Kyai Ahmad Dawam Afandi: Meluruskan Soal Redaksi Bacaan Tahlil

KYAI AHMAD DAWAM AFANDI: MELURUSKAN SOAL REDAKSI BACAAN TAHLIL

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Redaksi TAHLIL yang digunakan para Kyai Jawa untuk kirim doa sudah populer dikalangan masyarakat kita,saking populernya sampek-sampek

"yunazzalu manzilata tawatur" meskipun tidak tau siapa penyusunnya.

Namun ada beberapa bagian yang menimbulkan pertanyaan dari sisi gramatikal arobiyyah nya.

Maka tulisan ini saya maksud untuk meyakinkan kaum muslimin bahwa redaksi itu sudah betul dan sudah sesuai dengan qoidah gramatikalnya.

$ads={1}

Karena saya takut, kejanggalan pada redaksi TAHLIL yang terlintas dalam hati akan menimbulkan keraguan yang dapat mempengaruhi ijabahnya doa.

Pertama :

Pada shighot sholawat ;

اللهم صل افضل الصلاة

1. Mengapa lafadz أفضل yang berupa isim tafdhil tidak ditemukan perbandingannya (mufadhol-alaih) yang biasanya disebut setelah مِنْ التفضيلية

Jawab :

Perlu diketahui bahwa tidak semua lafadz yang berbentuk isim tafdhil selalu menunjukkan arti mufadholah antar dua pihak yang menuntut harus menyebutkan mufadhol dan mufadhol-alaih.

Karena shighot tafdhil disamping ada yang bermakna mufadholah antar dua pihak juga ada yang bermakna :

Tafdhil mutlaq (menunjukkan arti "lebih" secara umum tanpa memandang mufadhol-alaih tertentu).

Dan ada pula yang bermakna sifat secara normal tanpa mufadholah.

Maka untuk yang menunjukkan kedua makna yang akhir jelas tidak perlu untuk menyebutkan مِنْ التفضيلية .

Sedangkan dalam shighot sholawat diatas isim tafdhil bermakna tafdhil mutlaq ( sholawat yang lebih unggul dari sholawat apapun).

Jika diterjemahkan dengan sederhana ;

"Ya Allah, limpahkanlah kepada Rosulullah rohmat ta'dhim yang paling istimewa dari seluruh rohmat ta'dhim-Mu".

Ketentuan qoidah isim tafdhil diatas sangat jelas termaktub dalam Alfiyyah Ibnu Malik :

وأفعل التفضيل صله أبدا # تقديرا ً أو لفظا ً بمن إن جرّدا

إلى إن قال :

هذا إذا نويت معنى من وإن # لم تنو فهو طبق ما به قرن

Bahkan dalam kitab Hasyiyah Al-Khudhory ditegaskan bahwa isim tafdhil yang bermakna tafdhil mutlaq seperti dalam TAHLIL malah tidak boleh menyebutkan مِنْ dan mufadhol-alaih sebagai perbandingan.

قوله : فإن لم يقصد التفضيل اي بأن قصد تفضيل مطلق اي عليه وعلى غيره أو لم يقصد تفضيل أصلا فتجب المطابقة وخلوه من لفظ مِنْ ومعناها

2.Mengapa lafadz الصلاة yang menjadi mudlof ilaih nya isim tafdhil berupa mufrod dan tidak berupa jama'.

Jawab :

Karena isim tafdhil tsb status tarkibnya menjadi maf'ul mutlaq min babinniyabah, sehingga untuk menyesuaikan dengan mausufnya yang dibuang,mudhof ilaihnya juga berupa mufrod.

$ads={2}

Ditegaskan dalam kitab Alfiyyah Ibnu Malik :

وقد ينوب عنه ما عليه دل # كجد كل الجد وافرح الجذل

فينوب عن المصدر المبين للنوع ثلاثة عشر شيئًا:

الأول كليته كجد كل الجد

إلى أن قال :

الرابع صفته نحو سرتُ أحْسَنَ السَيْرِ

(شرح الاشموني)

قوله: نحو سرت أحسن السير أي سرت السيرَ أحسنَ السَيْرِ

(حاشية الصبان)

Jadi,pada lafadz tahlil yang sering kita baca :

اللهم صَلِّ أفضلَ الصَّلاةِ

termasuk masdar li bayani nau' yang diganti dengan sifatnya,jika ditakdirkan:

صَلِّ الصلاةَ أفضلَ الصلاةِ

sehingga penggunaan lafadz الصلاة dengan bentuk mufrod sebagai mudlof ilaih nya أفضل sdh benar dan sesuai dengan ilmu gramatikal arab.

Bersambung ;

Mengenai redaksi :

وسلِّمْ ورضي الله تعالى عن ساداتنا أصحاب رسول الله أجمعين

Kejanggalan athof lafadz رضي الله pada lafadz سلم yan

g beda shighot fi'ilnya.

Sumber: NGAJI KITAB

Demikian Artikel " Kyai Ahmad Dawam Afandi: Meluruskan Soal Redaksi Bacaan Tahlil "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama