Apakah Pintu Ijtihad di zaman saat ini masih Terbuka?

APAKAH PINTU IJTIHAD DI ZAMAN SAAT INI MASIH TERBUKA?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Lagi-lagi, masalahnya adalah pola pikir dan sudut pandang…

Banyak contoh kasus yang bisa kita kemukakan untuk memperkuat asumsi ini…

Tapi cukuplah satu contoh saja untuk bisa melihat bahwa kalau kita mau melihat dari sudut pandang yang berbeda dan dari sisi dimana orang lain melihat masalah itu, kita akan mengangguk-anggukkan kepala dan berkata: “Ooo… begitu ya… Kalau demikian saya juga sepakat…” Nah kan... 

Kita sering mendengar perdebatan tentang apakah pintu ijtihad sudah tertutup atau tetap terbuka sampai hari kiamat.

$ads={1}

Pendapat pertama dianut oleh sebagian (besar?) ulama terdahulu (mutaqaddimin). Sementara pendapat kedua disuarakan oleh sebagian ulama belakangan (muta`akhirin) sampai kepada ulama sekarang (kontemporer/mu’ashirin).

Tidak hanya menegaskan bahwa pintu ijithad tetap terbuka, sebagian mereka juga menuduh para ulama terdahulu sebagai ulama yang sempit, tidak terbuka dengan pembaharuan dan sederet ungkapan negatif lainnya.

Padahal kalau kita mau melihat masalah ini dari sudut pandang ulama yang mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup barangkali kita akan lebih memahami apa yang melatarbelakangi pendapat itu.

Para ulama terdahulu jelas sangat memahami bahwa sebuah pemahaman itu sangat relatif. Tidak ada orang yang berhak mengklaim bahwa apa yang dipahaminya mutlak benar, atau lebih benar dari pemahaman orang lain. Dan, fiqih itu pada intinya adalah pemahaman atau nalar. Jadi ketika mereka mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup bukan berarti mereka menganggap bahwa pemahaman mereka lebih baik dari pemahaman orang-orang yang datang setelah mereka.

Mereka berpendapat seperti itu dilatarbelakangi beberapa hal:

- Kompetensi yang mesti dipenuhi untuk menjadi seorang mujtahid sangat sulit dicapai oleh kebanyakan ulama apalagi oleh orang yang bukan ulama.

- Orang-orang yang tidak punya kelayakan untuk berbicara dalam masalah agama sudah sangat berani untuk memasuki wilayah yang bukan wilayah mereka, sehingga perlu ada sebuah ketegasan bahwa ijithad telah tertutup.

$ads={2}

- Pendapat dalam dunia fiqih sudah sangat banyak, berserakan dimana-mana, dan tak jarang saling bertentangan satu sama lain. Padahal sesungguhnya agama ini adalah mudah, simpel dan sangat jelas. 

Inilah makna ungkapan Sayyiduna Ali bin Abi Thalib :

العلم نقطة كثرها الجاهلون

“Ilmu itu hanya setitik, tapi menjadi banyak karena orang-orang bodoh.”

Kesimpulannya ada dalam satu kalimat :

الاجتهاد مفتوح فى محله ومن أهله

“Ijtihad itu terbuka kalau pada tempatnya dan dari ahlinya.”

Demikian Artikel " Apakah Pintu Ijtihad di zaman saat ini masih Terbuka? "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama