Dosa Meninggalkan Sholat Tidak Bisa Ditebus Dengan Tahlilan

DOSA MENINGGALKAN SHOLAT TIDAK BISA DITEBUS DENGAN TAHLILAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Tahlilan merupakan tradisi turun-menurun yang diamalkan oleh  golongan ahlusunnah wal jama'ah wa bil khusus warga nahdliyin (Nahdlatul ulama) di Nusantara. Acara tahlilan biasanya membaca kalimat dzikir, sholawat, doa-doa dan diakhiri makan bersama. Amaliah ini biasanya dilakukan setiap malam jum'at di majelis-majelis ilmu terutama di perkampungan/perdesaan.

Namun banyak masyarakat di perkampungan dan perdesaan yang salah kaprah memahami fadilah  amaliyah tahlilan itu sendiri. Banyak yang menganggap bahwa tahlilan dapat menggugurkan dosa-dosa ibadah wajib yang ditinggalkan dan yang lainnya. Tentu hal ini merupakan kekeliruan yang mesti diluruskan.

Tahlilan merupakan amaliyah sunnah, adapun fadilah yang didapatkan mayoritas ulama mengatakan 'hanya mendapatkan pahala dan meringankan siksa kubur dan tidak dapat menghapus dosa'. Jadi banyak kaum muslimin yang gagal paham perihal fadilah amaliyah tahlilan. Pada akhirnya mereka menyepelehkan perkara yang wajib (shalat) dan mewajibkan perkara yang sunnah (tahlilan) dalam ibadahnya.

Kyai Abdul Wahab Ahmad atau yang dikenal Gus Wahab membagikan sebuah nasehat yang menohok bagi orang-orang yang selalu menganggap tahlilan itu lebih penting dibandingkan shalat fardhu, berikut nasehatnya:

$ads={1}

Dulu saya pernah diundang untuk memberi kajian keaswajaan di sebuah desa. Maunya, saya diminta memberikan dalil-dalil penguat tradisi di masyarakat semisal Tahlilan, tahlil fida' (bacaan tahlil 70.000x) mengurai tema bid'ah, syirik, dan sebagainya.

Dalam acara tersebut saya menerangkan bahwa tahlilan bid'ah meskipun hasanah dan menekankan bahwa tahlilan tidak dapat menebus satu pun dosa akibat meninggalkan salah satu shalat lima waktu. Meski mayit dibacakan kalimat tahlil ratusan ribu kali, disedekahi pada ribuan orang, dosa meninggalkan shalat dan puasa Ramadhan dengan sengaja tidak akan terbayar dan masih harus ditebus dengan azab. Saya jelaskan betapa besar dosa meninggalkan kewajiban dengan sengaja dan bahwa kewajiban tak dapat diganti dengan amalan sunnah. 

Baca juga: Tahlilan dalam Pandangan Syariat

Beberapa tokoh masyarakat yang hadir kelihatan agak merengut, termasuk yang mengundang. Setelah acara mereka bertanya kenapa saya malah menjelaskan hal itu? Padahal di kampung tersebut sering ditanamkan bahwa manfaat tahlilan sangat besar bagi mayit dan bahwa bacaan tahlil sekian puluh ribu kali dapat menggugurkan dosa-dosa, kata mereka. Mereka khawatir masyarakat justru meremehkan tradisi baik tersebut.

Saya bilang, ya saya memang sengaja sebab tadi di awal saya dengar di desa ini banyak warga yang meremehkan shalat dan kewajiban lain dan merasa kalau nanti mati dosanya cukup ditebus dengan tahlilan, tahlil fida' dan seperangkat sunnah yang menyertainya. Itu salah besar dan perlu diluruskan. Merawat tradisi baik itu perlu, tapi menjaga syariat itu jauh lebih penting dan tak bisa ditawar.

__

Melalui uraian diatas maka kita dapat simpulkan melalui paragraf akhir yang ditulis oleh Kyai Abdul wahab yakni 

"Merawat tradisi baik itu perlu, tapi menjaga syariat itu jauh lebih penting dan tak bisa ditawar." Kyai Abdul Wahab Ahmad

Editor: Hendra, S

Sumber: Kyai Abdul Wahab Ahmad

Demikian Artikel " Dosa Meninggalkan Sholat Tidak Bisa Ditebus Dengan Tahlilan "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close