat kau belajar hal2 yg kuinginkan di waktu yang kuinginkan dst.

Dan perlakuan ini hanya melahirkan 3 jenis anak.
1. Anak yang membangkang dan melawan, Semua hal yang kita larang adalah keinginan mereka. MEreka menolak di rendahkan dan diperlakukan kurang manusia oleh kita. Jika dia mengenal Allah, maka dia akan selalu merasa sebagai anak durhaka.

2. Anak yang penurut di depan kita karena mengharapkan keuntungan dari kita(pemberian2 kita) tapi saat berjauahan(kita tidak melihat) dengan kita mereka Akan tetap melakukan apa yg mereka inginkan, alias menjadi anak yang munafik pada kita.

3.Anak yang Riya berat, dia tidak menyadari keinginan dan perasaan2nya lagi. Dia menjadi merasa berdosa saat menolak orang lain. SEHINGGA seluruh dunia menjadi majikannya. Dia menjadi budak semua makhluk. Ini yang paling parahnya, Karena jiwa anak sendiri tersembuny dari dirinya. Apa yg dia rasakan terhalang dari dirinya sendiri karena fokusnya hanya pada bagaimana menyenangkan seluruh makhluk. Dia akan menjadi orang yg selalu merasa dirinya orang baik dan jadi korban. Dia terhalang dari dosa2nya sendiri, karena pengendalian lahirnya sangat terlatih untuk selalu terlihat baik. Namun dia terblokir dari jiwa sejatinya. SEPANJANG WAKTU.

biasanya jenis anak ke 3 ini hidupnya akan sempit terus menerus, menerima penghianatan dan penghinaan terus menerus. Sampai dosis yang cukup yang akhirnya membuatnya tidak tahan untuk mengeluarkan semua sampah didadanya, sehingga dirinya bisa melihat apa yg selama ini dia terhalang darinya(bahwa dia manusia yg punya kesalahan, bukan seorang wali yang suci dan tanpa dosa). -Kemudian jihad berlanjut dengan menerima yg terlihat atau menolak yg terlihat dengan mencari bukti kebaikan diri dengan fokus melihat kesalahan orang lain dan merendahkan.-

JADILAH Pemberi yang profesional. YAITU memberi tanpa syarat, memberi tanpa meminta yg diberi menyerahkan kehormatannya, keinginannya, perasaan2nya pada kita.

KITA orang tua BUKAN TUHAN.

kalau Allah demikian maka itu PAntas dan PASTI Membaikan. Karena keinginan Allah adalah manusia mendapat kehidupan yang merdeka disisiNya.

Dan semakin kuat ambisi kita menjadi tuhan yang dituruti oleh anak2 kita maka semakin kuat hati kita dikuasai hawa nafsu. MAKA semua pemberian2 kita hanya akan menyakiti yang kita beri, hanya menghinakan yang kita beri.

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun." 
(QS Al-Baqarah Ayat 263)

Teladanilah Allah. yang Kaya dan tidak butuh dari yang diberi dan sangat santun pada yang diberi, yaitu memberi tanpa syarat.

Jadilah pemberi yang profesional seperti Allah kepada anak2 kita.

dan kita hanya bisa demikian JIKA sudah tidak butuh lagi anak2 kita memperlakukan kita sebagai tuhan mereka. JIKA kita sudah bisa menerima diri kita hamba Allah yang sejati.

astaghfirullah alazim

Sumber tulisan : Diah Listyani

wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama