Persiapan, Bacaan Niat, Do'a dan Tata Cara Ibadah Umrah dalam Islam



Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuhu Sahabat Rumah-Muslimin yang semoga selalu dalam Lindungan Allah dan RahmatNya Allah SWT, kali ini kami akan membahas dengan tema, Persiapan, Bacaan Niat, Do'a dan Tata Cara Ibadah Umrah dalam Islam. selamat membaca, dan semoga ada manfaat didalamnya. 

Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu sendiri, karena memperoleh Mabrur atau Maqbul dalam Umroh itu terkait dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur, soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 atau 2 minggu saja tanpa persiapan lahir dan batin di tanah air.

Persiapan Di Tanah Air

Persiapan Dhohir

Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah SWT, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintah-Nya, maupun dosa kepada sesama manusia.
Meminta izin orang tua atau yang dituakan.

Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).


  • Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
  • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
  • Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
  • Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
  • Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainnya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan kebaikan untuk mereka.

Persiapan Batin


  • Niat dan tujuan semata-mata karena Allah SWT, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar. 
          dengan bacaan niat 

          نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى 


          NAWAITUL 'UMROTA WA AHROMTU BIHAA LILLAAHI TA'AALA

          Artinya :
          Saya niat umrah dan ihram umrah karena Allah Ta’ala.

  • Memperbanyak sedekah.
  • Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah SWT), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll).
  • Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan.
  • Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah.
  • Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah SWT.

Menjelang Berangkat 


  • Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
  • Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan.
  • Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa.

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah duduk membaca lagi:

Alhamdulillahirabbil’alamin

Diteruskan dengan membaca:

Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn

“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)

Diteruskan dengan membaca:

Allahu Akbar 3 x

Atau membaca:

Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta

“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)

Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah.

Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar  dan tawakal kepada Allah SWT.
Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa orang yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:

“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)

2.  Tata Cara Umrah

Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram 


  • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
  • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
  • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakaian tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
  • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
  • Bila shalat wajib didirikan, kerjakan shalat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan shalat wajib itu penganti salat sunat ihram.

Perhatian

  • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
  • Yang berangkat dari Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
  • Setelah berpakaian ihram, shalat sunat dan niat dilakukan di Miqat Bir Ali.


2. Ihram Umrah

Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.

Niat untuk umrah antara lain:

Labbaika Allâhuma Umratan

“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”

Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:

Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka 

“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:

Wa shallallahu ala muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam

“Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan atas junjungan nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para pengikutnya.”

Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:

Allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr. 

“Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”

3. Masuk ke Masjidil Haram

Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:

Allahumma antas salam wa minkas salam fa hayyina rabbana bis salam, Allahumaghfir  li waftahlî abwâba rohmatika

“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Memiliki kedamaian, semua kedamaian (bermuara) dari-Mu, hidupkanlah kami dengan penuh kedamaian, ampunilah dosaku dan bukakan pintu-pintu untuk meraih Rahmat-Mu.”

Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.

Ketika melihat Ka’bah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:

Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan, wa takriman,  wa ta’dzîman  wa mahabatan wa zid man syarrafahu  mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan, wa ta’dzîman wa takrîman wa birran

“Ya Allah tambahkanlah kepada Baitullah (Ka’bah) ini  kemuliaan, keluhuran, kehebatan dan kewibawaan. Dan tambahkanlah  pula kepada orang yang mengunjunginya, baik haji meupun berumrah, kemuliaan, keluhuran, kehebatan dan kebajikan.” (HR. Syafi’i dan lainnya)

Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.

4. Memulai Tawaf

Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.

Mulailah tawaf dengan berlari-lari kecil (raml) di tiga putaran pertama sambil idhthiba. Dan bacalah doa ini  setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .

BISMILLAAHI ALLOOHU AKBAR

“Dengan menyebut nama Allah,  Allah Yang Maha Besar”.

Doa di saat Thawaf antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani :

Subhanallah walhamdulillahi wa la ilaha illallahu, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil’aliyyil azhim

“Maha Suci Allah, segala puji hanya kepunyaan Allah, tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan seizin Allah.” 

Allahumma imanan bika wa tashdiqan bi kitabika wa wa faan bi ahdika wattibaan li sunnati nabiyyika muhammadin shallallahu alaihi wa sallam

“Ya  Allah, (kami melakukan thawaf ini) karena mengimani-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati (janji kami) kepada janji-Mu dan mengikuti sunnah nabi-Mu, Muhammad SAW” 

Allahumma inna hadzal harama haramuka, wal balada baladuka, wal amna amnuka, wal ‘abda abduka, ji’naka min biladin ba’idatin bi dzunubin katsiratin, fagfirlana dzunubana wa kaffir anna sayyiatina wa tawaffana ma’al abrar

“Ya  Allah, sesungguhnya Tanah Suci ini adalah Tanah Suci-Mu, negeri (Mekkah ini) adalah negeri-Mu, kemananan ( negeri ini) adalah keamanan-Mu, hamba ini adalah Hamba-Mu kami datang dari negeri yang jauh dengan berlumuran dosa, maka ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami bersama orang-orang yang baik. ” 

Bisa juga saat mulai tawaf pertama diawali dengan doa melihat Ka’bah seperti diatas dan doa agar haji/umrah mabrur dibawah ini atau yang lainnya,

Allahummaj’alhu hajjan/umratan mabrur, wa sa’yan masykuran, wa dzanban maghfuran, amalan shalihan maqbulan, wa tijaratan lan tanbura

“Ya  Allah, jadikanlah (Haji/Umrah Ini) umrah yang mabrur, sai yang dihargai, dosa yang diampuni, amalan shalih yang diterima dan perniagaan yang tidak akan merugi. ” 

Perhatian


  • Raml (berlari-lari kecil) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika tawaf umrah. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
  • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf sampai putaran ke tiga untuk umrah.
  • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.

5. Rukun Yamani

Sampai di Rukun Yamani cukup baca “Allahu Akbar” lalu antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:

Rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.” 

6. Shalat di Maqam Ibrahim

Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:

Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ

“Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”

Kemudian shalat sunnat dua raka’at dibalakang Maqam Ibrahim atau bisa dimana saja. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas (atau boleh surat-surat lainnya yang dihapal). Sesudah shalat bacalah/berdoa ambil yang sejajar dengan multazam(jika memungkinkan) sambil berdoa menurut keinginan anda.

Perhatian


  • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
  • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
  • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
  • Jangan paksakan shalat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.

7. Minum Air Zam-zam 

Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam.  Berdoa :

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa syifaan min kulli dain wa saqamin

“Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berlimpah ruah dan penyembuhan dari segala penyakit dan kesakitan.”

Baca artikel lainnya : Syarat, rukun haji dalam islam 

8. Sai

Setelah sampai atau ketika mendekat ke bukit shafa bacalah:

Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, abda-u bimâ bada Allâh bihi

“Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”

Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
Allahu Akbar 3 x

Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu  wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, shadaqa wa’dahu, wa nasharo ‘abdahu, wa a’azza jundahu, wa hazamal ahzaba wahdah

Allah Maha Besar 3x

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain  Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya semua kekuasaan  dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, yang telah membenarkan janji-Nya, membela hamba-Nya, menguatkan bala tentara-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya dengan sendirian.”

Lalu turun sambil berdzikir dan berdo’a sampai lampu hijau, bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau di sunnahkan berlari-lari kecil (raml) sambil membaca:

Allahummaghfir warham wa’fu wa takarram wa tajawaj  ‘amma ta’lam innaka ta’lamu ma la na’ lam, innaka antallah al a’azzu wal akram

“Ya Allah, ampuni (dosaku). kasihanilah (daku), muliakanlah (diriku) dan maafkanlah segala apa yang kami tidak mengetahui, memang Engkau adalah mengetahui apa yang kami tidak ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia”

Selesai Raml atau setelah sampai di lampu hijau berikutnya berjalan biasa lagi hingga di Marwah sambil berdzikir dan berdoa. Ketika naik atau mendekati bukit Marwah membaca :

Innash shafa wal marwata min sya’airillah fa man hajjal baita awi’tamara fa la junaha alaihi ayyathawwafa bihima, wa man tathawwa’a khairan fainnallaha syakirun ‘alim. 

“Sesungguhnya bukit Shafa dan Marwa termasuk syiar-syiar (agama) Allah. Barangsiapa yang menunaikan haji atau umrah, maka ia boleh melaksanakan sai antara keduanya. Dan, barangsiapa yang mau melaksanakan amalam-amalan sunat sesuka hati, maka sesungguhnya Allah Dzat Pemberi Penghargaan dan Yang Maha Mengetahui.”

Setelah sampai di atas bukit Marwah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai (di atas bukit Shafa). Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.

Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.

9. Tahallul

Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:

Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn 

“Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”

Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.

Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumrah

Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah serta pakaian bebas.
Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf  2 rakaat setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjidil-Haram.

Sumber  :

1. Gayo, H.M. Iwan, 2004, Buku Pintar Haji dan Umrah (Jakarta: Pustaka Warga Negara)
2.  Mubarakfurî, Shafiyyurahmân. 2002, Tarikh Makkah al- Mukarramah, (Riyadh: Dar as-Salam)
3. Râwah, Abdul Fattâh, 2003, Kitâb al-Îdhâh Fî Manâsik al-Hajj wa al-Umrah, Cetakan Kelima, (Mekkah: Maktab al- Imdâdiyyah)
4.  Rousydy, Latif, 1989, Manasik Haji dan Umrah Rasulullah s.a.w (Medan: Rimbow)
5.  Shihab, Quraish, 2003, Haji bersama M. Quraish Shihab (Bandung: Mizan)
6.  Qudâmah, Ibnu, 1997, al-Mughnî, Cetakan Kedua, (Mekah: Mustaphâ al-Bâz)
7. dan website lainnya.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama