Pola Hidup dan Pola Beragama Dalam Islam

POLA HIDUP DAN POLA BERAGAMA DALAM ISLAM

Oleh : KH. Abdi Kurnia Djohan

Di dalam al-Qur'an, Allah telah menetapkan waktu-waktu bagi manusia untuk beraktivitas. Di dalam surat al-Naba, penetapan itu sangat jelas: 

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا ◇ وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ◇ 

Kami jadikan malam sebagai waktu istirahat. Dan Kami jadikan siang sebagai waktu mencari penghidupan. 

Ditetapkannya waktu-waktu itu sudah sesuai dengan kemampuan tubuh manusia. Allah mengingatkan agar manusia tidak mengeksploitasi kemampuan tubuhnya dalam beraktivitas. 

Al-Imam al-Ghazali rahimahullah ta'ala di dalam kitab Bidayat ul-Hidayah mengingatkan agar nikmat waktu yang diberikan Allah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan amal shalih. Syaikh Taqiyuddin Abu Bakr al-Husaini al-Dimisyqi, di dalam Kifayāt ul-Akhyar mengingatkan umat untuk memanfaatkan waktu malam sebaik-baiknya. Beliau menulis: 

يكره النوم قبل صلاة العشاء، والحديث بعده الا في خير كمذاكرة العلم

Dihukumi makruh, tidur sebelum melaksanakan sholat isya. Juga dihukumi makruh, berbincang-bincang selepas sholat Isya (aktivitas membuang-buang waktu) kecuali obrolan yang memuat kebaikan, seperti mendiskusikan ilmu. 

$ads={1}

Baca Juga : 

Teks bacaan dan Download Kitab Maulid Adhiya' Ullami lengkap dengan terjemahan

Baca Teks Syair Qasidah Lirik Ya Rasulallah Salamun ‘Alaik

Amalan Agar Nabi Muhammad SAW Selalu Memandang Kita

وترتيب أمور يعود نفعها على الدين والخلق..

Kebiasaan itu (mendahulukan sholat isya sebelum tidur malam atau mendiskusikan ilmu setelah sholat isya), manfaatnya kembali kepada pengamalan ajaran agama dan kesehatan manusia. 

لقول أبي برزة الأسلمي رضي الله عنه انّ النبي صلى الله عليه وسلم كان يكره النوم قبل صلاة العشاء والحديث بعدها (رواه الشيخان)

Dasar dari makruhnya tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang sesudah isya adalah keterangan dari Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum melaksanakan sholat Isya dan berbincang-bincang sesudahnya (hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Syaikh Taqiyyuddin melanjutkan pembahasannya: 

لا فرق بين الحديث المكروه والمباح

Tidak ada perbedaan di dalam hadits itu, makna obrolan yang dianggap makruh dan obrolan yang dibolehkan. 

والمعنى في كراهة النوم قبلها مخافة استمراره الى خروج الوقت

Adapun makna dimakruhkannya tidur sebelum melaksanakan sholat Isya merupakan bentuk kekhawatiran agar jangan sampai lamanya tidur itu melampaui keluarnya batas waktu sholat isya. 

ولهذا قال إبن الصلاح انّ هذه الكراهة تعم سائر الصلوات

Berdasarkan hadits itu pula, Imam Ibnu Sholah berpendapat bahwa kemakruhan tidur sebelum sholat itu juga berlaku bagi semua sholat (tidak terbatas pada sholat Isya saja)

واما الحديث بعدها فلأنه يخاف من ذلك ان تفوته الصبح عن وقتها او عن اوله او تفوته صلاة الليل ان كان له تهجد. 

Adapun (dimakruhkannya) berbincang-bincang setelah sholat Isya, dikhawatirkan akan menjadi sebab terlewatnya waktu sholat subuh atau melaksanakan sholat subuh pada awal waktunya. Atau dikhawatirkan pula terlewat melaksanakan sholat malam, jika mempunyai kebiasaan melaksanakan tahajjud. 

وقيل لأن الصلاة التي هي افضل تكون خاتمة عمله لاحتمال موته في نومه

Dikatakan pula, karena sholat merupakan amal yang paling utama, diharapkan dapat menjadi akhir dari amal perbuatan seseorang. Karena ada kemungkinan kematian akan datang ketika seseorang dalam keadaan tidur. 

Jika direnungi kembali uraian-uraian yang disajikan di atas, tampak jelas bagaimana orang-orang saleh pada masa lalu mempersiapkan kehidupannya dengan tertib. Mereka menyadari bahwa waktu malam yang dijadikan sebagai saat istirahat itu dapat membuat manusia terlena. Sehingga kesempatan yang semestinya digunakan untuk aktivitas keesokan hari, malah dipakai untuk mencari kesenangan. 

Waktu malam merupakan nikmat sekaligus juga fitnah bagi manusia. Nikmat bagi yang memanfaatkannya dengan baik untuk beribadah. Dan fitnah bagi yang melewatinya untuk senda gurau atau merancang fitnah terhadap orang lain. 

al-Allamah al-Imam Assayyid Dr. Muhammad bin Alwi al-Maliki dikabarkan tidak mau mengadakan ta'lim hingga larut malam. Beliau mencukupkan waktu ta'lim hingga beberapa waktu setelah azan sholat Isya.

Sumber : dikutip melalui laman facebook pribadi KH. Abdi Kurnia Djohan

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama