TERIMAKASIH GURUKU, KARENA ENGKAU TELAH MENGAJARKANKU ( Untukmu Wahai Habibana )


TERIMAKASIH GURUKU, KARENA ENGKAU TELAH MENGAJARKANKU ( Untukmu Wahai Habibana )..

Dulu aku pemaksiyat, dulu aku pendosa yang jauh dari Allah, bahkan aku merasa malu menyebut nama Allah, dan aku merasa bahwa Allah jijik dengan prilaku dan perbuatanku. 

Aku bertekad mencari guru yang dapat mengajakku dalam kebenaran dalam mengenal Allah.. tapi sulit tuk kutemukan.

Hingga pada akhirnya, aku melihat disebuah artikel,  ternyata artikel tersebut adalah riwayat kehidupan seorang habaib besar di Indonesia. Yaitu Habib Munzir Bin Fuad Al-Musawa pendiri Majelis Rasulullah SAW.

Aku membaca dari awal hingga akhir, tidak terasa pipiku telah basar karena airmataku.

Aku melihat bagaimana sepak terjang Allahyarham habibana munzir dalam berdakwah, mensyiarkan agama ini, aku lihat ia sama sekali tidak memikirkan dunia, ia berdakwah dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah, dari merasakan dinginnya malam hingga dinginnya hujan, dari yang tidak dapat diandalkan (diharapkan) oleh keluarganya ternyata orang yang sangat dibanggakan dan dikagumkan oleh banyak pengikutnya. dan saat ini jama'ahnya berjumlah jutaan orang dan tersebar diseluruh dunia.

Itu karena kegigihannya dalam berdakwah, serta khidmatnya pada gurunya (Alhabib Umar bin Hafidz ) dan cita-citanya menjadikan Jakarta sebagai kota sayyidina muhammad SAW. 

Ku putuskan ia menjadi guruku, walaupun aku belum pernah melihat raut wajah indahnya, senyumnya, tapi aku bisa merasakan ketika ku hadir dimajelisnya ketika pembacaan mahalul qiyam dilakukan... batinku merasakannya, bahwa ia masih disini.. yah masih disini.. disekeliling kami..... aku bisa merasakannya didalam getaran hatiku.. 
  
Walaupun aku mengenal guruku setelah kewafatannya, tapi cahaya kebaikan dan cinta yang berada didalam dirinya masih bisa kurasakan...

Dulu aku hadir dimajelis guruku dalam keadaan sendirian, sekarang aku mengajak istriku untuk menghadirinya.. aku bersyukur melalui majelis ini, aku bisa merasakan ketenangan, keikhlasan dan ketentraman dalam hati ini...

Terimakasih Guruku, Karena Engkau telah mengajarkanku.. dari membaca riwayat kehidupanmu, hidupku lebih tercerahkan dan kesadarankupun mulai terkembalikan.

Aku rindu padamu wahai guruku.. aku sungguh rindu.. walaupun aku belum pernah bertemu dirimu,tapi aku merindukanmu...

Oleh Al-faqir.........

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama