Karomah Mbah Bani, Kakak Kelas Kanjeng Kartini dan Murid Kyai Hasyim Asy'ari

KAROMAH MBAH BANI, KAKAK KELAS KANJENG KARTINI DAN MURID KYAI HASYIM ASY'ARI

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Melansir melalui dutaislam.com, 

Menemukan saksi sejarah masa lalu bukan perkara yang mudah sebab pelakunya sudah banyak yang meninggal dunia (wafat). Termasuk soal Ibu Kanjeng Kartini. Dutaislam.com mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan cerita dari Hasbani bin Towijoyo Diran bin Saridin, pria berumur 128 tahun mengenai sejarah masa lalu soal kartini.

Walaupun lahir pada tahun 1889M (Ini hitungan redaksi. Tetangga menyebut usia beliau lebih dari 128 tahun), ingatan Mbah Bani,-panggilan akrab Hasbani,- masih cukup tajam. (Usia tahun 2019 adalah 130 tahun).

$ads={1}

Beliau masih mampu menceritakan secara detail hidupnya meski pendengarannya sudah mulai terganggu. Mbah Hasbani mengaku sebagai kakak kelas Kartini waktu Sekolah Rakyat (SR) di Mayong, Jepara - Jawa Tengah.

“Kartini itu adik kelas saya di SR. Saya kelas 3, dia kelas 2,” tutur Mbah Bani saat ditemui saat jagongan santai di rumah Kiai Abdul Halim al-Hafidz di Desa Dongos, Kedung, Jepara, Jumat (13/10/17) sore.

Menurut Mbah Hasbani, Kartini merupakan anak dari Bupati Jepara yang mbandel karena berani menyusup ke sekolah yang tidak boleh menerima murid perempuan, “agar tidak ketahuan sebagai perempuan, dia sering ngajak saya main kelereng di halaman sekolah yang dulu lokasinya ada di depan kecamatan Mayong Jepara,” ujarnya.

Zaman dulu, lanjut Mbah Hasbani, Belanda itu hanya membatasi 5-6 orang murid per kelas. Tapi Kartini bisa nembus jumlah tersebut sehingga bisa daftar jadi murid, “maklum, anaknnya bupati,” ujar pria asli Purwogondo, Jepara tersebut, sambil ngopi dan rokokan. Di usia senja, Mbah Bani ingat betul waktu Jepang melatih tentara pribumi, yang menurutnya sangat kejam.

Baca Juga :

Kisah Anak Kecil Tertabrak dan Sekarat, Dimimpikan Habib Umar

Kepada Dutaislam.com, Mbah Bani mengaku pernah sowan juga ke Kiai Khalil Bangkalan Madura. Pertama kali ia nyantri di usia PAUD (3 tahunan), di pondok pesantren asuhan Kiai Kirom, Getaspejaten, Kudus. “Almarhum guru saya Kiai Kirom adalah murid Mbah Sirojuddin yg terkenal keramat waktu itu,” ujar Mbah Bani.

$ads={2}

Selama 12 tahun nyantri di Kudus, ia melanjutkan ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur hingga puluhan tahun. Di Pesantren Miftahul Huda, Blokagung, Banyuwangi, Mbah Bani pernah nyantri selama 12 tahun juga dibawah asuhan ayahanda KH Muktar Syafa’at, pendiri pesantren modern Darussalam, Banyuwangi - Jawa Timur.

Setelah dari Banyuwangi, ia lanjut ngaji ke Kediri dibawah asuhan Kiai Mahrus, Lirboyo. Di Lirboyo ini, Mbah Bani juga menjadi santri hingga 11 tahun. Lalu nyantri lagi ke Pesantren Tebuireng Jombang dibawah asuhan KH Hasyim Asy’ari langsung, selama tujuh tahun. Pernah pula mondok ke Cirebon di pesantren Habib Umar bin Isma’il bin Yahya, Arjawinangun yang disebut Mbah Bani sebagai Habib Umar Kanuragan.

Kembali ke Jawa Tengah, Mbah Bani masih nyantri lagi di Kajen (Pati), mondok di pesantren Mbah Salam, ayahanda KH Abdullah Salam, paman KH Sahal Mahfudz. “Pulang ke Jepara, saya ngabdi

puluhan tahun ke ndoro Ali (Habib Ali) Mayong yang wafat tahun 1982,” imbuh Mbah Bani yang pernah mukim di Karimunjawa bertahun-tahun dan berhasil mendirikan sekolah, masjid dan musholla di sana.

Baca Juga :

Berkah Memandang Wajah Habib Umar bin Hafidz, Orang Afrika Ini Masuk Islam

“Saya tidak punya anak, tapi sudah nikah berkali-kali. Teman seangkatan saya sudah tidak ada semua. Wadon kuwi membuat tenang jika terus mau ngaji,” pungkas Mbah Bani yang nyantri selama 48 tahun

Artikel ini tayang di dutaislam.com dengan judul : Mbah Bani, Santri Kiai Hasyim Berumur 128 Tahun yang Pernah Main Kelereng Bersama Kartini

Demikian Artikel " Karomah Mbah Bani, Kakak Kelas Kanjeng Kartini dan Murid Kyai Hasyim Asy'ari "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama