Tabaruk dengan Gong Sekati (Sunan Gunung Jati)

TABARUK DENGAN GONG SEKATI (SUNAN GUNUNG JATI)

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Seperti diketahui, Keraton Kanoman memiliki perlakuan khusus dalam perawatan Gong Sekati. Gong Sekati hanya digunakan pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelum digunakan, Gong Sekati juga dicuci dan doa dibacakan melalui tradisi nyiram gong sekati. Prosesi ritual pencucian semua instrumen gamelan menggunakan bahan-bahan alami. Biasanya warga berebut untuk mengambil air bekas cucian Gong Sekati. Lalu adakah dalil mengenai perbuatan tersebut?

Mungkin dalil ini bisa menjadi pertimbangan :

1. Para sahabat seakan akan hampir saling geluth saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rosululloh.. (Shahih Bukhari Hadits no. 186).

2. Setelah Rosululloh wafat maka Asma binti Abubakar shiddiq menjadikan baju beliau sebagai pengobatan, bila ada yang sakit maka ia mencelupkan baju Rosululloh itu di air lalu air itu diminumkan pada yang sakit..(shahih Muslim hadits no.2069).

3. kanjeng Nabi sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk pengobatan, sebagaimana sabda beliau : 

“Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami”

(shahih Bukhari hadits no.5413)

$ads={1}

4. Seorang sahabat meminta Rasululloh shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau  itu musholla dirumahnya..

Maka Rasululloh datang kerumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yang kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul SAW hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits no.1130)

5. Nabi Musa  ketika akan wafat ia meminta didekatkan ke wilayah suci di palestina, menunjukkan bahwa Musa as ingin dimakamkan dengan mengambil berkah pada tempat suci 

(shahih Bukhari hadits no.1274).

6. Allah memuji kanjeng Nabi  dan sahabat Umar bin Khattab yang menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat 

sebagaimana firman Allah, “Dan jadikanlah tempat berdoanya Ibrahim sebagai tempat shalat” 

(QS Al Imran 97)..

maka jelaslah bahwa Allah  memuliakan tempat hamba hamba Nya berdoa, bahkan Rasululloh pun bertabarruk dengan tempat berdoanya Ibrahim, dan Allah memuji perbuatan itu.

7. Diriwayatkan ketika Rasululloh baru saja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasululloh, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata : “aku memintanya karena mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh Nabi dan kuinginkan untuk kafanku nanti” (Shahih Bukhari hadits no.5689)

Baca Juga: Dalil bolehnya bertabaruk kepada orang shaleh

8. Diriwayatkan oleh Abi Jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air bekas wudhu Rasululloh dan mengusap2kannya ke wajah dan kedua tangan mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu Rasululloh lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka”

(Shahih Bukhari hadits no.369, demikian juga pada Shahih Bukhari hadits no.5521, dan pada Shahih Muslim hadits no.503 dengan riwayat yang banyak).

9. Sebagimana sabda kanjeng Nabi  : “Kebekahan adalah pada orang orang tua dan ulama kalian” (Shahih Ibn Hibban hadits no.559)

Dan Gong sekati adalah gong yang pernah dipakai oleh seorang ulama dan auliya yaitu sunan gunungjati, tentu saja sah-sah saja ketika bertabaruk dengan benda milik kanjeng sunan tersebut,,

Tabaruk seperti ini juga pernah dilakukan oleh Al Imam Syafi'i kepada Imam Ahmad bin Hanbal di dalam Kitab “Tanbihul Mughtarrin”, karya Imam Abdul Wahab Asy-Sya’rani, seorang Wali Qutub pada zamannya, halaman 86, cetakan “Darul Kutub al-Islamiyyah”, Kalibata – Jakarta Selatan.

Sumber: Gus Tsabit Abi Fadhil II

Penulis: Rumah-Muslimin

Demikian Artikel " Tabaruk dengan Gong Sekati (Sunan Gunung Jati) "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama