Senin, 13 Agustus 2018

Nasehat Habib Ahmad Novel Jindan Tentang Bahaya Ghibah

Rate this posting:
{[['']]}

NASEHAT HABIB AHMAD NOVEL JINDAN TENTANG BAHAYA GHIBAH

Hb Ahmad Jindan : Ghibah adalah suatu dosa yang sangat besar disisi Allah swt. Dan yang sangat memalukan lagi tatkala ghibah dijadikan sebagai bagian dari pada dakwah.

Dan itu kenyataan yang ada sekarang. Diatas mimbar dakwah yang suci yang ada para penceramah hanya membicarakan aibnya orang. Kejelekan orang. Dan menganggap itu sebagai perjuangan. Aneh bukan??.

Dai penyeru islam menjadikan ghibah bagian dari dakwah nabi Muhammad saw. Sungguh aneh.

Guru kencing berdiri begimane tuh keadaan muridnye? Yang dianggap sebagai ulama menjadikan maksiat ini ghibah sebagai bagian dari dakwah? Naudzubillah...

Tapi itulah kenyataan yang sangat memalukan. Itu yang kita saksikan. Dan banyak diantara kita memandang perkara zinah adalah dosa yang sangat besar dan memang kenyataannya demikian.

Tapi tau ga?? Ghibah dosanya dimata Allah swt lebih berat dari 30 perzinahan. Bahkan ghibah dimata Allah swt lebih berat dari seorang laki laki yang berzinah dengan ibunya sendiri (hadits imam hakim almustadraq).

Cuman yang unik seperti tadi yang saya bilang. Ghibah menjadi bagian dari dakwah.

Coba tolong kasih tau saya. Bagaimana kemenangan datang dari Allah swt kalau begini keadaannya??. Ayo..kasih tau ajarin saya...gimana saya bisa meraih rahmat Allah swt pengampunan Allah swt kemenangan dari Allah swt untuk umat islam tapi begini caranya (dengan ghibah).

Bagaimana seseorang ingin memancing rahmat Allah swt tapi dengan melakukan dosa yang lebih besar daripada 30 perzinahan??

Dan menganggap itu bagian daripada islam dan bagian dari dakwah. Naudzubillah...

Makenye kaga heran umat islam makin terpuruk tiap waktu. Keadaan islam makin hancur...ya sebab begini keadaan para Da'inya.

Orang orang yang dianggap sebagai ulama begini keadaannya. Indah bukan islam zaman kita sekarang islam yang unik??

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar