Senin, 16 Juli 2018

Bedanya Pemahaman Perkara Munafik Antara Sahabat Nabi SAW Dengan Kaum Muslimin Saat Ini

Rate this posting:
{[['']]}

BEDANYA PEMAHAMAN PERKARA MUNAFIK ANTARA SAHABAT NABI SAW DENGAN KAUM MUSLIMIN SAAT INI

Oleh : KH.DR. Abdi Kurnia Djohan

Handzolah radhiyallahu anhu pernah mengira dirinya terkena penyakit nifāq (munafik) karena ia merasakan keadaan jiwa yang berbeda ketika bersama Rasulullah dan ketika bersama keluarganya.

Pada saat bersama-sama dengan Rasulullah, Handzolah merasakan nikmatnya taqarrub (berdekatan dengan Allah). Matanya selalu menangis ketika Rasul menyebut Allah, surga dan neraka. Namun, keadaan itu tidak Handzolah rasakan ketika sedang bersama keluarganya. Handzolah selalu digoda dengan tawa oleh keluarganya. Seakan dia akan hidup lama di dunia. Tangis rindu kepada Alloh pun lenyap ketika kebersamaan dengan keluarganya menggelora.

Handzolah panik. Apakah ia telah terjangkit munafik?

Kondisi yang dialami Handzolah itu berbeda dengan sebagian orang yang mengaku umat Muhammad pada zaman now. Bisa dikatakan bahwa kekhawatiran terkena penyakit nifaq atau munafik itu, nyaris tidak ada.

Jika dulu, Handzolah takut mengkhianati Rasulullah. Sebagian umat Rasul zaman now kini bahkan berani mengolok-olok Arab yang notabene adalah kebangsaan Rasulullah. Padahal mengolok-olok Arab sama saja mengolok-olok Rasulullah.

Apakah ada dalilnya?

Jawabnya ada, bahkan Imam al-Hakim menilai haditsnya shahih:

تبْغِضُ العَربَ تُبغضنِي

Membenci Arab berarti membenci aku (sebagaimana dikutip Syaikh Yasin al-Fadani di dalam al-Arba'un al-Buldaniyyah)

Parahnya lagi, penilaian tidak adil terhadap Rasulullah dan para sahabat kini gencar dilakukan di media sosial. Dan anehnya, mereka yang melakukan itu juga bangga menggunakan simbol-simbol Islam, seperti surat Yasin, surat al-Ikhlas dan terlebih sering al-Fatihah.

Orang-orang yang suka mengolok-olok Rasulullah dan para sahabat itu juga sering mengatakan dungu terhadap orang yang mengamalkan sunnah. Entah kebetulan atau disengaja, apa yang mereka katakan itu agak-agak mirip dengan isi surat al-Baqarah ini;

(وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ)

Dan apabila dikatakan kepada mereka, " berimanlah kalian, seperti orang-orang itu beriman", mereka menjawab ," apakah kami akan beriman seperti orang-orang bodoh beriman?" Ketahuilah merekalah orang-orang bodoh itu akan tetapi mereka tidak mengetahui."

[Surat Al-Baqarah 13]

Betapa beruntungnya Handzolah yang telah merasakan nikmatnya iman dan mengetahui bahayanya nifaq.

Semoga Allah anugerahkan kepada kita nikmat imannya Handzolah.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar