Profil Pondok Pesantren Riyadhul Ulum Sungai Piyuh, Pontianak - Kalbar


PROFIL PONDOK PESANTREN RIYADHUL ULUM SUNGAI PINYUH, PONTIANAK - KALBAR

Nama Pontren : Riyadhul Ulum
Lokasi : Ds/Kec. Sungai Pinyuh
Kab. Pontianak, Kalimantan Barat
Telp. 0561-652439
Pendiri : KH. Qomaruddin H. Sy.
Ust. Fathurroji AZ
Tahun Berdiri : 1987
Pimpinan Sekarang : A. Syakur, S.Sos
Jumlah Santri : 210 orang
Jumlah Ustadz/Guru : 36 orang
Lembaga Pendidikan : TPA, MTs, dan MA
Ciri Khas/kajian Nahwu : Fiqih, Nahwu, dan Sharaf

Profil

Pondok pesantren Riyadhul Ulum merupakan pengembangan  dari beberapa madrasah diniyah salafiyah di Desa Tarit, Banjar, Pahuman, Mandor dan Sei Ambawang. Madrasah-madrasah tersebut didirikan oleh seorang pengembara yang datang dari Gondang Legi, Malang Jawa Timur, bernama KH. Qomaruddin. Kedatangannya di Kalimantan Barat sekitar 1970-an, dengan maksud untuk  mencari kehidupan ekonomi.

Qomaruddin sebagai seorang alumni dari beberapa pondok pesantren di Jawa Timur merasa prihatin melihat rendahnya pendidikan masyarakat baik formal maupun non formal. Masyarakat membutuhkan lembaga pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan masyarakat desa. Sementara kehidupan ekonomi masyarakat tergolong kelas menengah bawah. Sementara keberagamaan masyarakat pun, baik pemahaman maupun pengalamannya termasuk rendah. Melihat kenyataan ini hati Qomaruddin terpanggil untuk memberikan penerangan atau menyampaikan dakwah kepada masyarakat dimana dia tinggal di lembaga yang didirikannya, yaittu Madrasah Diniyah Salafiyah.

Pada mulanya, Qomarruddin dalam mengelola madrasah-madrasah tersebut hanya sendirian. Setelah berjalan sekitar 15 tahun, dia bertemu dengan seorang pedagang batik (1985), Fathurozie, yang ternyata berasal dari daerah yang sama dengannya dan kebetulan juga sebagai saudara sepupunya. Fathurozie adalah seorang alumni dari beberapa pondok pesantren yang sama dengan          Qomaruddin, di  Jawa Timur. Oleh karena itu, Fathurozie tidak merasa keberatan ketika oleh Qomaruddin diminta untuk membantunya dalam mengelola madrasah. Sehingga akhirnya Qomaruddin tidak sendirian lagi mengelola madrasah.

Dengan maksud meningkatkan pengabdian dan kualitas lembaga pendidikan, maka pada tahun 1987, tepatnya tanggal 24 September, kedua saudara itu mengubah madrasah diniyah menjadi pondok pesantren dengan nama “Riyadhul Ullum”. Lokasinya pun berpindah ke tempat yang jauh dari keramaian kota, yaitu di Desa Sungai Pinyuh.

Dengan adanya motivasi yang tinggi dari kedua pendiri Pondok Pesantren Riyadhul Ulum serta dukungan masyarakat baik moril maupun materil, Pondok Pesantren Riyadhul Ulum dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Perkembangan tersebut terlihat dari adanya peningkatan jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Riyadhu Ulum setiap tahunnya. Sehingga sekarang jumlah santri yang belajar di pondook pesantren sebanyak 172 orang dengan jumlah pengasuh sebanyak 36 yang terdiri dari kyai, badal, ustadz dan guru. Demikian pula lembaga pendidikan yang ada sekarang berkembang. Selain

pendidikan kepesantrenan, juga didirikan lembaga pendidikan sekolah seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Keadaan Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren

Pondok Pesantren Riyadhul Ulum berada di RT. 05/RW.04, Desa Sungai Pinyuh Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak. Secara geografis daerah ini berada di dataran rendah dengan pantai hutan bakau dengan kondisi geografis semacam ini maka kehidupan ekonomi masyarakat bertumpuk pada perikanan dan pertanian tadah hujan. Sebagian masyarakat ( 35% ) memiliki matapencaharian sebagai nelayan. Lainnya bermata pencaharian sebagai petani (25% ), pegawai (15%) atau pekerjaan lainnya seperti buruh, pedagang dan sebagainya (25% ).

Namun demikian, kondisi perekonomian masyarakat dapat di katakan masih berada dibawah garis kemiskinan. Dalam kehidupan agama, mayoritas masyaraka tberagama islam. Sementara dari aspek politik daerah tersebut merupakan basis NU. Dari aspek sosial kemasyarakatan terdapat solidaritas yang kuat diantara sesama masyarakat yang direlisasikan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Organisai Kelembagaan

Penyelenggaraan dan pengelolaan Pondok Pesantren Riyadhul Ulum pada awalnya dikelola secara perorangan. Baru beberapa tahun kemudian di kelola oleh sebuah tim kerja dalam bentuk lembaga berbadan hukum atau yayasan dan menginduk pada ormas Islam, Nahdlatul Ulama ( NU ). Struktur kepengurusannya terdiri dari : Pelindung/penasehat (KH. Qomaruddin H. Sy ) Ketua ( A Syakur, S. Sos ), Sekertaris ( M. Fuady ), dan Bendahara ( Mila Chasanah S. Sos ). Kepengurusan ini dilengkapi juga dengan seksi-seksi : Pendidikan dan Dakwah ( Ustadz Basiruddin dan Ustadz Husin Abdulah ), Pengembangan ( Ustadz H. Ainul Yaqin ), dan seksi hubungan masyarakat ( Ustadz M. Sahir HQ ).

Kegiatan Pendidikan dan Ciri Khas

1. Pendidkan Sekolah

Jenjang pendidikan sekolah yang diselenggaraka dilingkungan Pondok Pesantren Riyadhul Ulum adalah  Taman Pendidikan Al- Qur’an ( TPA ), Madrasah Tsanawiyah ( MTs ), dan Madrasah Aliyah ( MA ). Kurikulum yang digunakan untuk TPA adalah susunan Pondok Pesantren, sementara untuk MTs dan MA mengacuh pada kurikulum Departemen Agama.

2. Pendidikan Luar Sekolah

3. Pendidikan Kepesantrenan

Pendidikan kepesantrenan yang diselenggarakan menggunakan sistem pengajaran sorogan. Materi yang diberikan adalah Fiqih, Tauhid, Al-Quran, Akhlaq, Hadits, Nahwu dan Sharaf. Kitab yang digunakan pada pengajian di pondok pesantren salafiyah, seperti ; Safinat al Naja, Fath al-Qarib, Aqidat al Awwam, Kifayat al-Awwam, al Jurumiyah, akhlaq li al Baini, Ta’lim al Muta’allim, al Kaelani, al Arbain al Nawawi, Tafsir Jalalain dan sebagainya.

Adapun yang menjadi ciri khas atau kajian utama dari Pondok Pesantren Riyadhul Ulum adalah kajian fiqih, nahwu dan sharaf.

Kegiatan Ekstrakurikuler/Keterampilan

Selain dibekali ilmu-ilmu agama, para santri juga dibekali keterampilan sesuai dengan kondisi geografis dimana santri berdomisili, yaitu pertanian dan perkebunan. Keterampilan bertani memberikan dasar-dasar pengetahuan dan praktek bertani. Perkebunan diberikan dasar-dasar pengetahuan dan praktek berkebun seperti, penyuburan tanah, penggunaan bibit unggul, pemupukan, pembasmian hama tanaman, peremajaan tanah hingga pemasaran hasil.

Keadaan Santri, Kyai dan Ustadz/Guru

Jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Riyadhul Ulum pada tahun 2005 sebanyak 210 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki (76%) dan 50 orang (24%) perempuan. Dari 210 orang santri yang mukim 35 orang (17%) yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 15 orang perempuan.

Para santri tersebut, kecuali santri di TPA Taman Pendidikan AL-Quran, selain mengaji di pondok pesantren juga belajar di berbagai lembaga pendidikan yang ada di lingkungan atau di luar lingkungan pondok pesantren. Santri yang belajar di lingkungan pondok pesantren belajar di Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan santri yang belajar di luar lingkungan pondok pesantren belajar di Sekolah Dasar, di SLTP, di SMU dan di SMK.

Para santri tersebut dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan pondok pesantren baik di pondok pesantren (mengaji) maupun di madrasah, diasuh oleh 36 orang pengasuh. Mereka adalah kyai/nyai (masing-masing seorang laki-laki dan seorang perempuan), 2 orang badal (1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan), 6 orang ustadz dan 4 orang ustadzah, dan 22 orang guru (17 orang laki-laki dan 5 orang perempuan).

Latar belakang pendidikan ke-36 pengasuh tersebut cukup bervariasi, 2 orang kyai lulusan pondok pesantren, 13 orang lulusan sarjana S1 (2 orang badal, 2 orang ustadz dan 9 orang guru), 2 orang guru lulusan D3, 6 orang lulusan D2 (2 orang ustadz dan 2 orang guru), 3 orang lulusan D1 (2 orang ustadz dan 1 orang guru), dan 10 orang lulusan SLTA (4 orang ustadz dan 6 guru).

Status kepegawaian para pengasuh, 9 orang pegawai tetap yayasan/pondok pesantren (2 orang kyai, 2 orang badal, 5 orang ustadz). Sedangkan lainnya (27 orang) adalah tenaga pegawai kerja honorer (5 orang ustadz dan 22 orang guru).

Sementara lama pengabdiannya di pondok pesantren ini, 5 orang guru mengabdi selama kurang dari 5 tahun, yang telah mengabdi selama 5-10 tahun sebanyak 29 orang (2 orang badal, 10 orang ustadz dan 17 orang guru), dan yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun berjumlah 2 orang yakni kyainya.

Dilihat dari tempat kerjanya, mereka mengasuh santri-santri yang belajar di TPA (10 orang ustadz), 11 orang guru mengasuh santri di MTs, 13 orang (1 orang kyai, 1 orang badal, dan 11 orang guru) mengasuh di MA dan 2 orang lainnya (seorang kyai dan seorang badal) mengasuh santri dalam belajar pesantren.

Sarana  Prasarana dan Pendidikan

Sarana prasrana pendidikan yang mendukung lancarnya proses pembelajaran, kegiatan administrasi, dan kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Riyadhul Ulum memiliki beberapa fasilitas diantaranya : ruang belajar sebanyak 2 lokal, ruang pimpinan pondok sebanyak 4 lokal, ruang pengasuh sebanyak 2 lokal, ruang tata usaha sebanyak 1 lokal, sebuah mushala 1 lokal, sebidang tanah seluas 164 m2 untuk lapangan olah raga, asrama putra 3 lokal, asrama putri 3 lokal, rumah pimpinan 1 unit, dan rumah ustadz 1 unit.

Seluruh fasilitas tersebut luasnya 200 m2 yang merupakan milik sendiri dan berdiri di area seluas 6.530 m2 milik pondok pesantren sendiri yang diperoleh dari wakaf.

Sumber Dana dan Usaha Ekonomi

Dana untuk pembiayaan kegiatan di Pondok Pesantren Riyadhul Ulum sebagian besar dari orang tua santri, baik melalui uang pangkal atau syahriyah/SPP. Selebihnya diperoleh dari sumbangan masyarakat baik tetap atau insidental dan bantuan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.


Program Pengembangan Pondok Pesantren dan Masyarakat

Program pengembangan pondok pesantren dalam bidang fisik adalah penambahan lokal belajar, pembuatan MCK ( mandi cuci kakus ) yang layak di pakai dan penggalain sumber air bersih. Sementara pengembangan non fisik adalah dengan menikut sertakan program pemerintah dalam meningkatkan mutu pengajaran. Sedangkan program pengembangan masyarakat lebih menitik beratkan pada fisik yaitu pengembangan usaha ekonomi melalui pembangunan tambak yang dikelola secara bersama-sama ( pihak pondok pesantren dan masyarakat ) dengan sistem mudharabah ( bagi hasil ).

Semoga bermanfaat 

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

                                              

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama