Istilah 'Mbah Sangkil' yang dipakai Arek Suroboyo

ISTILAH 'MBAH SANGKIL' YANG DIPAKAI AREK SUROBOYO

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Di kalangan masyarakat Surabaya dan sekitarnya, Mbah Sangkil itu nama yang keramat. Beliau adalah tokoh rekaan yang jadi lambang sesuatu yang tidak terjangkau akal orang umum. Lambang kebodohan yang tak terbatas.

Seperti misal ada orang bercita-cita beli mobil tapi males kerja. Maka hal itu dianggap gak masuk akal. Kita pun pisuhi orang seperti itu dengan makian, "Prasamu tuku mobil nggawe duite Mbah Sangkil tah?" (Kau kira beli mobil pake duitnya Mbah Sangkil?)

Jadi, kalo ada orang yang berpikiran gak masuk akal, maka kata arek Suroboyo, dia adalah pengabdi Mbah Sangkil. Seperti orang yang maunya cuma beribadah tanpa kerja, tapi di hatinya penuh pikiran materi. Maka dia disebut pengabdi Mbah Sangkil, saking gak masuk akalnya.

Karena orang gak bekerja itu merusak akal sehat. Dari sisi manapun salah. Alasan apapun, sulit diterima oleh akal dan syariat. Minimal, dia pasti terhina kehormatannya di depan orang.

$ads={1}

Syaikh Nawawi dalam Qomiut Tughyaan mengutip dawuh Kyai Mushonnif Tuhfatul Mulk, bahwa sebagian dari orang ahli makrifat dawuh, "Orang yang tidak bekerja, biasanya disebabkan oleh tiga alasan: malas, sibuk bertakwa, atau takut makian dan sombong :

a. Orang yang tidak bekerja karena malas pasti menjadi pengemis (berharap pada makhluk). 

b. Orang yang tidak bekerja karena sibuk dengan ketakwaan pasti akan tamak terhadap milik orang lain, dan akan makan dari hasil menjual agamanya yang mana hukumnya haram. 

c. Orang yang tidak bekerja karena takut gengsinya jatuh dan karena sombong pasti akan mencuri.

Mereka semua adalah contoh pengabdi Mbah Sangkil. Akalnya rusak gara-gara tidak bekerja. Maka sedapat mungkin kita kerja untuk mencari fadhlullah. Karena bekerja itu barokahnya gede dan biar gak jadi pengabdi Mbah Sangkil.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Istilah 'Mbah Sangkil' yang dipakai Arek Suroboyo "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama