Lailatul Qadar Dan Kisah Syam'un Al-ghazi (Samson)

LAILATUL QADAR DAN KISAH SYAM'UN AL-GHAZI (SAMSON)

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Lailatul Qodar adalah suatu malam di mana alquran diturunkan dengan diawali pada permulaan surat atau turun secara keseluhuran dari lauhil mahfudz sampai ke langit dunia.

Malaikat Jabroil menurunkan bintang bersama turunnya alquran kepada Nabi Muhammad Saw. Pada tahun ke-23. 

Dikatakan bahwa alqur'an diturunkan ke langit bumi secara keseluruhan pada malam lailatul qodar dan diturunkan secara bertahap pada malam ke-17 Ramadhan.

Qiila:makna diturunkannya alquran adalah "Kami menurunkan alquran pada malam istimewa, yaitu malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, kemungkinan malam itu jatuh pada tanggal ke-27 nya."

Baca Juga: Makna Lailatul Qadar "Lebih Baik" Daripada 1000 Bulan Dalam Perspektif Syekh Abdullah Sirajuddin

Diriwayatkan dari Nabi Saw. bahwasanya Beliau Saw menceritakan seorang yang berkebangsaan Israil (orang bani Israil) yang mengayunkan senjatanya untuk berjuang di jalan Allah selama seribu bulan. Lantas orang-orang Mukmin (yakni para Sahabat Nabi Saw.) Kagum dan merasa minder, membandingkan amal mereka dengan seorang berkebangsaan Israil tadi. Maka, diberikanlah kepada mereka (para Sahabat/Umat Islam)Lailatul Qodar, yakni suatu malam yang lebih baik daripada hitungan bulan yang dilakukan seorang bani Israil tadi untuk berjuang di jalan Allah Swt.

Surat yang menerangkan tentang Lailatul Qodar adalah surat Al-qodr (surat ke-97 yang berjumlah limah ayat)

Adapun asbabunnuzul surat tersebut adalah: sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra. Beliau berkata bahwa, Malaikat Jabroil As. Menuturkan sebuah kisah kepada Nabi Muhammad Saw tentang seorang Hamba Allah yang bernama 'Syam'un Al-ghazi'. 

Syam'un Al-ghazi memerangi orang-orang kafir selama seribu bulan, senjata yang digunakannya untuk berperang adalah tulang geraham unta, dia tak punyai senjata lain untuk berperang selain tulang unta tersebut.

Sudah tak terhitung lagi jumlah orang kafir yang dia tumpas dengan senjatanya itu. Tatkala dia kehausan. Maka, air segar akan keluar dengan sendirinya dari tempat gigi-gigi tulang unta itu lalu dia meminumnya dan tatkala dia lapar. Maka, daging pun akan tumbuh dari tempat yang sama lalu dia memakannya. 

$ads={1}

Syam'un Al-ghazi melakukan itu setiap hari sampai usianya mencapai seribu bulan lamanya, yaitu delapan puluh tiga tahun empat bulan. 

Orang-orang kafir pun tak mampu untuk melawannya. Kemudian mereka mendatangi Istri Syam'un Al-ghazi yang juga seorang Wanita kafir pula. Mereka berkata," kami akan memberimu harta yang banyak jika kamu membunuh Suamimu."

Istri Syam'un Al-ghazi menjawab ,"aku tak mampu untuk membunuhnya"

Orang-orang kafir itu berkata bahwa lagi, "kami akan memberimu tali yang kuat untuk mengikat tangan dan kaki Suamimu tatkala dia tidur lalu kemudian kami yang akan membunuhnya".

Istri Syam'un Al-ghazi pun mengikat Suaminya saat Suaminya itu sedang tidur. Tatkala terbangun, Syam'un Al-ghazi bertanya,"siapa kah gerangan yang mengikatku?"

Istri Syam'un Al-ghazi menjawab, "adalah saya orang yang mengikatmu untuk mengetes sejauh mana kekuatanmu!".

Syam'un Al-ghazi pun menarik tali yang mengikatnya dengan tangan lalu tali tersebut putus.

Kemudian orang-orang kafir datang lagi pada Istri Syam'un Al-ghazi dengan membawa rantai. Istri Syam'un Al-ghazi mengikat Suaminya dengan rantai saat ia sedang tidur.

Ketika Syam'un Al-ghazi terbangun, dia bertanya," siapa kah gerangan orang yang mengikatku dengan rantai ini?"

Istrinya menjawab, "adalah aku, orang yang mengikatmu dengan rantai untuk mengukur sejauh mana kekuatanmu".

Syam'un Al-ghazi pun menarik rantai tersebut dengan tangannya lalu rantai itu terputus.

Syam'un Al-ghazi berkata, "Aku adalah satu kekasih dari kekasih-kekasih Allah yang tidak terikat dengan perkara-perkara dunia. Kecuali, dengan rambutku ini."

*Syam'un Al-ghazi memiliki rambut yang panjang.

Setelah mendengar itu, Istri Sam'un Al-ghazi lantas memotong delapan helai rambut Suaminya  yang terurai sampai ke tanah saat Syam'un Al-ghazi tertidur. Kemudian dia mengikat kedua tangan Suaminya dengan empat helai rambut dan kedua kaki dengan empat helai rambut pula.

Setelah Syam'un terbangun, dia bertanya,"siapakah gerangan orang yang mengikatku ini?"

Istrinya menjawab,"adalah aku orang yang mengikatmu untuk mengukur sejauh mana kekuatanmu."

Syam'un Al-ghazi lantas menarik ikatannya itu dengan sangat kuat. Namun, kali dia tidak mampu untuk memutusnya. Istri Syam'un Al-ghazi bergegas memberitahukan hal itu pada orang-orang kafir.

Orang-orang kafir segera datang dan menyeret Syam'un Al-ghazi ke  tempat pemenggalan kepala yang di situ terdapat tiang-tiang penyangga. Mereka semua berkumpul di dalam tempat tersebut lalu merantai Syam'un di sebuah tiang.

Kemudian mereka juga memotong kedua telinga Syam'un Al-ghazi, mencukil matanya, memotong kedua bibir, lidah dan kedua kaki serta kedua tangan Syam'un Al-ghazi.

$ads={2}

Maka, kemudian Allah  Swt. Berkata kepada Syam'un Al-ghazi, " Apa yang ingin kamu lakukan terhadap mereka?".

Syam'un Al-ghazi menjawab, "berikanlah aku kekuatan untuk meruntuhkan tiang rumah ini agar mereka tertimpa reruntuhan."

Allah Swt. Pun memberinya kekuatan untuk menggerakkan tiang tersbut. Maka, atap rumah itu ambruk dan merek semua musnah tertimpa reruntuhan, termasuk juga Istri Syam'un Al-ghazi yang berkhianat itu.

Namun, Allah Swt. Menyelamatkan Syam'un Al-ghazi lalu mengembalikan anggota tubuhnya yang telah dipotong oleh orang-orang kafir. 

Setelah itu Syam'un Al-ghazi beribadah kepada Allah selama seribu bulan dengan melakukan sholat pada waktu malam dan berpuasa di siang harinya serta senantiasa mengayunkan pedangnya untuk jihad di jalan Allah Swt.

Mendengar cerita ini, para Sahabat Nabi Saw. Menangis karena rindu ingin melakukan hal sepeti yang alami Syam'un Al-ghazi. 

Mereka bertanya, "ya Rosulalloh, apakah engkau tau berapa banyak pahalanya?"

Rosul Saw. Menjawab, "aku tidak mengetahuinya."

Maka, Allah Swt mengutus Malaikat Jabroil As. Dengan membawa wahyu berupa surat Al-qodar dan berkata:

يا محمد أعطيتك وأمتك ليلة القدر العبادة فيها أفضل من عبادة سبعين ألف شهر

"Duhai Muhammad, kuberikan untukmu dan untuk Umatmu, Lailatul Qodar, yang mana beribadah di malam itu lebih baik daripada berperang di jalan Allah selama tujuh puluh ribu bulan".

Sebagian ulama mengatakan bahwa Allah Swt. Berkata:

يا محمد ، ركعتان في ليلة القدر خير لك ولأمتك من ضرب السيف ألف شهر في زمان بني إسرائيل.

"Duhai Muhammad, dua rakaat yang dilakukan pada malam lailatul qodar lebih baik untukmu dan umatmu daripada  mengayunkan pedang (berperang fi sabilillah) selama seribu bulan pada zaman umat Bani Israil."

والله أعلم بالصواب

Sumber referensi: Kitab Durrotun Nashihin, Hal. 270-271.

Oleh: Nur Fuad Asy-syaiban

Demikian Artikel " Lailatul Qadar Dan Kisah Syam'un Al-ghazi (Samson) "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama