Besar mana Pahala memberi hutang dengan Pahala Sedekah?

BESAR MANA PAHALA MEMBERI HUTANG DENGAN PAHALA SEDEKAH?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Banyak orang-orang yang beropini bahwa pahala sedekah itu lebih baik dibandingkan dengan pahala memberi hutang. Padahal di dalam islam, ketika kita memberi hutang kepada keluarga/saudara/teman yang kita miliki, akan mendapatkan pahala yang begitu luar biasa.

Dikutip dalam beberapa kitab hadits seperti : Kitab Sunan Ibnu Mâjah, Faidlul Qadîr, Jamiul Ahadîts beserta sumber lain ada kisah bahwa saat Rosululloh S.a.w melakukan perjalanan isro' mi'roj, beliau melihat di pintu surga tertulis :

"Shodaqoh dibalas oleh Alloh sepuluh kali lipat, sedangkan memberikan utang pahalanya 18 kali lipat."

$ads={1}

Teks lengkap hadits sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam sebagai berikut :

 رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا بَالُ الْقَرْضِ أَفْضَلُ مِنْ الصَّدَقَةِ قَالَ لِأَنَّ السَّائِلَ يَسْأَلُ وَعِنْدَهُ وَالْمُسْتَقْرِضُ لَا يَسْتَقْرِضُ إِلَّا مِنْ حَاجَةٍ.

 "Saya melihat ketika saya diisro'kan pada pintu surga tertulis : "Shodaqoh dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Memberi utang dilipatkan 18 kali lipat." 

Kemudian saya bertanya kepada Jibril, "Bagaimana orang yang memberi utang lebih utama dari pada bersodaqoh?"  

Kemudian Jibril menjawab : "Karena orang yang meminta, (secara umum) dia itu meminta sedangkan dia sendiri dalam keadaan mempunyai harta. Sedangkan orang yang berutang, ia tidak akan berutang kecuali dalam keadaan butuh'." 

(Sunan Ibnu Majah: 2422) 

Dengan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Pahala memberi hutang lebih besar dibandingkan pahala bersedekah. Namun sayangnya, kebanyakan kaum muslimin enggan memberi hutang karena takut tidak dibayar, padahal kalau dilihat dari masalah orang yang meminjam hutang tersebut jika dengan tujuan yang benar, maka tidak mengapa memberinya. Apalagi ketika melewati jatuh tempo si penghutang tidak membayar, maka pahala akan terus mengalir ke kita, seperti Sabda Nabi Muhammad Shallalahu 'alaihi wa sallam di bawah ini:

قال الني صلى الله عليه وسلم :

مَنْ أَقْرَضَ دِينَارًا إِلَى أَجَلٍ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ إِلَى أَجَلِهِ، فَإِذَا حَلَّ الْأَجَلُ فَأَنْظَرَهُ بَعْدَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلُ ذَلِكَ الدَّيْنِ صَدَقَةً.

"Barang siapa memberikan pinjaman uang sampai pada waktu tertentu, maka baginya setiap hari mendapatkan pahala shodaqoh (Senilai yang dipinjamkan ) hingga pada waktu jatuh tempo pelunasannya.

$ads={2}

Dan jika ia membiarkan pelunasannya (waktu menagih diundur lagi oleh pihak yang minjami), maka baginya setiap hari mendapatkan pahala shodaqoh sebesar yang ia pinjamkan."

( Ihya' Ulumiddin )

Demikian Artikel " Besar mana Pahala memberi hutang dengan Pahala Sedekah? "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama