Peringatan Syekh Al Buthi Untuk Rakyat Dan Pemimpin Negara-Negara Berpendudukan Muslim


PERINGATAN SYEKH AL BUTHI UNTUK RAKYAT DAN PEMIMPIN NEGARA-NEGARA BERPENDUDUKAN MUSLIM

Salah satu analisis syeikh said ramadhan albuty jauh-jauh hari bahakan tahun sebelum perang-perang di dunia arab meletus, cara "mereka" membuat perang di dunia arab:

Adu domba antara pemerintah dengan rakyat(muslimin), dengan cara membuat rakyat selalu curiga pada pemerintah lalu membuat mereka berfikir kalau pemerintah itu sudah terlalu zalim dan tidak mungkin diperbaiki dengan cara-cara yang baik lagi. Disisi lain mereka juga selalu mengiring opini pemerintah dan pendukungnya agar berfikir kalau umat islam itu ancaman bagi kekuasaan, dan harus digerus baik secara pemikiran maupun gerakan, dengan menyempitkan pergerakan mereka, dan jangan pernah mau berdilalog apalagi duduk sama kita, dengan mereka karena mereka beda sama kita, tapi tekanlah mereka.

Ini akan berefek pada opini yang terbentuk pada sisi rakyat "pemerintah benci islam" dan pada pemerintah "muslim itu tidak nasionalis dan ancaman negara". Padahal kedua pihak itu cinta islam dan nasionalis!!! Efek jangka pendek tidak akan terasa, tapi setelah beberapa puluh tahun, hubungan kedua pihak akan membatu bahkan mengkristal, hanya butuh satu atau dua tahun memasukkan provokator baik dalam atau luar negeri, perang pun akan meledak. Padahal kedua pihak sama-sama tidak mau perang, tapi efek emosi yang dipendam ditambah provokator yang memancing emosi itu keluar, perang tidak bisa dihindari, setelah beberapa tahun mereka sama-sama menyesal, tapi perang tetap gak bisa dihentikan, karena yang berperang tidak hanya mereka tapi banyak juga asing bermain dengan teroris boneka buatan, tiap mereka mau berdamai selalu ada provokasi, yang melanggar perdamaian yang entah dari pihak mana yang melakukan tidak ada yang tau, mereka akhirnya saling tuding, perdamaian yang direncanakan batal, orang mati bertambah karena sebab gak jelas "yang dibunuh gak tau kenapa dibunuh, yang membunuh gak tau untuk apa membunuh", begitu terus sampai personel metalica pergi umrah.

Dan beliau selalu mengingati kedua belah pihak baik melalui ceramah pada rakyat atau ketika bertemu langsung dengan pemimpin, tapi karena ini efek jangka panjang yang tidak terasa langsung dan saling mempertahankan ego apalagi opini merasa terancam sama-sama sudah dipercaya sama opini yang terbentuk, nasehat ini sulit diterima. Nah di indonesia gejala seperti ini sudah ada, jika terus berlanjut bisa bahaya. Saling tuding radikal vs zalim atau anti-nasionalis vs anti-islam mulai dilakukan. Padahal sebenarnya kedua belah pihak cinta islam dan nasionalis hanya berbeda cara pandang, dan kedua pihak jarang yang mau duduk bareng, karena saling suudzon dan merasa benar sendiri, iya ada dikedua belah pihak yang penuh kepentingan, tapi banyak juga yang ikhlas, saling curiga apalagi sampai mempertahankan kubu-kubuan yang merasa paling suci berbahaya, kecuali jika kesalahan masyarakat timteng ingin di ulang, tapi harga mahal harus dibayar. Yang jangan mengimpor konflik timteng ke indonesia bukan hanya satu pihak, tapi kedua pihak, intinya jangan saling sok suci sajalah

Dan aku yakin yang membenarkan apa yang aku tulis disini, setelah membacanya, lalu membaca berita dimedsos yang tentang kejelekan pihak yang tidak disukainya pasti masih berkata "tukan pemerintah sekarang memang gak bisa di ubah lagi" dan satu pihak lagi akan berfikir "benar kan apa yang aku katakan? Kaum sorban ini memang harus dibasmi, mereka benar-benar mengancam negara". Itu karena keduanya sama sekali tidak mau melihat sisi positif pihak yang berbeda, kebencian sudah mendalam, walaupun keduanya berkata kami adalah yang mewakili cinta. Dan akhirnya pangeran dan putri pun hidup bahagia selamanya dan kerajaan mahasmeti pun hidup makmur. Nehiiiiiii, itu hanya ada dalam film bahubali!!

Oleh ustad Fauzan orang Indonesia yang menuntut ilmu di Suriah

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma Sholli a'la Sayyidina Muhammad wa ala alihi washobihi wasalim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama