Materi Dakwah Yang Disampaikan Ulama Wahabi Bersifat Statis

MATERI DAKWAH YANG DISAMPAIKAN ULAMA WAHABI BERSIFAT STATIS

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Selama kurang lebih 10 tahun, saya mengikuti perdebatan Wahabi dan Aswaja. Topiknya tidak berubah-ubah, ya itu itu saja. Semua pembahasan tentang masalah yang diperdebatkan bagi saya sudah jelas. Tidak ada yang perlu dijelaskan. Kata orang Arab:

تبيين البيان عيان

menjelaskan yang sudah jelas malah kabur

Kalau dilihat dari substansi penyampaiannya, kajian Wahabi itu tidak menarik. Karena manhaj pembahasan dan materi yang disampaikan bersifat statis. Orang yang senang melakukan pengembaraan pemikiran, pasti akan bosan berlama-lama di kajian Wahabi, serasa tidak pernah naik kelas. Padahal, para sahabat terbukti mampu memformulasikan ajaran yang disampaikan Rasulullah sehingga selalu kontekstual dengan perkembangan zaman. 

$ads={1}

Sedangkan di satu sisi, kalangan aswaja pun berkutat dalam masalah yang kurang lebih sama. Terlebih di dalam metodologi dakwah untuk masyarakat perkotaan. 

Dari pengamatan selama 10 tahun terhadap perdebatan ini, kalangan Aswaja--dan juga termasuk Nahdliyyin di dalamnya--tidak bergerak dari metodologi dakwah lama menuju kepada pembaharuan metodologi dakwah, khususnya untuk masyarakat perkotaan. Hanya segelintir kelompok dari kalangan Aswaja yang terlihat sudah bergerak ke arah pembaharuan metodologi dakwah seperti dilakukan oleh Ust. Ahmad Sarwat bersama Rumah Fiqih-nya dań  para ustadz dari Ma'had Darus Sunnah. Ada juga kalangan Aswaja dari Bandung yang sudah bergerak ke arah pembaharuan metode dakwah untuk masyarakat perkotaan, seperti yang dilakukan oleh Ust. Yuana. 

Ke depan, perdebatan klasik antara Wahabi dan Aswaja, tampaknya akan kehilangan peminat. Barangkali mereka yang baru masuk ke arena perdebatan saja, yang akan rajin membahas perdebatan itu. Tantangan globalisasi, apalagi era industri kini sudah masuk ke generasi kelima,menuntut setiap orang untuk berpikir kreatif dan adaptif terhadap tuntutan kehidupan. 

Sampai di sini, saya teringat kaidah yang sering dilontarkan para kiai NU:

المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح

Memelihara nilai lama yang baik, mengambil yang terbaik dari nilai yang baru

kiranya akan semakin relevan untuk diterapkan. Karena kaidah itu memuat tuntutan untuk selalu kreatif menghadapi perkembangan zaman. 

$ads={2}

Mungkin saya tidak bisa mendirikan pesantren. Tapi saya mohon doa dari teman-teman, semoga saya bisa membangun Masjid di Jalan Margonda Raya dekat kampus UI dan kampus Gunadarma. bismillah

Oleh: KH. Abdi Kurnia Djohan

Demikian Artikel " Materi Dakwah Yang Disampaikan Ulama Wahabi Bersifat Statis "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama