Dalil bolehnya berziarah kubur



Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuhu Sahabat Rumah-Muslimin yang semoga selalu dalam Lindungan Allah dan RahmatNya Allah SWT, kali ini kami akan membahas dengan tema, Dalil bolehnya berziarah kubur , selamat membaca, dan semoga ada manfaat didalamnya. 

Kita telah diperintah untuk ziarah kubur, Rasulallah s.a.w. dan para sahabat juga menjalankan ziarah kubur. Jadi tidak ada dasar sama sekali untuk melarang ziarah kubur, karena kita semua tahu bahwa Rasulallah pernah ziarah ke makam Baqi’ dan mengucapkan kata-kata yang ditujukan kepada para ahli kubur di makam Baqi’ tersebut.<<>br /> 

Dalil-dalil tentang ziarah kubur

1.  قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ : نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا 
Artinya :    Rasulallah s.a.w bersabda: Dahulu aku telah melarang kalian berziarah ke kubur. Namun sekarang, berziarahlah kalian ke sana. (H.R. Muslim)

2. Hadits Abu Hurairah ra :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : اِسْتَأْذَنْتُ رَبِّيْ أَنْ أَسْتَغْفِر لأُمِّيْ ، فَلَمْ يَأذَنْ لِيْ ، وَاسْتأذَنْتُهُ أنْ أَزُوْرَ قَبْرَهَا فَأذِنَ لِيْ
Artinya:    Dari Abu Hurairah r.a. Berkata, Rasulallah s.a.w. bersabda: Aku meminta ijin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengijinkan. Kemudian aku meminta ijin kepada Allah untuk berziarah ke makam ibuku, lalu Allah mengijinkanku. (H.R. Muslim) 

3. Hadits Abu Hurairah ra :

وَفِى رِوَايَةٍ أُخْرَى : زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَبْرَ اُمِّهِ, فَبَكَي وَاَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ (اَخْرَجَهُ مُسْلِمْ وَاْلحَكِيْم
Artinya :    Dalam riwayat yang lain dari Abu Hurairah bahwa : Nabi s.a.w. ziarah ke makam ibunya kemudian menangis lalu menangislah orang-orang sekitarnya. (H.R. Muslim [hadits ke 2256], dan al-Hakim [hadits ke 1390]). 

4. Hadits Abu Hurairah ra :

"Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah Saw berziarah ke kubur seraya berdoa: "Semoga keselamatan bagi kalian, penghuni rumah kaum mukmin, dan insya Allah kami akan menyusulmu kemudian." (HR Muslim [367], Bukhari [2367], Nasa'i [150], Abu Dawud [ 2818], Ibnu Majah [3296], Ahmad [7652/8523/8924], Malik [53]).

5. Hadits Buraidah ra : 

"Dari Buraidah ra yang berkata bahwasanya Rasulullah Saw mengajarkan kepada para sahabat jika mereka keluar menuju ke kubur, maka hendaknya orang yang berziarah mengucapkan (menurut riwayat Abi Bakr), 'Keselamatan bagi penghuni rumah.' (Dan menurut riwayat Zuhair) ada yang berkata, 'Keselamatan bagi kalian wahai penghuni rumah, dari mukminin dan mukminat, kami insya Allah akan bertemu, aku mohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian." (HR Nasa'i [2013], Ibnu Majah [1536], Ahmad [21907/21961]).

6. Hadits Aisyah ra :

Aisyah ra berkata, "Ketika malam itu Rasulullah Saw keluar pada tengah  malam menuju Baqi', beliau berdoa, "Keselamatan bagi kamu hai penghuni rumah mukmin, kalian akan menemukan apa yang telah dijanjikan kepada kalian, dan kelak insya Allah kami akan bertemu dengan kalian, 'Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi' al-Gharqad'". (HR Muslim [1618], Nasa'i [2010/2012], Ibnu Majah [1535], Ahmad [23288/23335/23657]).

7. Hadits Aisyah ra :

"Bahwasanya Fatimah binti Rasulillah Saw menziarahi kubur pamannya, Hamzah, setiap hari Jumat. Ia mendoakan dan menangis di sisinya." (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi [7309]).

8. Hadits Abdullah bin Abi Mulaikah ra :

"Bahwasnya Aisyah ra suatu hari pulang dari kubur, aku bertanya kepadanya, 'Hai Ummil Mukminin, dari manakah engkau?' Aisyah ra menjawab, 'Dari kubur saudaraku, Abdurrahmah.' Maka aku berkata kepadanya, 'Bukankah Rasulullah Saw melarang ziarah kubur?' Ia menjawab, 'Benar, dulu beliau melarang ziarah kubur, kemudian (setelah itu) memerintahkan untuk ziarah kubur.'" (HR Imam Atsram).

9. Hadits Anas bin Malik ra


Anas bin Malik ra berkata, "Rasulullah Saw melihat seorang perempuan menangis di kuburan, lalu beliau bersabda, "Takutlah kamu kepada Allah dan bersabarlah!" Perempuan itu menjawab, "Menjauhlah kamu dariku, karena engkau tak merasakan musibah yang sedang menimpaku!" Ia tidak mengenalnya, kemudian dikatakan kepadanya bahwa ia adalah Rasulullah Saw, ia lalu datang menghadap kepada Rasulullah Saw dan ia tidak menemukan penjaga pintu, dan ia berkata, "Maafkan aku yang tidak mengenalmu ya Rasulullah." Jawab Nabi Saw, "Sesungguhnya sabar itu ketika mendapat musibah pertama kali." (HR Bukhari [1283], Muslim [1534-1535], Turmudzi [909], Nasa'i [1846], Abu Dawud [2717], Ibnu Majah [1585], Ahmad [11868]).


Jadi dengan demikian, menangis di dekat kubur tidaklah berimplikasi pada kekafiran, begitu juga tidak mendatangkan siksa bagi mayit yang ditangisi. 

Adapun Pendapat para ulama’ tentang ziarah kubur diantaranya:

1.    Imam Ahmad bin Hanbal

Ibnu Qudamah dalam kitabnya “al-Mughni” menceritakan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya pendapatnya tentang masalah ziarah kubur, manakah yang lebih utama antara ziarah kubur ataukah meninggalkannya. Beliau Imam Ahmad kemudian menjawab, bahwa ziarah kubur itu lebih utama. 

2.    Imam Nawawi

Imam Nawawi secara konsisten berpendapat dengan hukum sunahnya ziarah kubur. Imam Nawawi juga menjelaskan tentang adanya ijma’ dari kalangan ashabus Syafi’i (para pengikut Imam Syafi’i) tentang sunahnya ziarah kubur. 

3.    Doktor Said Ramadlan al-Buthi

Doktor Said Ramadhan al-Buthi juga berbendapat dengan pendapat yang memperbolehkan ziarah kubur. Al-Buthi berkata, “Belakangan ini banyak dari kalangan umat Islam yang mengingkari sampainya pahala kepada mayit, dan menyepelekan permasalahan ziarah ke kubur.” 

Sumber : Berbagai Sumber

Wallahu a'lam bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama