Orang Yang Menggunjing Wajib Menyesali Dan Bersedih Atas Perbuatannya


ORANG YANG MENGGUNJING WAJIB MENYESALI DAN BERSEDIH ATAS PERBUATANNYA

Oleh Al Habib Umar Bin Hafidz

Orang yang menggunjing wajib menyesali perbuatannya dan bersedih atas perbuatan tercelanya itu. Kemudia ia harus meminta maaf kepada orang yang digunjing, Karena orang yang riya kadang-kadang meminta maaf dengan lisannya hanya untuk menampakkan kebaikan diri padahal hatinya tidak menyesali.

Mujahid berkata. “Tebusan dosa makan daging saudaramu adalah engkau memujinya dan mendoakan kebaikan untuknya” Ketika Atha ibn Rabah ditanya tentang taubat dari menggunjing. ia menjawab. ‘Datanglah kepada orang yang engkau gunjingkan, kemudian katakan kepadanya. “Aku berdusta tentang engkau. Aku telah zalim dan berbuat jelek kepadamu. jika engkau menginginkan hakmu (membalas. Penerj), ambillah hakmu jika tidak, aku minta maaf”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wasalam, bersabda. “Barang siapa berbuat zalim terhadap saudaranya, baik dalam kehormatan atau harta benda hendaklah ia meminta halal atas perbuatan zalimnya. sebelum tiba hari dimana tidak berlaku dinar dan dirham (Hari Kiamat. Penerj.).“ Penggunjing harus meminta halal kepada orang yang digunjing jika mampu melakukannya. jika yang digunjing tidak ada atau telah meninggal dunia maka perbanyaklah istighfar dan berdoa untuknya.

Meminta halal itu adalah bentuk tabarru dan ia adalah keutamaan yang baik. Jlka seseorang tidak merasa senang untuk memberi maaf, maka permohonan maaf kita dinilai sebagai sebuah kebaikan yang bisa menghapuskan dosa menggunjing.

Jika engkau bertanya. “Apa arti dari sabda Rasulullah, “Apakah salah seorang dan kalian tidak mampu berbuat seperti Abu Dhamdham ketika ia keluar dan rumahnya. ia berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku sedekahkan kehormatanku kepada manusia”” Yang dimaksudkan oleh Abu Dhamdham adalah pada Hari Kiamat ia tidak akan menuntut orang yang menganiayanya. dan ia juga tidak memusuhinya.

Hasan Al-Bashri berkata. “Apabila manusia telah dikumpulkan di hadapan Allah pada Hari Kiamat, mereka akan dipanggil. ‘Orang-orang yang mempunyai pahala di sisi Allah hendaknya berdiri!’ Ketika itu tidak ada yang berdiri selain orang-orang yang di dunia suka memaafkan sesamanya.
Allah Swt. berfirman, Barang siapa yang memberi maaf dan melakukan kebaikan maka atas Allah lah pahalanya.

Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, ada seseorang berkata kepadanya, “Si Fulan telah menggunjingmu.” Hasan Al-Bashri langsung mengirimkan kurma kepada orang yang menggunjingnya seraya berkata, “Telah sampai kabar kepadaku bahwa engkau telah menghadiahkan kebaikan-kebaikanmu kepadaku. Aku bermaksud membalasmu atas pemberian hadiah kebaikan tersebut. Maafkanlah aku, karena aku tidak mampu membalasmu dengan sempurna.” 

Sumber: Amal Pemusnah Kebaikan Ringkasan Bab Mukhlikat Ihya ‘Ulum al-Din karya Al Habib Umar bin Hafidz

Wallahhu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama