Sunday, August 25, 2019

Kikir Adalah Sifat Yang Tercela

Rate this posting:
{[['']]}


KIKIR ADALAH SIFAT YANG TERCELA

Kikir adalah sifat yang tercela, adakah penyakit yang lebih parah dari pada kekikiran? Ungkapan para ulama berbeda-beda terkait batasannya:

Ibnu Muflih –rahimahullah- berkata:

“Sebagian ulama telah menyebutkan tentang batasan sifat kikir menjadi beberapa pendapat:
1. Orang yang tidak mau membayar zakat, maka Barangsiapa yang membayarkannya maka orang ini sudah keluar dari julukan kikir.

2. Menolak kewajiban termasuk di antaranya adalah zakat dan shadaqah, atas dasar ini maka jika dia mau membayar zakat akan tetapi menolak kewajiban lainnya, maka ia dianggap sebagai orang kikir.

3. Mengamalkan kewajiban dan kemuliaan, jika ia tidak mengamalkan yang kedua saja, maka dianggap sebagai orang kikir (pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Ghazali dan yang lainnya).

Sebagaimana dijelaskan bahwa:
“Orang bakhil (kikir) adalah yang meninggalkan apa yang wajib baginya, maka barangsiapa yang menunaikan kewajiban yang diwajibkan kepadanya, tidak disebut sebagai orang kikir. Orang kikir adalah orang yang menahan dari apa saja yang menjadi hak untuk diberikan kepada orang lain”.

Imam Al Ghazali –rahimahullah- berkata:
“Orang kikir adalah orang yang menahan diri dari apa-apa yang semestinya dia tidak boleh menahannya, baik dalam hal hukum syari’at atau yang berkaitan dengan harga diri, hal ini tidak bisa terperinci kadarnya”. (Ihya’ Ulumud Din: 3/260)

Salafus Sholeh –rahimahullah- berkata:
“Kekikiran adalah menahan apa yang diwajibkan kepadanya dan apa yang seharusnya dia berikan”.

Sumber : Fanspage Facebook Alhabib Quraisy Baharun

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

dakwahislamiyah93@gmail.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment