Friday, June 22, 2018

Kisah Imam Abu Hanifah Menyadarkan Orang Sombong

Rate this posting:
{[['']]}

Kisah Imam Abu Hanifah Menyadarkan Orang Sombong

Salah seorang ulama berada di masjid Rushafah hendak memamerkan kemampuan intelektualnya. Dengan sombongnya Ia berkoar di hadapan para hadirin, "aku siap menjawab pertanyaan sesulit apapun dari kalian!".

Tanpa Ia sadari bahwa di antara hadirin yang ditantangnya untuk mengajukan pertanyaan kepadanya terdapat seorang alim pendiri madzhab Hanafi; Abu Hanifah. Seorang ulama yang jauh lebih alim dan rendah hati.

Sejurus kemudian Abu Hanifah mengacungkan jari tangannya untuk mengajukan pertanyaan kepada ulama yang terbujuk itu. "Apa pertanyaanmu?" tantang ulama sok alim tersebut.

Abu Hanifah kemudian menyampaikan pertanyaannya, "semut yang berbicara dengan Nabi Sulaiman AS itu laki-laki apa perempuan?"

Mendengar pertanyaan Abu Hanifah yang sederhana namun sulit dijawab tersebut, orang sok alim tadi tidak bisa menjawab. Ia merasa malu dan hanya dapat menundukkan kepala.

Karena tidak mampu dijawab, Abu Hanifah menjawab pertanyaannya sendiri, "sesungguhnya semut tersebut berjenis kelamin perempuan".

Ulama yang arogan tersebut penasaran dengan jawaban Abu Hanifah. Lantas Ia menanyakan dalilnya kepada Abu Hanifah.

Dengan sigap dan cekatan Abu Hanifah menjelaskan:

Dalilnya adalah firman Allah QS An-Naml ayat 18, hatta idzaa atau 'ala waadinnamli qaalat namlatun.

Bahwa dalam ayat tersebut fi'ilnya kata "namlah" berupa shighat mu'annats (qalat) yang menunjukan bahwa semut yang berbincang dengan Nabi Sulaiman adalah perempuan".

Setelah memberi jawaban sekaligus penjelasan dalilnya, Abu Hanifah memberi nasehat kepada ulama yang sok alim tersebut, "Sebenarnya saya tidak ingin bertanya kepadamu. Aku lebih suka untuk mengatakan kepadamu, janganlah kau terbujuk dengan kelebihan yang kau miliki".

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala 'alihi washobihi wasalim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment