Saturday, September 15, 2018

Semua Datang Dari Allah, Termasuk Keburukan?

Rate this posting:
{[['']]}


SEMUA DATANG DARI ALLAH, TERMASUK KEBURUKAN?
  
Satu hal yg harus kita perhatikan adalah adab. SEMUANYA adalah dari Allah, itu kebenarannya.

Tapi saat kita merasa benci pada suatu ketetapan Allah, MAKA kita menganggap ketetapan itu sesuatu yg buruk, MAKA mengatakan keburukan itu datangnya dari Allah adalah tidak beradab.

Kenapa? Karena rasa tidak puas dan rasa kita diberikan keburukan tersebut adalah salah kita. Sementara semua pemberian Allah adalah kebaikan.

Ini sedikit membingungkan bagi yg belum menyaksikan(yg belum berjalan untuk kemudian bisa melihat sesuatu yg selama ini dia anggap buruk ternyata pemberian besar dariNya). Kita jabarin satu2 agar kita bisa lebih jelas melihat petanya.

1.Ada suatu ketetapan, anggap ketetapannya kita tercegah menerima lamaran dari orang yg kita tunggu2 untuk melamar kita. Kita merasa sangat malang dan sangat berat menerimanya, Karena kita yg selama ini investasi waktu, emosi dan fikiran buat yg bersangkutan, dan sangat berharap menikah dengan ybs, Tapi malahan orang lain yg menikah dengannya.

2.Keadaan diatas Allah yang menetapkan, dan Kalau Allah yg menetapkan maka itu berarti Kebaikan bagi kita, belum tentu enak bagi kita TAPI PASTI KEBAIKAN bagi kita.

3.Tapi karena kita belum mampu melihat kebaikannya, yg terasa hanyalah kepediahan karena ambisi besar terhenti tiba2, ibarat dipaksa mati, jatung dicabut tiba2 disaat sedang hidup2nya. MAKA menurut kita itu adalah KEBURUKAN/BENCANA.

4. Setelah beberapa waktu akhirnya kita mendapat jodoh lain, yang ternyata bisa membuat kita jihad untuk menundukkan hawa nafsu kita, dan puncaknya akhirnya kita bisa mengenal Allah. Hal yg sulit bisa kita dapatkan jika kita menikah dengan yg dulu meninggalkan kita. Setelah sampai ke Allah baru kita bisa mereview lagi semua yg telah terjadi dengan kaca mata yg jernih, dengan cahaya Allah. Dan kita menyadari, hal yang dulu buruk menurut kita keburukan dan bencana ternyata adalah jalan untuk KEBAIKAN yg besar. Sehingga kejadian itu adalah kebaikan juga, karena darinya kita sampai pada kebaikan besar(keadaan saat ini).

Disaat telah sampai ke Allah, maka baru pandangan kita akan sama dengan pandangan Allah. melihat segala sesuatunya apa adanya. Bahwa semua hal yang Allah berikan tidak ada yg buruk, semuanya kebaikan.

No 1 dan 2 adalah kebenaran, fakta, kenyataan. sedang no 3 adalah persepsi kita saat kita masih dikuasai hawa nafsu, sementara saat ke 4 persepsi kita saat kita telah sampai ke Allah.

maka Saat kita masih di tahapan ke 3(dikuasai hawa nafsu) memandang buruk dan membenci serta tidak redha dengan ketetapan2 ALlah, mengatakan keburukan tersebut datang dari Allah adalah tidak tepat sekaligus tidak beradab.

Adab yang menyelamatkan dan lebih dekat pada kenyataan adalah dengan mengatakan , bencana dan keburukan serta kesakitan yg kita dapatkan adalah karena kesalahan kita. Kesalahan karena mengikuti hawa nafsu kita, menjadikan hawa nafsu sebagai penentu sesuatu itu baik dan buruk. Jika sesuai keinginan baik, dan tidak sesuai keinginan kita bencana.

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.... ”. (QS. An-Nisa’: 79)

Kalau disaat kita masih dikuasai hawa nafsu, mengatakan bahwa yg buruk(menurut kita) datang dari Allah MAKA kita akan terjebak marah ke Allah, mempertanyakan Allah, dan membelakangi Allah.

maka adab orang2 yg masih disiksa hawa nafsu adalah menyalahkan hawa nafsu tersebut, untuk kemudian menobatinya, dan memperbaikinya.

Setelh jihad tundukkan hawa nafsu baru kita bsia sampai ke Allah, dan saat telah sampai ke Allah telah melihat segalanya adalah kebaikan, bukan bencana Maka akan seangat beradab jika kita mengatakan, " Semuanya datang dari Allah, dan semuanya adalah kebaikan"

Lalu kemudian ada juga adab saat kita dalam proses tobat, akal sudah menerima kalau yg kita anggap buruk aslinya kebaikan. Tapi kita MASIh terhalang untuk menyaksikan kebaikannya. Kita masih tersiksa karena ketetapan Allah. Maka adabnya adalah " Walau saya belum tau kebaikan dari hal ini, Tapi saya meyakini kalau ini baik, Karena ini berasal dari Allah dan semua yang dari Allah insyaAllah baik, walau saya belum memahaminya sekarang"

".. (Jibril ‘Alaihis salam) berkata: “Apakah ihsan itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu"... (HR BUkhori )

jadi perhatikan keadaan jiwa kita, perasaan kita, cara pandang kita, dan pilihlah adab yang sesuai bagi kita, adab itu yg akan mengantarkan kita pada keadaan tertinggi.

orang yg selalu memilih adab yg benar pada Allah, maka dimanapun dia berada(saat masih terhalang dari Allah, atau sudah mulai berjalan, atau telah sampai), dia akan selamat insyaAllah

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Oleh : Diah Listyani

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim
    
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment