Adab Terhadap Guru


MADRASAH TARIM

ADAB TERHADAP GURU

Dikisahkan dizaman Harun Ar-Rosyid, beliau mempunyai seorang anak lelaki dan berniat untuk mengirimnya kepada Ulama supaya bisa belajar tentang ilmu dan adab. -
Maka ada disuatu daerah ulama yang alim, beliau bernama Asma'i. Dan dikirimlah anaknya untuk menuntut ilmu dan adab pada ulama Asma'i.

Suatu waktu Harun Ar-Rasyid berangkat untuk menjenguk anaknya yang sudah lama menuntut ilmu dan adab, maka berangkatlah Harus Ar-Rasyid.

Sesampainya ditempat anaknya menuntut ilmu, beliau melihat Ulama Asma'i sedang berwudhu dalam posisi membasuh kakinya dan yang menuang air adalah anak Harun Ar-Rasyid.

Melihat kejadian tersebut, Harun Ar-Rasyid menjumpai Ulama Asma'i dan menegurnya dengan berkata:

"Wahai Ulama, bukankah aku mengirim anakku kepadamu untuk belajar ilmu dan adab yang besar? Tapi kenapa engkau hanya menyuruh anakku untuk menuangkan air? Kenapa engkau tidak menyuruhnya untuk menuangkan air sedangkan tangan yang satunya untuk membasuh kakimu?"

(Sumber: ๐Ÿ“šKitab Ta'lim Mutaa'lim)

Dikatakan juga oleh para ulama:

ู„ูŠุณ ุงู„ุฌู…ุงู„ ุจุฃุซูˆุจ ุชุฒูŠู†ู†ุง # ุฅู† ุงู„ุฌู…ุงู„ ุฌู…ุงู„ ุงู„ุนู„ู… ูˆ ุงู„ุนุฏุจ

Bukanlah suatu keindahan dengan pakaian yang menghiasi kami # Sesungguhnya keindahan adalah indah dengan ilmu dan adab
-
ูˆู„ูŠุณ ุงู„ูŠุชูŠู… ุจู…ูˆุช ูˆู„ุฏู‡ # ุฅู† ุงู„ูŠุชูŠู… ูŠุชูŠู… ุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ุนุฏุจ

Dan bukanlah yatim dengan meninggal kedua orangtuanya # Sesungguhnya yatim adalah yatim (tidak memiliki) ilmu dan adab

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama