Fatwa dan Ijtihad Agama Dalam Masalah Politik

FATWA DAN IJTIHAD AGAMA DALAM MASALAH POLITIK

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Diantara hal yang paling rawan konflik dan bisa berakibat sangat buruk bagi umat adalah fatwa dan ijtihad agama dalam masalah politik.

Telah tertoreh dengan tinta hitam nan kelam kisah berdarah-darah yang tidak mungkin bisa dihapus dari lembaran sejarah kaum muslimin adanya kekacauan dan perang besar ketika agama ditarik ke ranah politik secara serampangan.

Diantara yang paling berdarah adalah peristiwa al Hirrah dan prosesi pergantian dinasti umawiyah ke Abiasiyah. Dimana saat itu bukan hanya harta yang dikorbankan, tapi bahkan darah tertumpah dan kehormatan terlecehkan.

$ads={1}

Begitu juga adanya fatwa politik yang ngawurlah yang membuat kaum khawarij berbuat onar lalu lebih suka mati konyol dengan dalih mencari mati syahid.

Lantas apakah politik tidak penting ? Tentu penting, bahkan sangat penting. Sangking pentingnya sampai kita mengenal ungkapan terkenal : “Kekuasaan tanpa agama akan hancur, agama tanpa kekuasaan akan lemah tak berdaya.”

Dan bukankah kondisi carut marut sekarang ini diantara sebabnya adalah ketika umat terjauhkan dan tersalah dari memahami politik dengan baik ?

Yang saya maksud disini adalah, kita harus ektra hati-hati dalam menerima fatwa-fatwa agama yang berbicara hukum perpolitikan. Yang mana seharusnya  yang kita ikuti hanya fatwa para ulama yang benar-benar telah teruji ilmu dan komitmen keislamannya.

Jangan pernah gegabah menelan mentah-mentah fatwa dari hasil copi paste yang tak jelas sumbernya. Mengikuti isu-isu yang simpang siur. Karena ini adalah area masalah yang terlalu besar celah fitnahnya. 

Ingat, umat tidak akan saling bantai hanya karena khilaf bab qunut atau perbedaan jumlah rakaat tarawih, tapi peluang mereka untuk saling sembelih dan menghancurkan satu sama lain terbuka lebar ketika kotak “politik” diusik.

Kita harus waspada dalam melangkah. Karena di ranah dan wilayah inilah orang-orang rakus nan buas berhabitat. Yang mereka tak segan-segan mengorbankan kita untuk memuaskan nafsu syahwatnya. Setelah terlampiaskan, kita hanya akan ditinggal dalam keadaan telah porak poranda. 

$ads={2}

Idelalnya, kader umat yang akan terlibat, bukan hanya yang punya sekedar bekal keshalihan, tapi juga kecerdikan dan kemampuan yang baik.

Maka fatwa dan ijtihad politik. Serahkan saja kepada ulama yang ahlinya. Adapun yang spesifikasinya nanggung apalagi yang awam, lebih baik “minggir” dan cari selamat. Dan saya dalam hal ini termasuk yang harus tahu diri mau “memarkirkan” diri.

Tapi Ingat, minggir bukan mundur. Sambil terus bersiap siaga mengamati ke arah mana seruan ulama menggema…

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq 

Demikian Artikel " Fatwa dan Itjihad Agama Dalam Masalah Politik "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama