Dalil dan Pendapat Ulama Mengenai Puasa di Bulan Sya'ban

DALIL DAN PENDAPAT ULAMA MENGENAI PUASA DI BULAN SYA'BAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sebelum anda bicara ingin melakukan puasa sunnah sya'ban maka coba cek terlebih dahulu mungkin anda memiliki hutang puasa Romadhan tahun sebelumnya atau nadzar, jika ada maka dahulukan yang wajib.

Jika ternyata sudah tidak ada hutang puasa wajib lalu ingin puasa sya'ban apakah masih diperbolehkan ? 

Diriwayatkan Abu hurairah rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 

“‏ إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلاَ تَصُومُوا ‏”‏ ‏ 

“Apabila telah masuknya separuh Sya’ban, janganlah kalian berpuasa.  (H.R Abu Daud) 

Asy-Syaikh Al-Allamah Alfaqīh Abdullah bin abdurrahman bafadhl [w. 918 H] menjelaskan bahwa jika separuh sya’ban kedua (yakni tgl 16 sya'ban keatas) telah masuk maka janganlah kalian berpuasa namun jika maksa berpuasa maka itu tidak sah dalam madzhab Asy-syafiiy.

ولا يصح صوم يوم العيدين.............ولا النصف الأخير من شعبان 

"Tidaklah sah puasa pada 2 hari raya....dan juga tidak sah puasa separuh akhir bulan sya'ban [Lihat Busyrol karim syarh Almuqoddimah Al-Hadhromiyah,hal : 555,Darul Minhaj] 

$ads={1}

Ringkasnya : 

1. Jika puasa sya'ban anda dimulai dari awal sya'ban tanggal 1 sya'ban lalu lanjut sampai akhir boleh. 

2. Jika puasa sya'ban anda dimulai dari pertengahan awal sya'ban tanggal 14 atau 15 sya'ban lalu lanjut sampai akhir sya'ban boleh. 

3. Jika anda berpuasa sya'ban dimulai hari ke-16,17,18 sampai hari ke 29,30 maka itu terlarang,dalilnya hadits yang diriwayatnya oleh abu daud,ibnu hibban dari sahabat abu hurairah rodhiyallahu 'anhu. 

4. Jika puasa sya'ban anda dimulai dari awal sya'ban tanggal 1 sya'ban lalu lanjut sampai 16 sya'ban,lalu berbuka tanggal 17 sya'ban lalu tgl 18 atau 19 sya'ban ingin melanjutkan berpuasa sya'ban lagi maka tidak boleh. 

Berkata Asy-syaikh al-allamah alfaqīh said bin muhammad baisyan asy-syafi'iy [w. 1270 H] 

وفهم منه لو صام الخامس عشر وتلييه..وأفطر السابع عشر حرم الصوم،لأن صوم النصف بلا سبب 

"Dan difahami darinya bahwa jika dia mulai puasa tgl 15,16 sya'ban dan berbuka tgl 17 sya'ban maka haram dia melanjutkan puasa sya'ban,karena dia terhitung berpuasa pada pertengahan akhir tanpa sebab [Lihat Busyrol karim syarh Almuqoddimah Al-Hadhromiyah,hal : 555-556,Darul Minhaj] 

Baca Juga: Dialog Aswaja vs Wahabi Tentang Dalil Malam Nisfu Sya'ban

JADI INTINYA JIKA SUDAH MASUK TANGGAL 16 SYA'BAN BERARTI TIDAK BOLEH BERPUASA LAGI KAH ? 

Asy-Syaikh Al-Allamah Alfaqīh Abdullah bin abdurrahman bafadhl [w. 918 H] penulis kitab Al-Muqoddimah Al-Hadhromiyah menjawab : 

ولا يصح صوم يوم العيدين وأيام التشريك ولا النصف الأخير من شعبان إلا لورد أو نذر أو قضاء أو كفارة أو وصل مابعد النصف بما قبله 

"Tidak sah puasa puasa pada 2 hari raya,tidak juga pada hari tasyrīq atau setelah pertengahan terakhir sya'ban (yakni tgl 16 sya'ban) kecuali karena beberapa sebab : 

1. Wirdun: yakni kebiasaan, seperti kebiasaan puasa dahr, atau puasa daud,atau puasa senin kamis,puasa sūd (puasa tgl 28,29,30 setiap bulan) maka ini dibolehkan untuk berpuasa walaupun sudah melewati pertengahan sya'ban. 

Dalam Mazhab : 

وتثبت العادة بمرة 

" Kebiasaan itu sudah dianggap jika pernah melakukannya sekali" 

Maknanya : Jika anda pernah puasa senin kamis atau daud maka itu sudah dianggap kebiasaan dan anda boleh melakukannya ditanggal 16 sya'ban sampai akhir bulan.

2. Sebab Nadzar : Jika dia pernah bernazar akan berpuasa pada tanggal 16 sampai 25 sya'ban maka dia wajib menunaikannya,dan itu tidaklah terlarang. 

3. Sebab Qodho' : atau dia ingin menqodho puasa romadhon yang tertinggal tahun kemaren,maka dia boleh berpuasa walaupun sudah lewat pertengahan sya'ban. 

4. Sebab Kafarot : atau ingin menunaikan kafarot,maka dia juga boleh berpuasa walaupun dihari-hari syak. 

5. Menyambung puasa sya'ban yang dilakukan sebelum masuk hari setelah pertengahan sya'ban : jika dia sudah berpuasa dari awal sya'ban atau dari tanggal 10 sya'ban bahkan  tanggal 15 sya'ban maka dia boleh menyambung puasanya ke tgl 16,17,18 sampai hari selanjutnya. 

Semoga bermanfaat, BAROKALLAHU FIKUM 

TAREM, HADHROMAUT

Oleh : Faruq Sinambela (Santri Tarēm)

Demikian Artikel " Dalil dan Pendapat Ulama Mengenai Puasa di Bulan Sya'ban  "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama