Kisah Seorang Menteri membentak petugas kebersihan

KISAH SEORANG MENTERI MEMBENTAK PETUGAS KEBERSIHAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Waktu itu Perang Dunia II sedang di puncaknya. Di suatu pagi, seorang menteri dalam kabinet Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris yang sangat terkenal itu, memacu mobilnya untuk menghadiri rapat darurat bersama sang Perdana Menteri.

Tiba-tiba lampu merah menyala. Ia berhenti. Seorang petugas kebersihan kota menyeberang sambil mendorong bak sampahnya. Entah kenapa, bak sampah itu terbalik. Sampah-sampah pun berserakan. Ia segera memungutnya dan membersihkan jalan besar itu. 

$ads={1}

Sang menteri sangat kesal. Ia harus terlambat dari sebuah rapat penting gara-gara kecerobohan sang petugas. Tapi ia berusaha menahan diri. Namun ketika petugas itu telah selesai membereskan sampah-sampahnya, sang menteri tak bisa lagi menahan emosi. Sebelum berlalu, ia sempat berteriak pada sang petugas dan berkata, “Idiot…”.

Sang petugas tidak terima dengan ucapan itu. Harga dirinya terusik. Ia merasa direndahkan. Apakah lantaran ia hanya seorang petugas kebersihan, lalu sang menteri seenaknya saja memuntahkan kata-kata kotor terhadap dirinya. 

Ia mengadu kepada Dewan Kota. Dewan Kota menerima aduannya dan membicarakan hal itu secara serius. Akhirnya diputuskan bahwa selama beberapa hari, sampah di rumah sang menteri tidak akan dipungut oleh petugas kebersihan. Ini sebagai pelajaran bagi sang menteri betapa berharganya profesi seorang petugas kebersihan.

Keesokan harinya, sang menteri melihat sampah di depan rumahnya tidak diangkut petugas. Ia tidak tahu kalau Dewan Kota telah menetapkan sangsi untuk dirinya. Ia mengira petugas kebersihan lupa atau tidak bekerja. 

Pada hari ketiga, sampah-sampah bertumpuk di depan rumahnya. Para tetangga mulai tidak nyaman. Beberapa ada yang langsung mengungkapkan rasa kesalnya pada sang menteri. Bau busuk sampah yang bertumpuk di depan rumah sang menteri telah mengganggu lingkungan sekitarnya.

Akhirnya ia terpaksa membuang sendiri sampah-sampahnya. Hal itu berlangsung selama lebih kurang sepuluh hari. 

$ads={2}

PM Churchill akhirnya mengetahui kasus itu. Ia sangat marah kepada sang menteri atas ucapannya yang sangat tidak terpuji terhadap petugas kebersihan.

Karena berita itu tersebar luas, sang menteri merasa sangat malu. Akhirnya ia mengajukan pengunduran diri kepada sang Perdana Mentri. Tapi PM menolaknya. 

Ia berkata pada sang menteri dengan nada tinggi, “Engkau telah menghina petugas kebersihan itu di depan orang banyak, dan engkau melakukannya ketika engkau menjadi seorang menteri. Oleh karena itu, engkau mesti minta maaf pada petugas kebersihan itu secara terbuka dan dalam posisimu sebagai seorang menteri. Setelah itu kau lakukan, pengunduran dirimu baru diterima.”

⊙ Dengan keadilan tegak langit dan bumi (بالعدل قامت السماوات والأرض)

⊙ Tegaknya keadilan adalah indikasi sehatnya sebuah negara.

⊙ Seorang yang normal tidak akan membiarkan harga dirinya diinjak oleh siapapun.

Keteladanan dan kisah-kisah tentang keadilan dalam sejarah Islam tentulah sangat banyak. Tapi sebagian orang, ketika disampaikan kisah dari generasi sahabat atau tabiin, ia akan berkilah dan berkata, “Wajar saja, mereka kan orang-orang shaleh…”. 

Kadang, kisah-kisah dari non-muslim bisa lebih membekas dan menantang. Ia seolah memberi pesan, “Kalau non-muslim saja bisa seperti itu apalagi muslim…”.  

Oleh: Ustadz Yendri Junaidi

Demikian Artikel " Kisah Seorang Menteri membentak petugas kebersihan "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama