Profil Pondok Pesantren Darussalam Pontianak


PROFIL PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PONTIANAK

Nama Pesantren : Pesantren Darussalam, Pontianak
Pendiri : KH. Muhammad Yunus Alwan
Tahun Berdiri : 1942
Pengasuh : KH. Juhdan Fathoni
Alamat : Jl. Raya Sengkubang Mempawah Hilir, Pontianak Kalimantan Barat78951
No. Telephone : (0293)587467
Website : https://pesantrenaliman.or.id
Jumlah Santri : 285 santri
Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Tarbiyah Muballighin wal Muallimin
Biaya : –

Profil

Pondok Pesantren Yayasan Darussalam berdiri 25 juli 1992. Pesantren ini menempati areal tanah yang terletak dipinggir jalan raya yang menghubungkan antara Pontianak dan Sambas. Jarak pesantren ini dengan Mempawah, ibu kota Pontianak sekitar 10 KM. Sedangkan dari ibu kota Kalimantan barat sekitar 75 km.

Berdirinya pesantren ini tidak lepas dari keprihatinan sejumlah tokoh masyarakat terhadap kondisi yang ada dilingkungan mereka saat itu. Sebelum pondok pesantren ini berdiri, didaerah Sengkubang khususnya dan Mempawah pada umumnya belum ada pondok pesantren yang dikelola secara profesional. Orang tua yang ingin memasukan anaknya kepesantren, istilahnya dikirim ke jawa. Sementara dari sisi lain, kondisi masyarakat diwilayah itu juga memprihatinkan dalam pengamalan ajaran Islam. Berbagai gejala negatif akibat perkembangan zaman menimpa daerah ini, disamping gejala positif yang ada.

Realitas semacam itu, mendorong tokoh masyarakat untuk mendirikan sebuah tokoh pesantren yang modern dan reprensentatif. Setelah melalui pembicaraan intensif, akhirnya diputuskan untuk mendirikan pesantren di Sengkubang menempati areal tanah yang sebelumnya digunakan untuk madrasah. Pondok pesantren tersebut diberi nama Pondok Pesantren Yayasan Darussalam. Pesantren ini berada dibawah naungan Yayasan Darussalam.

Pimpinan pondok pesantren adalah Tusirana Rasyid. Pria kelahiran Ponogoro sebelumnya menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren “wali songo” Ponogoro, Jawa Timur. Adapun wakilnya H. Yusdiansyah, warga Sengkubang dan anak salah seorang pimpinan yayasan. Ia menamatkan pendidikan di Pondok Modern Gontor, Ponogoro, Jawa Timur.

Perkembangan Pesantren

Meski didirikan tahun1992, tetapi sejarah Pondok Pesantren Darussalam cukup panjang. Pesantren ini pada awalnya adalah sebuahMadrasah Diniyah yang didirikan pada 1964. Pendirian madrasah itu dipelopori oleh beberapa tokoh masyarakat Mempawah, antara lain: K.H. Yusuf Amin, M. Harun, M. Yusuf Nizam, A. Hamid Nazam. Kemudian pada 1970, didirikan pula Madrasah Tsanawiyah oleh M. Zuhdi H. Yusuf.

Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, madrasah tersebut mengalami kevakuman. Akhirnya pada 1983, dirintis kembali berdirinya Madrasah Tsanawiyah. Murid tahun pertamanya berjumlah 39 anak.

Lima tahun kemudian, tepatnya 1988 didirikan Madrasah Aliyah, dengan tujuan untuk menampung siswa tamatan Madrasah Tsanawiyah. Seluruh siswa berasal dari wilayah Sengkubang.

Barulah pada 1992, didirikan Pondok Pesantren Darussalam. Jumlah santri pertama 17 orang. Mereka menempati bangunan sederhana yang tersedia. Semua biayanya ditanggung oleh yayasan alias gratis. Pada tahun berikutnya, para santri mulai ditarik biaya. Dari tahun ketahun pondok pesantren ini mengalami kemajuan baik dari segi jumlah santri, berbagai fasilitas fisik, dan sarana-prasarana lainnya. Saat ini, Pondok Pesantren Darussalam memiliki sejumlah gedung lembaga pendidikan, santri, dan berbagai kegiatan ekonomi.

Pesantren ini memiliki 447 santri, terdiri dari 215 santri laki-laki dan 232 santri perempuan. Dengan demikian, santri perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dari segi bangunan fisik terdapat sejumlah bangunan untuk berbagai keperluan. Bangunan kantor ada 2 buah, kamar tidur 14 buah, dapur 1 buah, tempat belajar, rumah guru 5 buah, perpustakaan, koperasi, dan sebuah masjid.

Pesantren Darussalam juga memiliki sejumlah tanah yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Tanah pekarangan, yang digunakan untuk asrama, tempat belajar serta masjid seluas 1,3 hektar, perkebunan 14 hektar, tanah yang akan ditanami ladas seluas 1,9 hektar dan tanah kosong atau hutan seluas 4 hektar. Adapun tenaga pengelola terdiri dari seorang kiyai, dua wakil pakkyai, guru tetap 14 orang, guru tidak tetap 15 orang, guru negeri 2 orang, dan pengasuh 13 orang.

Organisasi kelembagaan

Yayasan Darussalam merupakan lembaga tertinggi di Pondok Pesantren. Ketuanya H. Abdullah. Sektretaris, HM. Yunus Nazam. Dan Bendahara, H. Hasan Zulkifli. Yayasan ini membawahi tiga lembaga meliputi:Pondok Pesantren, Panti asuhan, dan bidang-bidang yang terdiri dari usaha, perlengkapan, dan kemasyaraakataan. Masing-masing lembaga memiliki sejumlah pengelola.

Struktur organisasi pondokpesantren terdiri dari Dewan Pimpinan Pondok Pesantren. Dewan ini membawahi Pimpinan Pondok Pesantren. Sedangkan Pimpinan Pondok membawahi Sekretariat Pondok, Pembina Santri, Madrasah serta lembaga pendidikan lainnya. Selain itu, Pimpinan Pondok Pesanten juga membawahi OPPD (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Darussalam). Namun dalam operasionalnya dilakukan melalui pengasuh madrasah/lembaga pendidikan yang ada. Pimpinan Pondok Pesantren dijabat KH. Tusirana Rasyid. Adapun wakil nya dijabat oleh H. Yusdiansyah dan Muhrodji.

Meski Pondok Pesantren dibawah naungan Yayasan Darussalam, tetapi ada pemisahan tegas pengurus dari dua lembaga tersebut. Pengurus Yayasan tak boleh merangkap sebagai pengurus di Pesantren, itu juga sebaliknya. Dengan demikian, tak akan terjadi tumpang tindih tugas dan wewenang.

Tapi sebagai sebuah kesatuan, antarabidang yang satu dengan yang lain saling terkait. Misalnya antara bidang usaha, perlengkapan dan kemasyarakatan saling berkait untuk membantu kegiatan pondok  pesantren.

Semoga Bermanfaat 

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama