Hubungan Antara Tidak Bermazhab Dengan Ateis

HUBUNGAN ANTARA TIDAK BERMAZHAB DENGAN ATHEIS

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Saat filsafat modern masuk dalam dunia islam, sebagian orang mencoba memasukannya dalam penafsiran teks suci. Salah satu efeknya adalah munculnya gerakan melepaskan diri dari mazhab yang muktabar, dalam memahami ayat Alquran. Karena Mazhab yang muktabar itu dianggap terlalu mengekang nalar dan menimbulkan fanatisme.

Dan beberapa dekade kemudian apa yang terjadi? Lahirlah dua kutub ekstrim yang mempunyai aliran tanpa mazhab, aliran kanan dan aliran kiri. Aliran kanan menjadi ekstrim sampai dilevel orang menjadi ga yakin lagi pada islam, karena tindakan mereka yang terlalu keras sampai melahirkan aliran takfiry, bahkan kadang berujung pada peperangan, pemikiran ini bikin orang ilfil pada islam, bahkan orang islam sendiri, karena mereka selalu membungkus segala pemikiran mereka dengan ayat suci, tentu dengan penafsiran mereka sendiri yang bebas dari mazhab muktabar.

Aliran kiri, melahirkan ekstrim yang lain, sampai dilevel orang jadi ga yakin lagi sama islam, karena segala hal uang diajarkan dibikin ragu, sampai tidak ada lagi yang sakral, semua ayat suci ditafsirkan harus sesuai dengan nilai mereka sendiri, bukan atas nilai yang diajarkan, sampai dilevel penghalalan zina, aborsi tanpa darurat, L68T, dll, semua ayat harus ditafsirkan sesuai nilai mereka, akibatnya "siapa butuh pada islam?", Toh tanpa islam nilai itu bisa diketahui, tinggal dicocoklogi aja kalau ada ayat suci. Seolah mereka mengatakan bahwa tanpa nabi muhammad saw diutus pun kita punya nilai yang baik, bahkan perkataan nabi Muhammad saw pun harus ikut nilai itu. Tentu mereka berbicara itu semua atas nama kitab suci, tentu dengan penafsiran mereka sendiri yang bebas dari mazhab muktabar.

$ads={1}

Uniknya dua mazhab ini saling tuding, kaum takfiri sangat membenci kaum kiri, mereka menganggap kaum kiri penafsirannya ngaco dan keluar dari ajaran islam. Kaum kiri juga benci pada kaum takfiri, dan menganggap kaum takfiry itu penafsiran menyimpang. Sebenarnya atas dasar apa mereka mengklaim bahwa kaum sebelah menyimpang? Toh tafsir bebas, jadi masing-masing punya tafsir sendiri, tidak boleh mengekang, tidak boleh fanatik, eh rupanya mereka jatuh ke lubang lebih dalam, dari lubang yang mereka coba hindari.

Kaum kanan lupa, kalau kelompok kiri itu bisa menafsirkan ayat suci separah itu karena ga ada yang mengikat mereka. Kaum kiri lupa, kalau kelompok kiri nisa menafsirkan ayat suci separah itu karena ga ada yang mengikat mereka. Karena tanpa mazhab, mereka benas menafsirkan apa terhadap ayat suci. Dan tabiat manusia yang tanpa arah, maka akan menuju kekiri abis atau kanan abis. Seperti itulah efeknya. Keluar menjauh dari agama tanpa mereka sadari.

Makanya sangking berbahayanya gerakan tanpa mazhab ini para ulama memperingatkan hal ini, bahkan melalui judul buku mereka saja kita jadi tau bertapa keras peringatan mereka pada pemahaman bahaya tanpa mazhab. Syeikh zahid alkautsary menamakannya "jembatan menuju atheisme", syeikh said ramadhan Albuty menamakannya "bid'ah paling berbahaya abad ini". 

Begitulah sifat dari gerakan tanpa mazhab menurut ulama kita, beneran penyakit besar. Walau tampak indah, tapi berakhir menuju ketidak-islaman. Dan mereka mengira bahwa dengan tafsiran mereka, mereka sedang membela islam. Kaena dengan Seram kan? Itu karena penafsiran yang bebas itu, membuat orang-orang psikopat, orang punya kepentingan pribadi, orang dipenuhi nafsu, orang norak, dll jadi bebas menafsirkan, makanya tafsiran ayat suci akan aneh-aneh. 

Baca juga: Mazhab adalah Metodologi Berpikir Untuk Memahami Al-Qur'an dan Hadits

Tak heran jika para ulama mengatakan bahwa gerakan isis, takfiri, dll itu lahir dari rahim yang sama dengan kelompok islam liberal, agnostik islam. Mereka anak dari modernisme. Makin kuat pemikiran modernisme di suatu daerah, makin gampamg tumbuh dua kelompok esktrim tadi. Lagian mereka mana ada wujudnya didunia sebelum dunia islam berkenalan dengan filsafat mazhab modernisme dan segala anaknya. Mereka lahir bersama dengan masuknya filsafat modernis dalam segala lini kehidupan didunia islam. Adapun bermazhab dengan yang muktabar itu adalah bentuk kemoderatan dalam beragama.

Oleh: Ustadz Fauzan Inzaghi

Demikian Artikel "Hubungan Antara Tidak Bermazhab Dengan Ateis"

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close