Tuesday, September 25, 2018

Kasih Sayang Allah Dalam Kisah Nabi Musa As Dan Qarun

Rate this posting:
{[['']]}

KASIH SAYANG ALLAH DALAM KISAH NABI MUSA AS DAN QARUN

Shaykh Nazim Al Haqqani menggambarkan Kasih Allah Dalam kisah dibawah ini

Musa (alahissalaam) dan Qarun

Di antara Bani Israel pada saat hijrah dari Mesir, Qarun adalah orang terkaya. Dan Qarun membawa sebagian besar kekayaan itu saat hijrah, hingga tiba di Sinai dengan selamat, dan dengan kekayaan yang banyak itu dia mempengaruhi Bani Israil. Sayangnya untuk Qarun, ia menggunakan pengaruhnya untuk membangkitkan pemberontakan dan ketidakpuasan dengan kepemimpinan Musa Alaihissalaam.

Dalam rangka untuk mendiskreditkan Musa alaihissalaam.. Hingga akhirnya Qarun menyuap seorang wanita terhormat untuk mengklaim bahwa Musa telah berzinah dengan dia dan memiliki anak dalam rahimnya adalah anak Musa.

Karena ia tentu saja tidak bersalah, Musa sangat marah, tetapi ia hanya bisa menyangkal tuduhan itu dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuktikan tuduhan palsu itu. Bagaimana dia bisa memimpin Bani Israil ketika timbul keraguan dalam hati mereka tentang moral dan kebenaran-nya?

Musa berpaling kepada Tuhan, dan berdoa : "Oh Tuhanku, bantulah aku"..

Tuhan menjawab: "Aku telah memberikan Anda kekuatan untuk memerintah Bumi. Anda dapat menggunakannya untuk membela diri sendiri dan membuktikan bahwa anda tidak bersalah kepada Bani Israel ".

Musa mengumpulkan semua bani israel dan berkata : "Semua yang bersama aku datang ke sisiku dan mereka yang mematuhi Qarun tinggal di sisinya". Musa berkata: "Wahai bumi, himpit dan telanlah Qarun!"..

Menanggapi perintah ini Bumi menjepit Qarun, kakinya (dari telapak, pergelangan hingga mata kaki) tercekal erat oleh bumi. Mendapati kenyataan ini Qarun menangis: "wahai sepupu tersayangku Musa, demi kekerabatan kita, mohon maafkan aku!"

Tapi Musa sangat marah dan bertekad untuk menghukum Qarun untuk semua kejahatannya: "Ya bumi, telanlah Qarun"

Kemudian Bumi menarik kaki Qarun sedikit lebih dalam dan Qarun kembali berteriak kepada Musa memohon pengampunan-dan dimaafkan, hal itu berlangsung sebanyak tujuh puluh kali: Qarun meminta maaf dan Musa menolak dan menuntut pembalasan. Hingga Akhirnya bumi telah benar-benar menelan habis Qarun.

Kemudian Tuhan berfirman pada Musa: "Qarun memohon pengampunan pada anda tujuh puluh kali, tetapi Anda tidak memiliki belas kasihan baginya dalam hati Anda. Aku bersumpah dengan kebesaran dan kemulianKu, seandainya tadi ia bermohon pada Ku sekali saja, dengan mengatakan: "Oh Tuhanku, aku bertobat, mohon maafkan aku ', Aku akan melepaskannya. Anda tidak memiliki belas kasihan baginya karena Anda tidak menciptakan dia. Aku Pencipta dan Aku miliki rasa kasihani yang tak terbatas bagi hambaku yang mau bertobat".

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim
     
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment