Buku Al-Khulashah, Intisari Kumpulan Dzikir dan Doa

BUKU AL-KHULASHAH, INTISARI KUMPULAN DZIKIR DAN DOA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - AL-KHULASHAH merupakan sebuah kitab doa-doa yang disusun oleh Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz. kitab ini sering digunakan di acara majelis, ziarah dan kegiatan keagamaan lainnya.

PENDAHULUAN

Intisari amalan Dzikir dan Doa harian yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW dan para salaf sholeh mulai dari awal bangun tidur, sholat malam, fajar dan seterusnya sampai setelah sholat isya dan tidur serta beberapa amalan malam dan hari Jum'at, doa Musafir, doa sholat-sholat sunnah, dll. dilengkapi dengan makna terjemah agar pembaca dapat lebih meresapi dan merasakan Nikmat dalam berdzikir dan berdoa.

$ads={1}

Disusun oleh Al Alamah Ad Da'i Ilallah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar bin Salim, seorang penyeru di jalan Allah, ulama pendidik yang berasal dari Tarim, Hadramout - Yamman. Pendiri Ma'had Dar Al-Mustafa, Tarim yang telah banyak berdakwah ke berbagai Negeri dan memiliki banyak karya publikasi baik buku-buku, tulisan, audio dan visual. Murid-murid beliau banyak tersebar di berbagai negeri termasuk di Indonesia.

Biografi  Singkat Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz

Kelahiran dan Silsilahnya

Beliau adalah Da’i, penyeru di jalan Allah, ulama pendidik, dengan nasab keturunan: Al-Habib Umar putra Muhammad, bin Salim, bin Hafidz, bin Abdullah, bin Abu Bakar, bin Aidarus, bin Umar, bin Aidarus, bin Umar, bin Abu Bakar, bin Aidarus, bin Husain, bin Syeikh Abu Bakar, bin Salim, bin Abdullah, bin Abdurrahman, bin Abdullah, bin Al-Syeikh Abdurrahman Al- Saqqaf, bin Muhammad Mawla Al-Dawilah, bin Ali, bin Alawi, bin Al-Faqih Muhammad Al-Muqaddam, bin Ali, bin Muhammad Sahib Al-Mirbat, bin Ali, bin Alawi, bin Muhammad Sahib al-Sauma`a, bin Alawi, bin Ubaydillah, bin Al-Imam Al-Muhajir il-Allah Ahmad, bin Isa, bin Muhammad Al-Naqib, bin Ali Al-Uraidi, bin Ja`far As-Sadiq, bin Muhammad Al-Baqir, bin Ali Zainal Abidin, bin Husain As-Sibt, bin Ali, bin Abu Thalib dengan Fatimah Az-Zahra, putri junjungan kami, Nabi Muhammad SAW.

Al-Habib Umar dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut di Republik Yaman, sebelum Subuh dari ibunda beliau Hababah Zahra binti Hafidz bin Abdullah Alhaddar, pada hari Senin, tanggal 4 Muharram, 1383 H, yang bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1963. Ia dibesarkan di Tarim. Beliau menghafal Al-Quran yang luar biasa dan dibesarkan di dalam keluarga yang mulia, dalam perawatan ayahnya, dalam lingkungan pengetahuan, iman dan akhlak yang saleh. 

Studinya tentang Ilmu Islam

Sejak usia dini, ia mempelajari ilmu dari sumber-sumber yang suci dan murni termasuk ilmu: Alquran, Hadits, Fiqih, Tauhid, dasar-dasar Syariat (Usul al-Fiqh), berbagai disiplin ilmu tentang bahasa Arab, dan pengetahuan perjalanan spiritual dari para salaf saleh Hadramaut. Di antara mereka yang terbesar adalah ayahnya, 10 Al-Habib Muhammad bin Salim, Mufti Tarim, serta para ulama terkemuka yang saleh seperti: Al-Habib Muhammad bin Alawi bin Shihab, Al-Habib Ahmad bin Ali Ibn Al-Syeikh Abu Bakar, Al-Habib Abdullah bin Syeikh Alaydrus, ahli sejarah dan ulama terkemuka, Al-Habib Abdullah bin Hasan Bil-Faqih, sejarawan dan ahli bahasa, Al-Habib Umar bin Alawi Alkaf, Al-Habib Ahmad bin Hasan Al- Haddad, kakak Habib Umar, Habib Ali Al-Masyhur, Al-Habib Salim bin Abdullah As-Syatiri, Syeikh dan Mufti Fadl bin Abdurahman Ba Fadl, dan Syeikh Taufiq Aman. Al-Habib Umar mulai mengajar dan berdakwah di jalan Allah ketika dia berusia 15 tahun, sambil terus belajar dan menerima pelajaran.

Baca Juga : 

Teks bacaan dan Download Kitab Maulid Adhiya' Ullami lengkap dengan terjemahan

Baca Teks Syair Qasidah Lirik Ya Rasulallah Salamun ‘Alaik

Amalan Agar Nabi Muhammad SAW Selalu Memandang Kita

Migrasinya ke Al-Bayda

Ketika situasi menjadi sulit karena Rezim Komunis yang ada di Yaman Selatan pada waktu itu, Al-Habib Umar bermigrasi ke kota Al-Bayda di Yaman Utara (tidak di bawah pemerintahan Komunis), pada awal Safar 1402 H (Desember 1981). Disana ia tekun belajar dan berdakwah di jalan Allah. Beliau tinggal di Ribat Al-Bayda dan mengambil pelajaran dari Imam, Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar dan Ulama yang terkemuka Al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumait. Al-Habib Umar bin Hafidz rajin menimba ilmu pelajaran dan juga hadir di Majelis-majelis Ilmu. Beliau sering bepergian untuk berdakwah di berbagai tempat di Al-Bayda, Al-Hudaydah dan Ta'izz. Beliau sering mengunjungi Ta`izz untuk mengambil pengetahuan dari ulama pendidik, perawi Hadits Al-Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil.

Kunjungan-kunjungan Berulangnya ke dua Kota Suci yang Mulia - Mekkah dan Madinah

Beliau mulai sering mengunjungi dua Kota Suci sejak bulan Rajab 1402 H (April 1982) dan seterusnya. Di sana ia belajar dari Imam, Ulama Wali Besar, Da’i ilallah, Al-Habib Abdul-Qadir bin Ahmad Al-Saqqaf dan Ulama Besar, Da’i ilallah, Al-Habib Ahmad Masyhur bin Tahir Al-Haddad, dan Ulama Besar, pendakwah dan pendidik, Al-Habib Abu Bakar Al-Attas bin Abdullah Al- Habsyi. Beliau mengambil ijazah untuk meriwayatkan dari rantai penularan (sanat) dalam ilmu Hadits dan dalam ilmu lain dari perawi rantai yang terhubung, Syeikh Muhammad Yasin Al- Faddani dan pendakwah serta pendidik, ahli Hadist dari dua Kota Suci (Alharamain), keturunan mulia junjungan Nabi, Muhammad bin Alawi Al-Maliki, serta ulama-ulama lainnya. 

Kepindahannya ke Kota Al-Syihr

Pada tahun 1413 AH (1992), beliau pindah ke kota Al-Syihr, di provinsi Hadramaut di mana ia mengajar di Ribat Al-Syihr untuk Studi Islam, setelah dibuka kembali dan direbut selama rezim komunis. Beliau tinggal di sana selama beberapa waktu, berdakwah menyeru di jalan Allah dan mengajar. Banyak siswa dari berbagai daerah di Yaman dan sebagian Asia Tenggara mencari ilmu darinya. Sebelum pindah ke Al-Syihr, beliau sempat tinggal untuk jangka waktu sekitar satu setengah tahun di Kesultanan Oman, berdakwah di jalan Allah, mengajar, dan mengajak umat ke jalan Al-Mustafa saw.

Kepindahannya ke Kota Tarim

Beliau kemudian pindah dari Al-Syihr ke Tarim, di mana beliau menetap dan menerima sejumlah siswa dari berbagai belahan dunia. Dar al-Mustafa untuk Studi Islam Tradisional didirikan pada 1414 H (1994). Ini didasarkan pada tiga tujuan: 

ILMU - mempelajari ilmu-ilmu Syariat dan ilmu-ilmu terkait dari mereka yang cenderung memberikannya dengan rantai tersambung yang terhubung (kaidah talaqqi & sanad tersambung); 

SULUK - pemurnian jiwa/hati dan memurnikan akhlak; dan 

DAKWAH - menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan berdakwah menyeru kepada jalan Allah, Maha Kuasa dan Maha Tinggi. Pembukaan resmi situs Dar al-Mustafa berlangsung pada hari Selasa, tanggal 29 Dzulhijjah, 1417 H, yang bertepatan dengan tanggal 6 Mei 1997.

Para siswa dan pengunjung terus berduyun-duyun ke sana dari seluruh dunia. Para lulusan Dar al-Mustafa telah banyak tersebar, banyak membuka sekolah-sekolah agama Islam (pesantren) dan menjadi pendakwah-pendakwah di banyak negara.

Habib Umar memiliki perhatian yang kuat untuk meningkatkan kehidupan beragama di Kota Tarim. Beliau telah mengadakan banyak pertemuan, yang paling penting adalah pertemuan Senin mingguan, yang diadakan di lapangan di kota Tarim dan dihadiri oleh ratusan penduduk kota. Beliau juga telah melakukan banyak kunjungan ke berbagai wilayah di Yaman dan telah melakukan banyak ceramah di universitas, institut, dan organisasi.

Perjalanannya

Habib Umar telah melakukan banyak perjalanan berdakwah menyeru di jalan Allah dan menyebarkan pengetahuan tentang Syariat Islam ke berbagai negeri, termasuk: Negara-negara Teluk, Suriah, Lebanon, Yordania, Mesir, Maroko, Aljazair, Sudan, Mali, Kenya, Tanzania, Afrika Selatan, Kepulauan Komoro, India, Pakistan, Sri Lanka, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, Denmark, Bosnia, Swedia dan Spanyol. Dia telah terhubung ke rantai hubungan para ulama di wilayah ini. Dia juga berpartisipasi dalam banyak konferensi Islam.

Tulisan dan Publikasinya

Al-Habib Umar memiliki sangat banyak publikasi audio dan visual serta tulisan. Di antara karya-karyanya adalah:

• Al-Mukhtar min Shifa al-Saqim (Dua koleksi hadits: Pilihan dari Shifa al-Saqim) dan Nur al-Iman min Kalam Habib Al-Rahman

(Cahaya Iman dari Perkataan Kekasih Al-Rahman)

• Is`af Talibi Rida Al-Khallaq bi Bayan Ma Karam Al-Akhlaq (Bantuan untuk Mereka yang Mencari Kecintaan Sang Pencipta Melalui Uraian Karakter Mulia)

• Tawjihat Al-Tullab (Saran untuk Siswa)

• Khuluquna (Akhlak Kami)

• Fa`idat Al-mann min Rahamat Wahhab Al-Minan (Pencurahan atas Berkah dari Rahmat Pemberi Keberkahan)

• Tawjih al-Nabih li-Mardat Barih (Pengarahan Intelektual ke Kepuasan Penerima Manfaat)

• Al-Dhakira Al-Musharrafa (Harta Karun yang Mulia)

• Dua kitab Maulid Al-Diya Al-Lami 'fi Dzikr Mawlid Al-Nabi Al- Shafi` dan Al-Sharab Al-Tuhur fi Dzikri Sirati Badri Al-Budur

• Fayd Al-Imdad (Pencurahan Bantuan Rohani, Kumpulan Khotbah)

• Thaqafat al-Khatib (Perbaikan/Pemurnian Pengkhotbah)

• Kumpulan Qosidah-qosidah.

Habib Umar juga telah melakukan banyak program untuk meningkatkan kesadaran beragama serta berbagai pelajaran dan wawancara di sejumlah saluran channel satelit. Beliau terus mengajar, menyeru ke jalan Allah, dan mencurahkan kemampuan terbaiknya untuk melakukannya. Semoga Allah memberi beliau kemampuan atas usahanya dengan rahmat-Nya, mengampuni dia, memberinya kelembutan-Nya, dan menerima dari beliau atas usaha-usahanya, dan juga atas semua Muslim.

(Sumber dari www.alhabibomar.com dan sumber lain)

Sumber : dikutip melalui Buku Al-Khulashah, Intisari Kumpulan Dzikir dan Doa Karya Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama