Friday, May 10, 2019

Tenang Iman Saya Ga Bakal Goyah, Meskipun Lady Gaga Tampil Bugil Di Depan Saya!

Rate this posting:
{[['']]}

TENANG IMAN SAYA GA BAKAL GOYAH, MESKIPUN LADY GAGA TAMPIL BUGIL DI DEPAN SAYA!

KH. Abdi Kurnia Djohan :

Begitu pernyataan yang kira-kira tiap Romadhon selalu dipopulerkan di hadapan khalayak Netizen, sebagai cara "menepis" kekhawatiran umat Islam terhadap kekhusyukannya beribadah.

Kalimat, " iman saya gak bakal goyah, jika kamu begini atau begitu", sepintas terbaca benar, sehingga orang yang mempunyai pemahaman terbatas akan langsung membenarkan kalimat itu. Terbaca benar, karena yang dipahami dari makna "iman" di dalam kalimat itu adalah percaya. Dalam penggunaannya secara sintaksis, kata "percaya" itu memang tidak bisa dipengaruhi secara langsung oleh tindakan fisik. Jika kalimat di atas diuraikan secara panjang, hasilnya adalah " tenang, kepercayaan saya gak bakal goyah, meskipun Lady Gaga tampil bugil di depan saya!!!"

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, kepercayaan kepada siapa atau apa yang dimaksud di dalam kalimat itu? Jika yang dimaksud dengan kepercayaan di situ adalah kepercayaan kepada Allah, apakah kepercayaan kepada Allah hanya bersifat perbuatan hati tanpa amal sekalipun? Apakah percaya kepada Allah tidak mengandung konsekuensi?

Saya menduga sampai di pertanyaan-pertanyaan itu akan muncul jawaban-jawaban inkonsisten.

Lalu, apa dan bagaimana makna iman yang sebenarnya menurut ajaran Islam? Dalam hal ini, kita merujuk kepada penjelasan Rasulullah dan para ulama tentang makna iman:

1. Hadits riwayat Abu Hurairah

عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((الإيمان بِضْعٌ وسبعون شعبة، وأفضلها قول: لا إله إلا الله، وأدناها: إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبة من الإيمان))، هذا حديث صحيح؛ أخرجه مسلم عن زهير بن حرب عن جرير، وأراد بإماطة الأذى عن الطريق

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda, " iman itu ada 77 cabang, yang paling utama mengucapkan La ilāha illa Allāh, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. Dan malu itu merupakan cabang dari iman. (hadits shahih riwayat Muslim dari Zuhair bin Harb dari Jarir).

2. Definisi ulama

الايمان تصديق بالقلب و قول باللسان وعمل بالاركان
Iman itu adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan.

Definisi ini menegaskan bahwa iman adalah pengakuan dan penerimaan atas semua aturan dan larangan yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Pengakuan itu tidak cukup dengan pengucapan tapi juga pengamalan. Sebagai contoh, kita menerima aturan Allah tentang menutup aurat, pengamalannya adalah memakai pakaian yang menutup aurat dan menjauhkan diri dari ketelanjangan.

3. Kondisi iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan, dan berkurang karena kemaksiatan.

Mari ketiga poin ini disandingkan dengan pernyataan di atas, " Tenang iman saya gak bakal goyah, meskipun Lady Gaga tampil bugil di depan saya!". Pernyataan ini mengandung sejumlah cacat ditinjau dari tiga poin di atas:

Cacat pertama, iman saya gak bakal goyah. Bagaimana mungkin iman gak goyah, sedangkan Rasulullah mengatakan iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Itu artinya iman bisa goyah, jika dibarengi dengan kemaksiatan.

Cacat kedua, menyandingkan iman dengan tampil bugil. Padahal, iman itu adalah penerimaan total terhadap aturan syariat, bagaimana mungkin penerimaan total itu bisa diselipi dengan penerimaan yang lain?

Terakhir, meskipun ajaran Islam itu moderat bukan berarti ajaran Islam tidak mengandung ketegasan. Ada syariat yang harus dijunjung tinggi oleh setiap orang yang beriman. Jangan beriman sebagian, tapi kufur sebagian...

Wallahu a'lam bis showab

Oleh : KH. Abdi Kurnia Djohan

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment