Sunday, May 5, 2019

Orang Yang Melalui Ramadhan Tapi Tidak Menggapai Cahayanya

Rate this posting:
{[['']]}

ORANG YANG MELALUI RAMADHAN TAPI TIDAK MENGGAPAI CAHAYANYA

- Al Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan -

"Habib Ali Al Habsyi bilang, keramat itu bukan terbang di udara atau jalan di air. Terbang di udara itu burung, yang jalan di air itu kodok. Tapi keramat itu yang mengikuti Rasulullah.

Allah memuliakan hambanya dengan taat kepada Allah.
Tidaklah seorang hamba memuliakan diri sendiri dengan ketaatan.
Dan tidaklah seorang hamba menghinakan dirinya dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Maka dari itu jangan hinakan diri kita dengan maksiat.
Jauhkan diri kita dari virus riya, pengen diliat manusia (ga cukup cuma Allah yang liat amal dia).
Kostum puasa, kostum sholat udah kita pake, tapi apa dalem nya?
Kostumnya udah bagus tapi isinya kaya sampah.
Perbaikin hati kita.

Kasian orang yang melalui Romadhon tapi dia ga mencapai cahayanya.
Ya Allah.. Bi Taufiq.

Satu kalimat ghibah, bisa berujung jadi sakit struk, bisa berujung su'ul khatimah, bisa berujung datangnya bala. Jaga ucapan kita. Jaga...
Saat sayyidatuna Aisyah berkata
"Fulanah pendek" dan Rasulullah bilang, satu ucapan itu bisa membuat samudra jadi busuk.
Nah liat diri kita, udah berapa kata kata begitu didalem celengan kita?

Jangan pernah ngutang sama orang, contoh; gosipin orang. Nanti diakhirat dia akan nagih ke kita.

Karna maksiat itu bisa membuat kita meninggal tanpa Islam.
Kemaksiatan itu utusan dari kekafiran.
Semua manusia bisa taat, kaya pencuri bisa naek haji, koruptor bisa sedekah. Tapi.. yang ninggalin maksiat itu yang susah.

Ghibah itu lebih dahsyat dari zina.
Maksiat lisan itu bencana yang besaaaar.
Yang bikin orang nyungsep ke neraka itu lidah!

Orang baik itu tiap hari romadhon buat dia, ga ada ghibah, ga ada namimah, dan bohong didalam dirinya."

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa'ala aalihi washohbihi wasalim
   
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment