KH. Abdi Kurnia Djohan: Jabatan Adalah Musibah

KH. ABDI KURNIA DJOHAN: JABATAN ADALAH MUSIBAH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Banyak orang menganggap bahwa dengan menempati jabatan tertentu, kesenangan dan kebahagiaan artinya sudah didapat. Sehingga ada yang menyindir, dengan bahasa menasihati, "jangan sombong karena jabatan". Padahal, belum tentu orang yang menduduki jabatan yang di mata orang "keren", merasa happy dengan jabatannya. 

Ketika ditempatkan sebagai Menteri Pertambangan dan Energi (sebelum menjadi ESDM) pada era Gus Dur, SBY sempat menunjukkan kekecewaan. Pasalnya, SBY yang ketika itu berpangkat Letnan Jenderal, berharap puncak kariernya adalah Kepala Staf Angkatan Darat atau Panglima TNI. Perpindahan jalur karier dari militer ke sipil jelas membuatnya kecewa. Ia berharap bisa mengakhiri karier di jalur militer yang dirintisnya sejak muda. Namun, takdir berkata lain. SBY dicatat di dalam sejarah Republik sebagai Presiden VI Republik Indonesia. 

$ads={1}

Jabatan bukan sumber kebahagiaan. Bagi orang yang mengerti dan mencintai kebebasan, jabatan itu seperti penjara virtual. Pemangku jabatan tidak merasakan kebebasan seperti layaknya manusia yang bebas. Ia disandera oleh jam kerja, tumpukan tugas, agenda pertemuan, kode etik, kepentingan institusi, norma hukum, dan tradisi institusi. 

Karena bukan sumber kebahagiaan, tidak sedikit orang yang memegang jabatan yang mengalami penyakit kolesterol, asam urat, diabetes, dan jantung akut. Belum lagi, mereka dibayang-bayangi santet dari orang-orang yang tidak suka dengan keberadaannya. 

Karena bukan sumber kebahagiaan, tidak sedikit pejabat yang tidak bahagia. Lihat saja, tipikal beberapa pejabat yang berubah temperamental, padahal sebelum menjabat dikenal sebagai pribadi yang santun. Perubahan itu bukan karena karakter dasar yang bersangkutan. Namun tuntutan dan tekanan pekerjaan yang membuatnya seperti itu. 

$ads={2}

Jadi, keliru jika menganggap bahwa orang yang memegang jabatan itu hidupnya senang dan bahkan punya banyak waktu. Justru, ketika seseorang mendapat jabatan hidupnya menjadi susah dan waktunya makin sedikit. 

Pantas Sayyiduna Abu Bakr ketika menerima jabatan khalifah mengucapkan kalimat: 

Innā lillāhi wa innā ilaihi rojiun

Karena jabatan memang musibah.....

Demikian Artikel " KH. Abdi Kurnia Djohan: Jabatan Adalah Musibah "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama