Kamis, 20 September 2018

Sebab Kenapa Habib Umar Bin Hafidz Datang Ke Indonesia Untuk Berdakwah

Rate this posting:
{[['']]}
Habib Anis bersama Habib Umar bin Hafidz pada kunjungan pertama beliau ke Indonesia

SEBAB KENAPA HABIB UMAR BIN HAFIDZ DATANG KE INDONESIA UNTUK BERDAKWAH

Ketika Al-Allamah Al-Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi (Solo) menghadiri Maulid Akbar di Anisah, Seiwun tahun 1993, beliau bertemu dengan Al-Quthub Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf (Jeddah) dan Al-Musnid Al-Habib Umar bin Hafidz yang kala itu menyertai mertuanya, Al-Arifbillah Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar (Mufti Baidho).

Pada pertemuan penuh berkah tersebut, Habib Anis berkata, “Aku ingin anak kita, Umar berkunjung ke Indonesia untuk mengingatkan sejarah Salaf kita dan apa yang mereka miliki. Aku ingin anak-anak kita mengetahuinya.”

Habib Abdul Qadir kemudian berkata kepada Habib Umar bin Hafidz, “Wahai Umar, bulatkan tekadmu, bangkit dan bertawakalah kepada Allah.” Habib Muhammad Al-Haddar juga berkata, “Persiapkan dirimu dan berangkatlah. Kami sungguh mengkhawatirkan sejarah Salaf kita. Sampaikanlah kepada mereka agar mengingat Salaf dan keluarganya, karena itu yang akan menyampaikan mereka kepada Allah.”

Maka tahun itu juga, berangkatlah Habib Umar bin Hafidz untuk pertama kalinya ke Indonesia. Beliau datang bersama Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri (Abu Dhabi) dan Habib Muhammad bin Ali bin Abdul Qadir Al-Habsyi (Seiwun) saat Haul Imam Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo. Semua biaya akomodasi ditanggung pribadi oleh Habib Anis.

Perlu diketahui bahwa awal mula kedatangan Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia atas prakasa Habib Anis ini bukan saja batu loncatan dakwah beliau di Indonesia, namun di seluruh dunia. Karena ini merupakan rihlah dakwah pertama beliau ke luar negeri. Dari Indonesia, memancarlah ilmu dan cahaya beliau ke seluruh dunia, hingga Habib Umar memiliki murid hampir di setiap negara saat ini.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
    
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar