Dukungan Al-Azhar Untuk Wanita yang Mengalami KDRT

DUKUNGAN AL-AZHAR UNTUK WANITA YANG MENGALAMI KDRT

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Wanita adalah manusia merdeka yang bebas memilih jodohnya sendiri. Tidak dalam umur yang terlalu dini apalagi atas paksaan siapapun.

Islam datang tidak sesempit pikiran kerdil sebagian orang yang mengaku ustadz (yang baru tahu satu dua ayat dan hadits) lalu mengharamkan atau mewajibkan secara mutlak banyak permasalahan yang menjadi perbedaan pendapat/ ikhtilaf para ulama sejak dahulu.

Islam datang dengan banyak keringanan dan kemudahan yang menjadikan wanita sebagai "libas" (pakaian) bagi pria, dan pria pun menjadi "libas" (pakaian) bagi wanita. Keduanya sama-sama melengkapi kekurangan dalam rumah tangga. Tidak ada yang jadi topi di kepala atau sepatu di kaki, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah derjatnya, kedudukannya sama di mata satu sama lain dalam bermuamalah.

Bahkan Nabi sendiri, selagi mampu, beliau selalu mengurus sendiri urusan rumah nya tanpa menyuruh-nyuruh dan mendikte istrinya. Dalam banyak riwayat dikatakan bahwa Nabi memutuskan untuk berpuasa apabila tidak menemukan makanan di rumah beliau sepulang dari sholat subuh di masjid. Beliau tidak protes kepada istri nya sama sekali, bahkan bertanya, "Masak apa hari ini?" Pun tidak. Apalagi membentak dengan mengatakan, "Kenapa hari ini tidak masak?" Jangankan kepada istrinya, kepada pelayannya saja Nabi tidak pernah marah, apalagi sampai memukul dan melakukan KDRT.

Tidak ada yang namanya kekuatan superior, apalagi sampai menindas hak-hak istri dalam menuntut ilmu dan mengembangkan masa depan nya, selama dia mampu membagi waktunya untuk keluarga dan pekerjaan dengan baik. Wanita juga berhak memilih masa depan nya sendiri, tanpa paksaan dari siapapun, termasuk suaminya sendiri. Wanita bukan kriminal yang mesti dikurung 24 jam/7hari di dalam rumah, dia adalah "syarik al-hayah" (partner hidup) mu yang juga punya masa depan cerah, tak kalah cerahnya seperti masa depan mu.

Istri adalah manusia yang sempurna akal dan fisiknya, sama dengan kita para lelaki. Adapun para tekstualis selalu membawa hadits-hadits Nabi dengan pemaknaan dangkal dengan dalil yang dipaksakan, mengatakan bahwa wanita "kurang akal" dan "kurang agama" dalam artian yang sebenarnya. Sungguh ajaib, seolah mereka tak pernah membaca sambungan hadits nya.

Islam itu tidak pernah berniat merugikan wanita dengan syariat yang ada, bahkan sudah jelas haram hukumnya jika menikahi seorang wanita dengan niat merugikan wanita tersebut, apapun alasannya. Termasuk menikah sirriy (diam-diam tanpa surat-surat resmi) yang jika ujungnya jelas akan merugikan masa depan wanita itu sendiri. Sementara lelaki ada kemungkinan bebas melenggang meninggalkan anak istri tanpa bukti. Begitupun terlarangnya nikah kontrak yang merugikan wanita yang akan dijadikan seperti baju yang digonta-ganti.

KDRT merupakan sikap kerdil yang datang dari jasad laki-laki kuat fisiknya dalam memukul, namun ruh nya adalah "banci kaleng" yang hanya berani dengan wanita mulia yang setiap hari mengurusi makan minum nya dan anak-anaknya.

$ads={1}

Menghalalkan pemukulan pada istri adalah bentuk tindakan jahiliyah dan dzalim di era modern atas nama syariat dan agama. Karena kebanyakan wanita di zaman modern adalah wanita terhormat yang sudah sekolah dan terpelajar. Bukan wanita kolot yang keras kepala dan mesti dipecut seperti kuda dulu, baru dia mau menurut. Karena wanita kita bukan lah "binatang peliharaan" kita.

Poligami juga bukan hukum asal pernikahan dalam Islam, apalagi mesti dipertontonkan di depan khalayak ramai dengan cara menjual tiket "seminar poligami" serta mengajarkan tata cara mendapatkan banyak istri, hingga jadi lumrah dijadikan alasan untuk mengembangkan "nafsu hewan" di dalam diri. 

Justru Nabi datang dengan sunnah memiliki 1 istri. Layaknya Nabi bermonogami lebih 25 tahun lamanya dengan Sayyidah Khadijah RA hingga maut menjemput. Selebihnya istri-istri yang dipoligami beliau hanya sempat berumahtangga dengan Nabi dalam kurun waktu kurang dari 9 tahun, itupun dalam masa-masa akhir hayat Nabi. Mereka adalah janda-janda beranak banyak, hanya Sidah Aisyah RA seorang yang gadis. Itupun atas dasar wahyu dan perintah dari Allah. Hikmah nya, dengan kepintaran beliau yang masih muda umurnya, semua yang disampaikan Nabi dari hukum-hukum fiqih terkait wanita dapat dihafal dan diriwayatkan hingga sampai ke kita hari ini.

Sementara kita malah justru lebih mencari istri kedua ketiga keempat yang "daun muda", untuk apa? Kita poligami atas dasar wahyu dari siapa? Bisikan setan karena kurang menjaga pandangan mata, malah bisa jadi. Apalagi yang menikah sembunyi-sembunyi, hati-hati bila sebabnya nafsu birahi. Karena pasti susah berhenti. Pengennya cari lagi dan lagi. 

Begitupun sebaliknya. Islam juga mengharamkan perselingkuhan dan prostitusi wanita. Karena kehormatan wanita sangat berharga dan tiada dapat diukur nilainya dengan mata uang manapun. Menjatuhkan diri dalam prostitusi artinya menjatuhkan diri sendiri dalam menentang fitrah ilahi. Meski uang tetap masuk, tapi hati kusut dan justru permasalahan hidup malah akan semakin bertambah sembraut. Hidup akan jadi berat karena menentang kodrat untuk taat. Jika sudah terlalu sering maksiat, rasa putus asa dan ingin bunuh diri pun tentu akan semakin mendekat.

Ya begitulah kodrat, diciptakan manusia untuk taat, bukan untuk maksiat. Sekali menentang kodrat dengan bermaksiat, kehidupan yang laknat dan melarat pun semakin mendekat.

Sebab janji Allah tidak akan pernah salah :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً 

Siapapun yang telah menantang Allah (dengan bermaksiat selama dia hidup dan) meninggalkan dzikir mengingat Nya, maka dipastikan hidupnya (saat itu) akan MELARAT. (QS. Toha : 124)

Semoga Allah menjaga dan memanjangkan umur Grand Syeikh Al-Azhar dan deretan Para Ulama nya dalam keberkahan ilmunya, yang selalu membimbing umat ini dengan kalimat-kalimat yang menerangi hati umat yang kekeringan dengan fatwa-fatwa menyejukkan yang penuh dengan  hikmah. Sehingga semakin banyak yang tertarik dengan keindahan ajaran Islam, semakin banyak yang mendekat menuju pintu taubat dan semakin banyak yang berubah untuk jadi semakin taat. 

Istajib ya Rabbal Alamin...

Oleh: Ustadz Muhammad Zakaria Darlin

Demikian Artikel " Dukungan Al-Azhar Untuk Wanita yang Mengalami KDRT "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah - 

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close