Wednesday, September 26, 2018

Kisah Jenazah Yang Di Shalawati 70 Ribu Malaikat

Rate this posting:
{[['']]}

KISAH JENAZAH YANG DISHALAWATI 70 RIBU MALAIKAT

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ :

Pada suatu pagi Rasulullah ﷺ bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah ﷺ dihampiri oleh Malaikat Jibril عليه السلام.

Lalu Rasulullah ﷺ bertanya kepada Malaikat Jibril عليه السلام :

"Wahai Jibril, 
Kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"

Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak  sayap para malaikat yang menghalanginya." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah ﷺ bertanya lagi : 
"Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"

"Ya Rasulullah,70 ribu Malaikat." jawab Malaikat Jibril عليه السلام.

Rasulullah ﷺ bertanya lagi : "Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?"

Kemudian Malaikat Jibril عليه السلام menjawab : 
"Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya ALLAH ﷻ telah mengutus 70 ribu Malaikat  agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."

"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasulullah ﷺ.

"Dialah Muawiyah...!!!" jawab Malaikat Jibril عليه السلام.

Rasulullah ﷺ bertanya lagi : 

"Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal  mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"

Malaikat Jibril عليه السلام menjawab : 

"Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya  banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas." Malaikat Jibril عليه السلام melanjutkan penuturannya : 

"Dari itulah ALLAH ﷻ mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."

Rasulullah ﷺ bersabda : 

''Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca  sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?"

Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur'an?" Lalu Nabi ﷺ bersabda, "Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.''  (H.R. Muslim no. 1922)

Semoga bermanfaat

Riwayat ini dikutip oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkar  pada bab zikir ketika di jalan sebagai berikut ini:

وروينا في كتاب ابن السني و “دلائل النبوة” للبيهقي عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال: 
“أتى رسول الله (صلى الله عليه وسلم) جبريل (صلى الله عليه وسلم) وهو بتبوك فقال: 
يا محمد اشهد جنازة معاوية بن معاوية المزني، فخرج رسول الله (صلى الله عليه وسلم)، 
ونزل جبريل (عليه السلام) في سبعين ألفا من الملائكة، 
فوضع جناحه الأيمن على الجبال فتواضعت، ووضع جناحه الأيسر على الأرضين فتواضعت، 
حتى نظر إلى مكة والمدينة، فصلى عليه رسول الله (صلى الله عليه وسلم) وجبريل والملائكة (عليهم السلام)،
فلما فرغ قال: يا جبريل بم بلغ معاوية هذه المنزلة؟ قال:
بقراءته: قل هو الله أحد، قائما وراكبا وماشيا”

Artinya, 

“Diriwayatkan kepada kami dalam Kitab Ibnu Sinni dan kitab Dala’ilun Nubuwwah 
karya Al-Baihaqi dari Abu Umamah Al-Bahili,  Ia bercerita bahwa Jibril عليه السلام mendatangi Rasulullah ﷺ ketika Beliau ﷺ di Tabuk.  ‘Wahai Muhammad, saksikanlah shalat jenazah Muawiyah bin Muawiyah Al-Muzani (di Madinah),’  kata Jibril عليه السلام. Rasulullah ﷺ keluar (dari Tabuk). Sementara Jibril عليه السلام turun bersama 70.000 malaikat.  Jibril عليه السلام menurunkan sayap kanan di atas bukit hingga merendah.  Jibril عليه السلام juga meletakkan sayap kirinya di atas tanah sampai merendah hingga ia dapat melihat Kota Mekkah dan Madinah. 

Rasulullah ﷺ bersama Jibril عليه السلام dan ribuan malaikat kemudian  menshalatkan jenazah Muawiyah.  Setelah selesai, Rasulullah ﷺ bertanya,  ‘Wahai Jibril, dengan amalan apa Muawiyah mendapatkan derajat begitu tinggi ini?’  ‘Muawiyah lazim membaca Surat Al-Ikhlas saat berdiri, berkendaraan,  dan berjalan kaki,’ jawab Jibril عليه السلام,”  (Lihat Al-Imam An-Nawawi, Al-Adzkar pada Hamisy Al-Futuhatur Rabbaniyyah, 

[Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz VI, halaman 176).

Wallahu Alam Bishowab.

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment