Profil Pondok Pesantren Al-Iman Magelang



PROFIL PONDOK PESANTREN AL-IMAN MAGELANG

Nama Pesantren : Al-Iman
Pendiri : KH. Muhammad Yunus Alwan
Tahun Berdiri : 1942
Pengasuh : KH. Juhdan Fathoni
Alamat : Jl. Talun Km. 1 PO. BOX 177 Sedayu Muntilan – Magelang, Jawa Tengah
No. Telephone : (0293)587467
Website : https://pesantrenaliman.or.id
Jumlah Santri : 285 santri
Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Tarbiyah Muballighin wal Muallimin
Biaya :–

Profil

Perguruan “Al-Iman” didirikan oleh Ustadz Yunus Muhammad Alwan, pada bulan November 1942 di Dusun  Benteng, Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Lokasi ini berada sekitar 30 Km di sebelah utara Kota Yogyakarta, 12 Km sebelah selatan Kota Magelang. Ustadz Yunus Muhammad Alwan adalah alumni Madrasah Alawiyah Arabiyah di Singapura. selepas belajar di Singapura, Ustadz Yunus Muhammad Alwan melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren (PP) Tremas, Jawa Timur, dan Madrasah al-Iman, Kotamadya Magelang. Sebagai pendiri, beliau telah meletakkan dasar pendidikan dengan sistem Salafiyah/Tradisional. Dua tahun kemudian, PP ini dilengkapi dengan sistem klasikal, yang telah berjalan selama 21 tahun.

Tepat pada 1963, kurikulum PP Al-Iman disempumakan, dengan menganut kurikulum terpadu sebagai penjabaran dari ketentuan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri: Menteri Agama, Menteri P&K dan Menteri Dalam Negeri. Dengan mengikuti kurikulum tersebut, tamatan dari madrasah di lingkungan PP ini dapat meneruskan ke jenjang sekolah umum yang lebih tinggi.

Pada 26 November 1986, Ustadz Yunus Muhammad Alwan wafat, kepemimpinan PP Al-Iman diteruskan oleh putranya, Ustadz KH. Muhammmad Hadi Y, MA

Untuk menampung santri yang terus membludak, dan karena alasan menghindari ”keresahan” antar sesama organisasi keagamaan, lokasi PP di pindah dari Dusun Benteng, Kelurahan Muntilan ke Dusun Patosan, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, yang berjarak kurang lebih 500 M dari lokasi yang lama. Pada masa kepemimpinan KH. Muhammad Hadi, guna mendukung penyelenggaraan pendidikan di PP ini dibentuk  Yayasan Pesantren Al-Iman, di depan Notaris Kunsri Hastuti dengan nomer Akta Notaris No: 027/27 April 1988 dan pengesahan sebagai organisasi kemasyarakatan di bidang sosial dengan No: 429/ORSOS/VL99.

Muhammad Hadi Y, MA. Wafat tanggal 25 April 2001, dan kini kepemimpinan yayasan dipegang Kyai Juhdan Fatoni, sedang kepemimpinan sehari-hari PP dipegang oleh KH. Muhammad Zuhairi S.Ag, putra Alm. KH. Muhammad hadi.

Masyarakat dan potensi Wilayah

Setiap disebut Kota Muntilan, maka dalam benak masyarakat tergambar komplek Pasturan, tempat yang sejak dahulu menjadi pusat penyebaran agama Katolik di Indonesia. Pasturan merupakan sebuah komplek luas yang terdiri dari Pemakaman Van Lith, Rama Sanjaya, Gereja Katolik, Sekolah-sekolah TK, SD, SMP, SMU dan Politeknik Bruderan.

Secara kuantitas, jumlah orang Islam di Kecamatan Muntilan masih mayoritas, namun mutu lembaga-lembaga pendidikannya di bawah mutu pendidikan yang diselenggarakan lembaga pendidikan Katolik.

Komplek PP Al-Iman berada di Dusun Patosan Desa Sedayu, Kecamatan Muntlan. Komplek ini terletak tidak sampai 300 M dari komplek Pasturan. Sedikit banyak, situasi masyarakat memberi wama penyelenggaraan pengajaran di PP ini. Untik menjawab pertanyaan itu, lisanul haq (perbuatan nyata) dijadikan salah satu tujuan pesantren yang antara lain diwujudkan dengan adanya mata pelajaran Ilmu Kekristenan (kristologi) Pengajarnya adalah orang-orang Islam yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang kekristenan.

Organisasi Kelembagaan

Pengolahan PP Al-Iman dilakukan secara kolektif dalam wadah organisasi Yayasan PP Al-Iman. Struktur yayasan terdiri dari dewan penasehat, ketua/pengasuh, wakil ketua, sekertaris, bendahara dan ketua-ketua bidang. Seluruhnya berjumlah 36 orang. Selain itu juga ada dewan pengelola yang merupakan gabungan antara anggota-anggota keluarga Kyai  Muhammad Hadi Y, MA. (alm.) besarnya sekitar 1/3 dari fungsionaris yayasan dengan orang-orang bukan keluarga Kyai. Pola ini merupakan pergeseran fungsi kyai yang tradisional ke arah pola manajemen modern.

Kegiatan Pendidikan

Pendidikan sekolah

Di lingkungan PP Al-Iman diselenggarakan program-program pendidikan: Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Tarbiyatul Muballighin wal Mu’allimin:

Madrasah Tsanawiyah; madrasah ini menerima siswa tamatan Madrasah Ibtidaiyah dan SD. Untuk tamatan SD dan MI yang belum matang, disiapkan kelas takhasus selama satu tahun terutama untuk belajar bahasa Arab.

Madrasah Aliyah : madrasah ini menerima siswa tamatan Madrasah Tsanawiyah dan SMP. Untuk tamatan SMP dan Madrasah Tsanawiyah diluar pondok disiapkan kelas takhasus selama satu tahun, terutama untuk belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Tarbiyatul Mubalighin wal Muta’allimit: merupakan lembaga pendidikan di bidang dakwah yang sederajat dengan Diploma satu.

Pendidikan kepesantrenan

Kegiatan santri di lingkungan PP Al-Iman Muntilan diatur dengan jadwal yang ketat. Setiap hari, para santri harus bangun pukul 04.00 pagi untuk persiapan salat Subuh, mandi, berpakaian dan makan pagi. Pada pukul 06.45 para siswa melakukan apel. Pukul 07.00-09.40, para sanrti belajar di kelas tahap pertama. Pada pukul 10.00-13.40 para siswa belajar di kelas tahap kedua. Setelah itu, mereka melakukan salat dzuhur. Pada pukul 14.00-15.20 para siswa belajar di kelas tahap ketiga. Setelah ini, para siswa bersiap melakukan salat ashar, istrahat, belajar mandiri dan melakukan salat magrib, para santri istirahat, belajar mandiri, salat isya’ dan seterusnya.

Kegiatan ekstrakurikuler

Secara umum, di PP Al-Iman telah banyak kegiatan dilakukan ekstrakulikuler, antara lain berupa pelatihan koperasi, jahit-menjahit, industri, ekonomi, peternakan, penghijauan, majelis taklim dan lain-lain.

Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan berbagai departemen, LSM, dan perusahaan. Namun, diakui bahwa keterampilan-keterampilan yang diajarkan tersebut kurang berkembang. 

Sarana dan Prasarana

 Guna menompang penyelenggaraan pendidikan, PP Al-Iman Muntilan memiliki tanah sekitar dua Ha tanah, yang terdiri atas tanah wakaf, tanah dengan hak milik, tanah dengan hak guna bangunan, dan ada pula tanah sewa.

Di atas tanah tersebut kini berdiri bangunan-bangunan asrama putra dengan enam buah kamar mandi, asrama putri dengan kamar mandi empat buah, sebuah masjid, lapangan olah raga voli, badminton, perpustakaan dan lain-lain.

Ciri Khas

Ciri khusus yang dimiliki adalah pengembangan keterampilan berbahasa Arab, Inggris dan Indonesia.

Santri, Kyai dan Ustadz/Guru

Di PP Al-Iman kini ada 285 santri yang tengah belajar. Sebagian besar, kurang lebih 240, tinggal diasrama yang disediakan, dan 45 santri lainnya tidak tinggal di asrama. Santri mukim terdiri atas 183 laki-laki dan 122 perempuan.

Tenaga pimpinan dan pengasuh PP terdiri atas dua orang kyai, tiga orang badal, 35 ustadz/guru serta empat  orang pegawai. Dilihat dari aspek pendidkannya, dua orang ustadz tamatan SLTA, 19 orang Sarjana muda/diploma dan 15 orang sarjana, dari tenaga pengasuh, dua diantarannya bantuan dari Deparemen Agama, sedang ustadz/guru lainnya merupakan tenaga honorer Yayasan.

Program Pengembangan

Kegiatan-kegiatan ekonomi yang ada di lingkungan PP Al-Iman bertujuan untuk dapat mendukung program pendidikan, sekaligus tempat latihan kerja santri. Usaha ekonomi yang ada ialah koperasi pesantren.

Saat ini sedang direncanakan untuk membangun komplek yang memiliki 36 kelas, sehingga dapat menampung 600 santri laki-laki dan 400 santri perempuan. Untuk mewujudkan harapan tersebut, saat ini sedang diajaki kemungkinan kerjasama dengan sebuah perusahaan pemegang pemenang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Kalimantan.

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama