Mengolah Sawah Mbah Yai di Pondok Lirboyo

MENGOLAH SAWAH MBAH YAI DI PONDOK LIRBOYO

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Waktu dulu ikut membantu mengolah sawah Mbah Yai di Pondok Lirboyo. Saya yang sudah terbiasa membajak sawah dengan menggunakan traktor G.1000 mesin RD 85, mengajak salah satu karib yang ndilalah pingin nyawah.

“Nanti nggarap apa?” tanyanya.

“Mbajak” jawabku. “Sulit, lho. Kamu ikutnya besok saja, pas manen,”

“Gak, pokoknya aku ikut,”

“Ya, oke, terserah,”

Di sawah, setelah mempersiapkan segala hal, kumulai pagi itu dengan membolak-balik tanah dengan traktor. Tekstur tanah yang lumayan keras, dengan mudah di libas mesin itu, lurus, sedikitpun tidak merusak galengan/pembatas sawah orang lain. Sedang kawan saya, seperti tak acuh memperhatikan dari tepi sawah. Setelah usai ku contohkan, kuhampiri dia:

“Gimana?! Dah tahu tehniknya?!”

$ads={1}

“Halah! Gampang ternyata. Masih sulit menghafal alfiyyah! Kamu disini, liat aku!”. Katanya pede lalu menuju traktor yang kuparkir di samping kami.

Grenggg!!! Dia mulai memuntir gas, dan traktorpun berjalan lambat kemudian agak kenceng.

Pas saya nyemil makanan. Tiba-tiba dari kejauhan dia teriak-teriak.

“Oe! Tuloonggg. Tulooongg. Gak bisa belok! Traktornya gak bisa belok,”

“Tekan kopling! Tekan kopling!” teriakku.

“Yang mana?!”

“Huahaha”. Saya malah kepingkel-pingkel

Traktor membabat habis galengan dan berhenti karena tertahan tanah tinggi. 

Setelah mengendorkan gas, sambil ngos-ngosan pucat pasi, dia menghampiriku.

“Gimana? Masih mudah alfiyyah?” ledekku.

“Jik ongel nraktor!”

“Domongi kok, kebeh iku ono ilmune, traktor ndak ada remnya, kamu belokkan sampai boyokmu mengsle ya ndak bisa, makanya nganan-ngirinya mainin kopling.”

***

$ads={2}

Kata Farforius (Porphyry of Tyre 234-305 M) seorang filsuf Tirus Syiria kuno: 

“Jika segala sesuatu bisa di bedakan bentuknya, maka, kebohongan akan bersanding dengan ketakutan. Kebenaran akan bersanding dengan keberanian. Kenyamanan berbareng dengan keputus asaan. Perasaan berat membersamai tama’; berharap pemberian orang lain. Halangan berkawan dekat dengan kerakusan. Mulya berpartner dengan qanaa’ah; menerima apa adanya. Aman bergandeng dengan kewaspadaan. Dan selamat bermesraan dengan kesendirian” 

(Nihayatul Arab Syaikh Syihabuddin an-Nuwairy 181/8).

Wallahu A'lam bis-Shawaab

Oleh: Ustadz Robert Azmi

Demikian Artikel " Mengolah Sawah Mbah Yai di Pondok Lirboyo "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama