Selasa, 01 Januari 2019

Malam Tahun Baru Selalu Jadi Ajang Perdebatan, Sikap Apa Yang Harus Kita Ambil?

Rate this posting:
{[['']]}


MALAM TAHUN BARU SELALU JADI AJANG PERDEBATAN, SIKAP APA YANG HARUS KITA AMBIL?


KH. Abdi Kurnia Djohan :

Di antara perdebatan basi dan tidak bermutu adalah memperdebatkan boleh tidaknya meriahkan malam tahun baru masehi.

Yang seperti itu untuk apa diributkan? Toh, mau meriahkan sudah disediakan secara khusus tempatnya, supaya tidak mengganggu orang yang senengnya ngedekem di rumah pada malam tahun baru.

Kenapa harus meributkan orang yang berpesta. Toh, kalau mereka mabuk-mabukan, yang pusing kebanyakan alkohol dan kehabisan uang kan mereka, bukan yang meributkan. Kalau ada perempuan yang hamil karena sex bebas di malam tahun baru, itu kan risiko yang melakukan.

Lalu, dijawab, "iya memang urusan mereka, tapi kalau bencana datang kan yang gak ikut2an juga ikut menanggung!!!"

Walah gitu aja kok pusying. Bukankah ada ayat Qur'an yang menyatakan bahwa azab itu tidak turun jika ada Nabi dan orang-orang yang beristighfar?

(وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.

[Surat Al-Anfal 33]

Iya tapi kan kalau azabnya datang bagaimana?

Begini, kita pakai nasihatnya Imam Ja'far al-Shadiq radhiyallahu anhu, " saya heran kepada orang yang takut azab dunia datang, tapi melupakan ayat di atas."

Jadi bagaimana? Yah, ajak saja keluarga atau orang-orang terdekat untuk gelar zikiran di malam tahun baru. Sepertinya, menjadi pemadam kebakaran yang selalu siaga itu masih lebih baik daripada merazia pedagang petasan.

Wallahu 'alam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
    
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar