Benarkah Ponpes Gontor Terafiliasi Wahabi?

BENARKAH PONPES GONTOR TERAFILIASI WAHABI?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Secara prinsip gontor itu berdiri di atas semua golongan, tidak perduli alirannya apa, ormasnya apa dan anaknya siapa semuanya boleh belajar di gontor.

KH. Ahmad Sahal berkata : 

“Pondok Modern berdiri di atas dan untuk semua golongan. Andaikata murid-murid dan guru-guru semuanya Muhammadiyah, Pondok Modern tidak boleh di-Muhammadiyah-kan. Andaikata murid-murid dan guru-guru semuanya NU Pondok Modern tidak boleh dijadikan NU.” 

Tetapi meskipun demikian gontor tidak demikian, gontor tetap punya prinsip tawazun ala gontor,  tentunya gontor menghindari faham yg tidak disukai oleh gontor, seperti liberal, syiah, bahkan pengaruh politik praktis jokowi - prabowo juga belum bisa diterima dengan baik oleh gontor. Tapi itu Wajar saja saya kira, namanya juga sikap..

Gontor dilihat dari sisi kurikulum tentu berbeda dengan pesantren salaf, kalau pesantren salaf itu kental kitab kuningnya maka di gontor tidak, di gontor lebih kental dengan kitab putih, bahkan mungkin kitab bikinan gontor sendiri yang merupakan rangkuman dari kitab2 yang ada, Sisi kitab kuning gontor lemah, meskipun saya husnudzon santri gontor itu bisa membaca kitab kuning, meskipun bukan ala ala salaf utawi iki iku wus ngendiko..

$ads={1}

Titit tekan gontor itu ada di tata kelola yang modern, disiplin, rapi, bersih, karakter pembinaan yang mantab, etos kerja yang tinggi, muhaddasah lughowiyah yang cukup baik yang tentu ini sulit untuk diduplikat oleh pesantren2 salaf. Adapun sisi sanad keilmuan gontor la adri, saya tidak tahu banyak tentang itu..

Adapun sisi keaswajaan gontor itu gado2, tergantung siapa gurunya, siapa temannya dan siapa yang mempengaruhinya. karena jujur banyak laporan2 ke saya anak2 kiai2 NU yg ke gontor luntur ke aswajaannya bahkan tidak jarang ketika menjadi alumni berpolemik dengan bapaknya gara2 masalah sepele, masalah tahlilan..

Meskipun juga saya tidak menafikan ajaran aswaja juga diajarkan disana, aqidah 50 juga diajarkan disana, di tahun2 awal dirosah, meskipun juga katanya ada juga pelajaran kitab tauhid sholih fauzan yang notabennya wanghabi..

Jadi tergantung anaknya, kapan terbukanya ilmu disana, kalau di awal2 dirosah anak itu belum faham lalu di akhir dirosah baru terbuka kefahamannya maka potensi menjadi wahabinya tinggi, sedangkan kalau di awal2 sudah bisa faham, sudah futuh dari awal, sudah bisa dipegang menjadi pondasi maka ketika melewati jenjang tauhid solih fauzan ya aman2 saja..

Untuk amaliyah gontor juga mengakomodir amaliyah aswaja seperti maulid, tahlilan, rebana dll

Jadi kesimpulannya sepengamatan saya, kalau salah silahkan dikoreksi, pola keberagamaan santri gontor itu tergantung kapan terbukanya logika berfikir anak, circle pertemanan, dan guru asatidz yang mengampu..

Adapun rekomended atau tidak ya itu antum2 bisa menilai sendiri, kalau angtum NU njekkek nyell tentu tidak akan menganggap gontor itu rekomended meskipun digelar maulid dan tahlil disana, bahkan mungkin banyak kiai2 NU lahir dari sana, mending di Lirboyo, sarang, ploso,tegalrejo dll..

Begitu juga kalau antum wahabi njekkek nyelll  juga tidak akan menganggap gontor itu rekomended karena banyak syubhat disana meskipun banyak juga asatidz2 wahabi lahir dari sana, mending di al irsyad, mahad imam ahmad bin hambal, ma'had nurussunnah dll..

Oleh: Gus Tsabit Abi Fadhil

Demikian Artikel " Benarkah Ponpes Gontor Terafiliasi Wahabi?"

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama