Engkau Termasyhur Bahkan Sebelum Terlahir Wahai Rasulullah SAW

ENGKAU TERMASYHUR BAHKAN SEBELUM TERLAHIR WAHAI RASULULLAH SAW

بسم الله الرحمن الرحيم

 الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنا محمد بن عبد الله وعلى آله وصحبه ومن تبعه إلى يوم القيامة  

-----

Berkah Maulid ! 

Berkah Rabi'ul Awwal ! 

Berkah Jum'at ! 

----

Dunia memang hanya sekejap mata saja, malam kemarin dan siang tadi adalah waktu syahdu mengambil 'ibrah dari kelahiran Baginda Nabi Muhammad shallallâhu' alaihi wa sallam, kini sudah memasuki tanggal berikutnya.

$ads={1}

Baca Juga :

- Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an

Memang aneh dengan berjalannya waktu, jika tidak disadari maka berlalu secepat kilat, dan tiba-tiba usia telah jauh dari asalnya dan yang pasti entah kapan pasti pergi ke asal lagi. 

Pada tahun yang lalu betapa bingungnya ketika datang saat Maulid Sayyidinaa Muhammad shallallâhu' alaihi wa sallam harus mengatakan apa. 

Kini sudah tiba lagi tanggal terlahirnya Baginda, sebenarnya dengan ungkapan yang sama betapa kelunya lisan ini untuk mengungkap rasa bahagia dengan kehadirannya di dunia, walaupun kini sejak hampir 15 abad yang lalu, telah menuju ke haribaan "ar Rafiiq al A'laa". Namun sebagaimana S. Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallâhu 'anhu berkata di hadapan jenazah Baginda, "Engkau sedap ketika hidup, dan engkau sedap di saat wafat."

Ungkapan yang singkat tapi penuh makna serasa mewakili hati atas kebahagiaan ini, Nabi Muhammad shallallâhu' alaihi wa sallam adalah rahmat bagi sekalian alam di saat terlahirnya dan tetap menjadi rahmat bahkan di saat wafatnya. Ajarannya hidup menggema di alam semesta dalam lubuk hati setiap jiwa yang beriman. 

Ketika saya bingung harus mengatakan apa, maka setiap kata adalah wujud kebingungan karena apa yang dalam hati jauh lebih bingung untuk menshifatinya, seperti pecinta di saat sulit menggambarkan yang dicintainya, maka semua itu sebagai wujud ketakjuban dan kekaguman yang tak terkira. 

Sahabatku, di tengah issu tentang adanya karikatur Baginda Nabi Muhammad shallallâhu' alaihi wa sallam di Prancis yang memang sudah berkali-kali bila dihitung setiap kasusnya, tentu kita sebagai Muslim kecewa dan marah, tapi ketahuilah sekuat apa pun hinaan dan cacian terhadap Baginda tidak akan mengurangi martabat Baginda, malah Allah pasti hinakan siapa pun yang merendahkan martabatnya. Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam tetap saja pemilik al Maqaam al Mahmuud kelak di Firdaus, saya meyakini hal itu. Karena itu pada akhirnya di balik semua kebencian itu akan terbukti letak kebenaran Baginda. 

Baca Juga :

Ciri-ciri Rasulullah SAW yang hadir dalam mimpi Alhabib Munzir Al-Musawa

Sahabatku, Baginda Nabi Muhammad shallallâhu' alaihi wa sallam dalam penjelasan ahli sejarah Islam yang bersumber dari perjalanan hidup beliau bahwa kelahiran, tanda-tanda kenabian, dan keterutusannya telah termaktub dalam sumber  Taurat dan Injil, tentunya untuk saat ini berdasarkan versi dari Islam. 

Firman Allah:

وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَمُبَشِّرًا بِۢرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗۤ اَحْمَدُ ۗ  فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

Maksud:

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, Ini adalah sihir yang nyata." (Q.S. Ash-Shaff [61] : 6)

Baca Juga :

Biografi & Karomah AlHabib Syechan bin Musthofa Al Bahar Wali yang Jadzab (Nyleneh)

Salah satu tanda kenabian adalah adanya Bisyaarah, kabar dari para Nabi sebelumnya. 

Tidak hanya firman Allah di atas, dari kalangan Yahudi pun bisyaarah tersebut disampaikan di kalangan mereka. 

Salah satu faktanya adalah kaum Yahudi pernah hidup di wilayah Yatsrib (Madinah) karena mereka mengetahui berdasarkan ciri-ciri dalam sumber mereka akan datang seorang rasul akhir zaman yang akan hijrah ke wilayah tersebut. 

Bahkan dalam Tarikh dikatakan bahwa mereka mengetahui tanda kelahiran Nabi Muhammad shallallâhu' alaihi wa sallam. 

Dalam kitab al Mustadrak karya Imam al Hakim sebagai berikut:

المستدرك على الصحيحين كِتَابُ تَوَارِيخِ الْمُتَقَدِّمِينَ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ  ذِكْرُ أَخْبَارِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ صلى الله عليه وآله وسلم وَخَاتَمِ النَّبِيِّينَ  للإمام أبي عبد الله محمد بن عبد الله الحاكم النيسابوري ج ٣ ص ٤٩٨ :

حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ الْفَارِسِيُّ، ثنا يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ ، ثنا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الْكِنَانِيُّ، حَدَّثَنِي أَبِي ، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ ، قَالَ : كَانَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، 

Maksud:

"Abu Muhammad Abdullah bin Ja'far al Farisi menceritakan kepada kami; Ya'qub bin Sufyan menceritakan kepada kami; Abu Ghassan Muhammad bin Yahya al Kinani menceritakan kepada kami; ayahku menceritakan kepadaku; dari Ibn Ishaq, ia berkata Hisyam bin Urwah menceritakan dari ayahnya.. "

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَتْ : كَانَ يَهُودِيٌّ قَدْ سَكَنَ مَكَّةَ يَتَّجِرُ بِهَا فَلَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَجْلِسٍ مِنْ قُرَيْشٍ : يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ ، هَلْ وُلِدَ فِيكُمُ اللَّيْلَةَ مَوْلُودٌ ؟ فَقَالُوا : وَاللَّهِ مَا نَعْلَمُهُ ، قَالَ : اللَّهُ أَكْبَرُ أَمَّا إِذَا أَخْطَأَكُمْ فَلَا بَأْسَ، فَانْظُرُوا وَاحْفَظُوا مَا أَقُولُ لَكُمْ، وُلِدَ هَذِهِ اللَّيْلَةَ نَبِيُّ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْأَخِيرَةِ 

Maksud:

"Dari Aisyah radhiyallâhu 'anhâ, beliau berkata, 'Seorang Yahudi telah tinggal di Makkah untuk berniaga, tatkala tiba pada malam dilahirkannya Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam dia berkata dalam suatu majlis orang Quraisy, 'Wahai sekalian kaum Quraisy, apakah telah terlahir pada malam ini seorang bayi?', maka orang Quraisy menjawab, 'Demi Allah kami belum mengetahuinya.', Yahudi itu berkata, 'Allah Mahabesar, adapun jika aku menyalahi kalian maka tidak apa-apa, perhatikan dan jagalah apa yang akan aku ucapkan kepada kalian, TELAH LAHIR NABI UMAT TERAKHIR PADA MALAM INI..'. "

بَيْنَ كَتِفَيْهِ عَلَامَةٌ فِيهَا شَعَرَاتٌ مُتَوَاتِرَاتٌ كَأَنَّهُنَّ عُرْفُ فَرَسٍ، لَا يَرْضَعُ لَيْلَتَيْنِ، وَذَلِكَ أَنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ أَدْخَلَ أُصْبُعَيْهِ فِي فَمِهِ، فَمَنَعَهُ الرَّضَاعَ، 

Maksud:

"Di antara kedua tulang bahunya (belikat-pen) terdapat tanda yang memiliki bulu-bulu rambut yang tersusun, seolah-olah bulu tengkuk kuda, (bayi itu) tidak menyusu selama dua malam karena mulutnya ditahan oleh ifrit dari golongan jin, maka menghalanginya untuk menyusu..."

فَتَصَدَّعَ الْقَوْمُ مِنْ مَجْلِسِهِمْ وَهُمْ مُتَعَجِّبُونَ مِنْ قَوْلِهِ وَحَدِيثِهِ ، فَلَمَّا صَارُوا إِلَى مَنَازِلِهِمْ أَخْبَرَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ أَهْلَهُ فَقَالُوا : قَدْ وُلِدَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ غُلَامٌ سَمَّوْهُ مُحَمَّدًا 

Maksud:

"Maka berpencarlah kaum Quraisy dari majlisnya, sedangkan mereka terheran-heran dengan ucapan dan ceritanya. Tatkala sampai ke masing-masing tempat tinggalnya setiap mereka menceritakan kisah kepada keluarganya. Lalu mereka menjawab, 'seorang anak lelaki terlahir anak dari Abdullah bin Abdul Muththalib, mereka memberikannya nama dengan MUHAMMAD'.."

 فَالْتَقَى الْقَوْمُ فَقَالُوا : هَلْ سَمِعْتُمْ حَدِيثَ الْيَهُودِيِّ وَهَلْ بَلَغَكُمْ مَوْلِدُ هَذَا الْغُلَامِ فَانْطَلَقُوا حَتَّى جَاءُوا الْيَهُودِيَّ فَأَخْبَرُوهُ الْخَبَرَ 

Maksud:

"Maka kaum Quraisy tadi melakukan pertemuan, lalu mereka berkata, 'Apakah kalian telah mendengar cerita orang Yahudi dan apakah dia menyampaikan kepada kalian kelahiran anak ini?' Lalu mereka berangkat menemui orang Yahudi itu, hingga setelah bertemu dengan Yahudi itu, maka kaum Quraisy menceritakan berita (kelahiran Baginda- pen)... "

قَالَ : فَاذْهَبُوا مَعِي حَتَّى أَنْظُرَ إِلَيْهِ فَخَرَجُوا حَتَّى أَدْخَلُوهُ عَلَى آمِنَةَ فَقَالَ : أَخْرِجِي إِلَيْنَا ابْنَكِ فَأَخْرَجَتْهُ ، وَكَشَفُوا لَهُ عَنْ ظَهْرِهِ فَرَأَى تِلْكَ الشَّامَةِ فَوَقَعَ الْيَهُودِيُّ مَغْشِيًّا عَلَيْهِ 

Maksud:

"Si Yahudi itu berkata, 'Ayo berangkat bersamaku hingga aku melihatnya, maka mereka keluar berangkat hingga menemui Sayyidah Aminah. Lalu Si Yahudi berkata, 'Coba bawa keluar anakmu kepada kami!', maka Sayyidah Aminah membawa Baginda ke luar. Lalu mereka menyingkapkan bagian punggung Baginda, maka dia melihat tahi lalat (tanda) itu. Maka jadilah si Yahudi bersikap kecut kepada Baginda..."

فَلَمَّا أَفَاقَ قَالُوا : وَيْلَكَ مَا لَكَ ؟ قَالَ : ذَهَبَتْ وَاللَّهِ النُّبُوَّةُ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَرُحْتُمْ بِهِ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ ، أَمَا وَاللَّهِ لَيَسْطُوَنَّ بِكُمْ سَطْوَةً يَخْرُجُ خَبَرُهَا مِنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ 

Maksud:

"Maka tatkala si Yahudi menyadari hal itu, mereka (kaum Quraisy) bertanya, 'Celaka kamu, apa yang terjadi padamu?', Si Yahudi berkata, 'Demi Allah, telah lenyap kenabian dari Bani Israil. Kalian bergembira dengan sebab anak itu wahai sekalian Quraisy.' Dia benar-benar akan memiliki kekuasaan kepada kalian dengan suatu kekuasaan yang sampai beritanya ke negeri timur dan barat.. "

وَكَانَ فِي النَّفَرِ يَوْمَئِذٍ الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ الْيَهُودِيُّ : مَا قَالَ هِشَامُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَمُسَافِرُ بْنُ أَبِي عَمْرٍو وَعُبَيْدَةُ بْنُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَعُتْبَةُ بْنُ رَبِيعَةَ شَابٌّ فَوْقَ الْمُحْتَلَمِ فِي نَفَرٍ مِنْ بَنِي مَنَافٍ وَغَيْرِهِمْ مِنْ قُرَيْشٍ 

Maksud:

"Dan pada kelompok orang yang ketika pada hari itu orang-orang di beri perkataan oleh Si Yahudi, di antaranya: Hisyam bin Walid bin Mughirah, Harits bin Abi Amr, Ubaidah bin al Harits bin Abdul Muththalib, dan 'Utbah bin Rabi'ah seorang pemuda dari kalangan Bani Manaf, dan yang lainnya dari kalangan Quraisy... "

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَقَدْ تَوَاتَرَتِ الْأَخْبَارُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وُلِدَ مَخْتُونًا مَسْرُورًا وَوُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الدَّارِ الَّتِي فِي الزِّقَاقِ الْمَعْرُوفِ بِزِقَاقِ الْمَدْكَلِ بِمَكَّةَ، 

Maksud:

"Ini adalah Hadits shahihul isnaad tetapi Al Bukhari dan Muslim tidak mentakhrijkannya. Dam sungguh telah mutawatir berbagai khabar bahwasanya Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam telah dilahirkan dengan telah dikhitan dan bahagia. Dan Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam telah dilahirkan dalam sebuah rumah pada suatu gang yang dikenal dengan gang al Madkal..."

وَقَدْ صَلَّيْتُ فِيهِ وَهِيَ الدَّارُ الَّتِي كَانَتْ بَعْدَ مُهَاجَرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِ عَقِيلِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فِي أَيْدِي وَلَدِهِ بَعْدَهُ 

Maksud:

" Dan aku pernah shalat pada rumah itu, yaitu sebuah rumah yang berada dalam kuasa Aqil bin Abi Thalib setelah hijrahnya Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam dan pada kekuasaan anak-anak beliau (Aqil) setelahnya." [AL MUSTADRAK IMAM AL HAKIM] 

Baca Juga :

Shalawat Dari Rasulullah SAW Yang Di Berikan Kepada Habib Umar Melalui Mimpinya

Demikian dalam riwayat Imam al Hakim rahimahullah. Kemudian kisah di atas juga disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah dalam Fat-hul Bari, Syarh Shahih al Bukhari dengan penjelasan cukup panjang, hanya saja yang saya kutip sedikit saja yang berkaitan dengan materi.

Perkataan Imam Ibnu Hajar al 'Asqalani tentang kisah seorang Yahudi menceritakan akhirat kepada orang-orang saat itu,' ibarahnya sebagai berikut:

فتح الباري شرح صحيح البخاري

للإمام أحمد بن علي بن حجر أبى الفضل العسقلاني الشافعي

ط. دار المعرفة - بيروت ج ٦ ص ٥٨٣ :

 وأخرجه أحمد وصححه بن حبان من طريقه قال كان لنا جار من اليهود بالمدينة فخرج علينا قبل البعثة بزمان فذكر الحشر والجنة والنار فقلنا له وما آية ذلك قال خروج نبي يبعث من هذه البلاد وأشار إلى مكة 

Maksud:

"Imam Ahmad mentakhrij Hadits dan dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban dari jalur sanad beliau, ia berkata, 'Kami mempunyai tetangga Yahudi di Madinah. Lalu dia berangkat menemui kami sebelum keterutusan (Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam) sesaat lagi, lalu dia menyebutkan Hasyr (dikumpulkannya di alam mahsyar), surga, dan neraka. Maka ia ditanya, 'Apa tandanya hal itu?', Yahudi itu menjawab, 'Keterutusannya Nabi yang diutus dari belahan negeri ini, dan dia mengisyaratkan ke Makkah..'

فقالوا متى يقع ذلك قال فرمى بطرفه إلى السماء وأنا أصغر القوم فقال إن يستنفد هذا الغلام عمره يدركه قال فما ذهبت الأيام والليالي حتى بعث الله نبيه وهو حي فآمنا به وكفر هو بغيا وحسدا

Maksud:

"Mereka bertanya, 'Kapan terjadinya hal itu?", maka dia melemparkan pandangan ke langit, sementara aku adalah kaum yang paling kecil (paling muda usia - pen). Lalu dia berkata, jika memiliki keberuntungan usianya anak ini akan mendapatinya (masa kerasulan Baginda- pen).'

Sanad dari jalur Hadits berkata, 'Tidaklah terlewati siang dan malam sehingga Allah mengutus NabiNya sementara dia masih hidup, lalu kami beriman kepadanya, tetapi dia (si Yahudi) kafir karena menentang dan dengki' ... "

Kemudian Imam Ibnu Hajar meriwayatkan Hadits seperti dalam riwayat Imam al Hakim dari jalur Ya'qub bin Sufyan dengan Isnad yang hasan. Berbeda dengan Imam al Hakim yang menyatakan Hadits itu Shahih Isnadnya. 

Tidak saya terjemahkan karena semakna maksudnya. 'Ibarah tersebut sebagai berikut:

وروى يعقوب بن سفيان بإسناد حسن عن عائشة قالت كان يهودي قد سكن مكة فلما كانت الليلة التي ولد فيها النبي صلى الله عليه و سلم قال يا معشر قريش هل ولد فيكم الليلة مولود قالوا لا نعلم قال فإنه ولد في هذه الليلة نبي هذه الأمة بين كتفيه علامة لا يرضع ليلتين لأن عفريتا من الجن وضع يده على فمه فانصرفوا فسألوا فقيل لهم قد ولد لعبد الله بن عبد المطلب غلام فذهب اليهودي معهم إلى أمه فأخرجته لهم فلما رأى اليهودي العلامة خر مغشيا عليه وقال ذهبت النبوة من بني إسرائيل يا معشر قريش أما والله ليسطون بكم سطوة يخرج خبرها من المشرق والمغرب 

Selanjutnya Imam Ibnu Hajar melanjutkan:

قلت ولهذه القصص نظائر يطول شرحها ومما ظهر من علامات نبوته عند مولده وبعده ما أخرجه الطبراني عن عثمان بن أبي العاص الثقفي عن أمه أنها حضرت آمنة أم النبي صلى الله عليه و سلم فلما ضربها المخاض قالت فجعلت أنظر إلى النجوم تدلى حتى أقول لتقعن علي فلما ولدت خرج منها نور أضاء له البيت والدار 

Maksud:

"(Aku berkata) Dan untuk kisah-kisah ini terdapat berbagai padanan-padanan dengan penjelasan panjang, dan termasuk yang dzahir dari tanda-tanda kenabian Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam di ketika dilahirkan dan ketika setelahnya yaitu Hadits yang ditakhrijkan Imam ath Thabrani dari S. Utsman bin Abi 'Ash ats Tsaqafi, dari ibunya bahwa dia menyaksikan Sayyidah Aminah ibunya Nabi shallallâhu' alaihi wa sallam saat terjadinya persalinan, Sayyidah Aminah berkata, 'Aku menjadi melihat bintang tergantung (hendak jatuh - pen) sehingga aku berkata, 'Bintang gemintang itu akan jatuh kepadaku' , tatkala (Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam) telah lahir maka bersemburatlah cahaya yang menerangi rumah dan tempat tinggal'... "

وشاهده حديث العرباض بن سارية قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول إني عبد الله وخاتم النبيين وأن آدم لمن جدل في طينته وسأخبركم عن ذلك إني دعوة أبي إبراهيم وبشارة عيسى بي ورؤيا أمي التي رأت وكذلك أمهات النبيين يرين وأن أم رسول الله صلى الله عليه و سلم رأت حين وضعته نورا أضاءت له قصور الشام أخرجه أحمد وصححه بن حبان والحاكم وفي حديث أبي أمامة عند أحمد نحوه وأخرج بن إسحاق عن ثور بن يزيد عن خالد بن معدان عن أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم نحوه وقالت أضاءت له بصرى من أرض الشام... 

Maksud:

"Dan menjadi syaahid (penguat) Hadits itu yaitu Hadits al 'Irbadl bin Sariyah, ia berkata,' Aku mendengar Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya aku hamba Allah dan penutup para Nabi (Nabi terakhir), dan sesungguhnya Adam benar-benar berdebat tentang tanahnya, dan akan aku kabarkan kepada kalian tentang hal itu.

Aku adalah do'anya ayahku, yakni Ibrahim dan bisyaarahnya Isa kepadaku. 

Dan juga dari mimpi ibuku dan mimpi semua ibu para Nabi. 

Ibunda Nabi shallallâhu' alaihi wa sallam bermimpi saat dilahirkannya beliau melihat cahaya yang menerangi istana-istana Syam karena Baginda, Hadits telah ditakhrij oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim. 

Dan pada riwayat Abu Umamah jalur Imam Ahmad Hadits sepertinya, juga Ibn Izhaq dari jalur Tsaur bin Yazid dari Khalid bin Ma'dan dari para Sahabat Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam semisal. Hadits itu, dan Sayyidah Aminah berkata (mimpi melihat - pen) cahaya menerangi Bushro yang berada di tanah Syam karena Baginda" [FAT-HUL BARI] 

Jika keistimewaan Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam terus ditulis, maka lembaran alam raya pun tidak akan mampu menulis segala keistimewaan. 

Kita sebagai umat yang hidup di detik-detik terakhir alam raya, tentunya sangat layak untuk menggapai Syafa'ah Rasulillah shallallâhu' alaihi wa sallam. 

Banyak cara untuk meraihnya, tetapi yang paling mudah adalah memperbanyak membaca shalawat apalagi di tanggal dan bulan Rabi'ul Awwal yang tanggal 12 nya baru saja pergi saat terbenamnya matahari. Akan tetapi selama di bulan Rabi'ul Awwal dan seterusnya kita harus senantiasa membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam. 

Al 'Allaamah al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

الذخائر المحمدية ص ٣٧٩ :

ومن أسباب شفاعته الخاصة كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم

روى الترمذي وابن حبان في صحيحه عن ابن مسعود  رضي الله عنه : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "إن أولى الناس بي يوم القيامة - أي أحقهم بشفاعتي وإكرامي - أكثرهم علي صلاة... 

Berdasarkan kitab di atas salah satu sebab mendapatkan Syafa'ah yang khusus adalah dengan memperbanyak membaca shalawat sebagaimana banyak dalil, di antaranya Hadits Riwayat at Tirmidzi dan Ibnu Hibban dengan jalur kepada S. Ibnu Mas'ud radhiyallâhu 'anhu

Seandainya masih belum mau banyak bershalawat kepada Baginda Rasulullah shallallâhu' alaihi wa sallam, ingatlah betapa beliau menyayangi umatnya, di setiap kesempatan, saat sakratul maut menjemputnya, dan nanti ketika semua manusia kebingungan dengan dahsyatnya hari-hari di akhirat. Atau tanyalah diri, benarkah mencintai Baginda yang telah lebih dahulu menyayangi umatnya bahkan menjadi rahmat bagi seluruh alam??

فتأمل! 

والعفو منكم!

هدانا الله وإياكم أجمعين

وهو تعالى أعلم بالصواب وإليه مرجع المآب

*) DARI BERBAGAI SUMBER

Semoga bermanfa'at.., 

خذ ما صفا و دع ما كدر

"Ambillah yang baiknya,  buanglah yang buruknya."

قال إمامنا الشافعي رضي الله عنه :

تَعَمَّدني بِنُصحِكَ في اِنفِرادي # وَجَنِّبني النَصيحَةَ في الجَماعَه

فَإِنَّ النُصحَ بَينَ الناسِ نَوعٌ #  مِنَ التَوبيخِ لا أَرضى اِستِماعَه

وَإِن خالَفتَني وَعَصِيتَ قَولي #  فَلا تَجزَع إِذا لَم تُعطَ طاعَه

(الإمام الشافعي)

"Nasehatilah aku ketika sendirian

Dan jauhilah menasehatiku di depan khalayak

Karena memberikan nasehat di hadapan banyak orang

Sama saja dengan mencaci maki, aku tidak sudi mendengarnya

Apabila engkau menyelisihiku dan tidak mengikuti ucapanku

Maka jangan heran apabila nasehatmu tidak ditaati. "

والله الموفق إلى أقوم الطريق

======

الحمد لله بنعمته تتم الصالحات

 اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد

اللهم صل على نور الأنوار وسر الأسرار وترياق الأغيار ومفتاح باب اليسار سيدنا محمد المختار وآله الأطهار وأصحابه الأخيار عدد نعم الله وإفضاله

اللهم صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَآلِهِ مَصَابِيْحِ اْلحِكْمَةِ وَمَوَالِى النِّعْمَةِ ومَعَادِنِ اْلعِصْمَةِ وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَلَاتَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَي غَفْلَةٍ وَلَا تَجْعَلْ عَوَاِقبَ اَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً وَارْضَ عَنِّيْ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ وَاَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ وَاعْطِنِيْ مَالَايَنْفَعُكَ فَإِنَّكَ اْلوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ اْلبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ فَاعْطِنِيْ السَّعَةَ وَالدَّعَةَ وَاْلاَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَاْلمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَي وَافْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَي اَوْلِيَائِيْ فِيْكَ وَاعْطِنِيْ اْليُسْرَ وَلَاتَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ وَاَعِمَّ بِذَلِكَ اَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَاِخْوَانِيْ فِيْكَ وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي؛ فَاغْفِرْ لِي ذُنُوْبِيْ؛ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

اللهم اغفرلنا ذنوبنا وذنوب والدينا وارحمهم كما ربونا صغارا

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعْفُ عَنَّا ۗ وَاغْفِرْ لَنَا ۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخطك والنار

اللهم لك الحمد ولك الشكر

اللهم اجعلنا من الموقنين بك، وبرسولك محمد صلى الله عليه وسلم، و اجعلنا من المصدقين بما جاء به رسولك صلى الله عليه وسلم من العقائد والأحكام،

اللهم إنا نسألك إيمانا دائما ، ونسألك قلبا خاشعا ، ونسألك علما نافعا ، ونسألك يقينا صادقا ، ونسألك دينا قيما ، ونسألك العافية من كل بلية ، ونسألك تمام العافية ، ونسألك دوام العافية ، ونسألك الشكر على العافية ، ونسألك الغنى عن الناس 

اَللّٰهُمَّ يَا مُيَسِّرَ كُلَّ عَسِيْرٍ, وَ يَا جَابِرَ كُلِّ كَسِيْرٍ, وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ, وَيَا مُغْنِيَ كُلِّ فَقِيْرٍ, وَيَا مُقَوِّيَ كُلِّ ضَعِيْفٍ, وَيَا مَأمَنَّ كُلِّ مَخِيْفٍ, يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرٍ, فَتَيْسِيْرُ العَسِيْرِ عَليْكَ يَسِيْرٌ.

اَللّٰهُمَّ يَامَنْ لاَ يَحْتَاجُ إليَ البَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ حَاجَاتُنَا إليْكَ كَثِيْرٌ وَأنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَبَصِيْرٌ.

اللهم ادفع عنا الغلاء والبلاء والوباء والفحشاء وشر الأعداء والسيوف المختلفة والشدائد والبغي والمحن والفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا إندونيسيا ومن بلدان المسلمين عامة إنك على كل شيئ قدير 

اللّٰهُمَّ لَا يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ 

اللهم اهدنا ونجنا من القوم الظالمين

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالٔحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنَا، وَارْزُقْنَا، وَعَافِنَا، وَاهْدِنَا

اَللّٰهُمَّ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

اللهم اسقنا من حوض نبيك محمد صلى الله عليه وسلم

اللهم اجعلنا من أمة سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم ظاهرا وباطنا

واحشرنا غدا مع زمرة الأنبياء والمرسلين، والأولياء والعلماء والصالحين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين 

اَللّٰهُمَّ أَكْرِمْ هٰذِهِ الْأُمَّةَ الْمُحَمَّدِيَّةَ بِجَمِيْلِ عَوَائِدِكَ فِى الدَّارَيْنِ إِكْرَامًا لِمَنْ جَعَلْتَهُ مِنْ أُمَّتِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ عَافِ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

 اَللّٰهُمَّ احْفَظْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَحْمَةً عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

 اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَغْفِرَةً عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 

اَللّٰهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فَرَجًا عَاجِلًا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

وصلى الله وسلم وبارك  على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين

#A2zakhul_almukhlashi

[Aas Ahmad Hulasoh] - - 

Garut, Malam Jum'at 29 Oktober 2020 (waktu Indonesia) /Malam 13 Rabi'ul Awwal 1442 H

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlsunnah Wal Jama'ah - 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama