Tentang Ihsan Dalam Derajat Islam


TENTANG IHSAN DALAM DERAJAT ISLAM

Shultonul Qulub Al-Habib Munzir Almusawa :

Hadirin hadirat Dialah, Yang Maha Bercahaya dan Maha Menciptakan cahaya, Cahaya Allah bukan menerangi mata, tetapi menerangi jiwa, cahaya Allah tidak bisa dilihat mata namun dilihat jiwa. Hadirin hadirat sebagaimana sabda Nabi Muhammd shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah manusia melewati derajat iman ia akan melewat sampai kederajat ihsan,

الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Al Ihsan Agar kau beribadah seakan kau melihat Allah, jika kau tak melihat Nya maka Dia Melihatmu (Shahih Bukhari)

“melihat Allah tentunya bukan dengan bentuk karena bentuk hanya untuk mahkluk, Allah Maha suci dari segala bentuk, namun kewibawaan Nya lah yang telihat oleh sanubari, keindahan terlihat oleh sanubari, cahaya keluhuran terlihat oleh sanubari sehingga semakin sanubari mengenal Allah semakin ia merasa kewibawaan Allah, semakin ia merasa seluruh alam semesta seakan tiada yang ada hanya Allah, walaupun ia, makan, minum, berbicara, bekerja, berumah tangga namun jiwanya tidak mau lepas lagi dari Allah.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma Sholli a'la Sayyidina Muhammad wa ala alihi washobihi wasalim
    

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama